http://www.indonesiamedia.com/2010/10/20/dua-belas-tahun/
DUA BELAS TAHUN Posted on October 20 2010 by May Swan /IM Paris Sep 26, 2010 Akhirnya bertemu juga kami tiga sekawan setelah menunggu selama dua belas tahun. Dua belas tahun telah mengalami banyak perubahan dalam kehidupan masing masing lingkungan baik besar maupun kecil. Dalam menghadap cabaran hidup kami saling memberi dorongan moral satu dengan lain pada masa kekosongan batin, pada masa memerlukan pelukan hangat persahabatan, hubungan mesra yang tak pernah punah oleh perbedaan benua, melintasi jarak lautan membelah bumi sejauh lima ribu mil sekalipun. Hubungan antara manusia sejenih air putih menyegarkan dahaga jiwa dalam kesendirian, dalam ketidakpastian malam kelam. Mereka adalah sebagian dari Mahip yang terhalang pulang dengan terjadinya perubahan politik drastic di Indonesia pada jaman itu. Kami mulai berkenalan melalui milis sekitar dua belas tahun yang lalu. Lain dari padangan sebagian orang yang mengira persahabatan hanya dapat dijalin melalui hubungan langsung bertatap muka, kami sebaliknya merasa hubungan internet memberi lebih banyak kelebihan yang menyamankan, antara lain, kebebasan menetapkan waktu bertemu, dapat menanggapi kedatangan penulis menurut waktu yang dipilih sendiri, tidak ada paksaan maupun tekanan. Involvement tanpa interference. Dan ini sangat menyenangkan, mungkin berupa satu dari unsur yang membantu mengekalkan persahabatan. Dua belas tahun telah menyaksikan bermacam perubahan jaman. Rubuhnya World Trade Center di New York, diikuti dengan serangan terhadap Iraq atas alasan weapons of mass destruction yang belum juga ditemui hinga hari ini, sekalipun Sadam Hussein telah lama dieksekusi. Masuknya Czech Republic dalam UE yang nantinya akan membebankan kaum menengah dengan meningginya harga harga barang buatan dalam negeri. Tampilnya Obama, orang kulit hitam pertama dalam sejarah yang terpilih menjadi Presiden AS dengan semboyan CHANGE berhasil menggegarkan jiwa para pemilihnya, termasuk sebagian orang di Jakarta menaruh harapan tinggi berdasarkan Obama pernah hidup di sana masa kecilnya dan menyatakan ia suka makan buah buahan Indonesia seperti rambutan ketika ia tinggal di daerah Menteng. Namun dengan adanya ketulusan kebijakan yang berintensi baik, antara lain, ketika meletusnya krisis ekonomi menjalankan bank bailout, memberi bantuan pada bank dan financial institusi yang bermasalah dengan maksud menopang major financial corporate agar financial system AS tidak sampai ambruk, juga perubahan pada health care system yang lebih merakyat seperti yang dijanjikan oleh Partai Demokratik selama ini, dan sempat ditantang keras oleh insurance company besar karena tidak menguntungkan mereka. Namum pada hakekatnya semua kebijakan ternyata hanya berupa usaha strategy tambal sulam demi menyelamatkan terkandasnya sebuah kapal kapitalisme. Sementara atas bantuan seorang teman yang baik hati dari kota Cologne kami bertiga berhasil berkumpul di rumah temanku, sebuah desa indah empat puluh km dari Praha. Makanan yang dihidangkan terasa sangat lezat karena dimasak oleh sepasang tangan persahabatan, diselingi oleh bermacam minuman anggur putih dan merah, juga bermacam buah buahan seperti apel dan peaches yang dipetik dari kebun sendiri, sekalipun agak kecut, tapi terasa manis bagaikan madu di hati. Seorang teman baru dari Praha yang ternyata sudah lama aku kenal dari banyak tulisan di milis turut meraihkan suasana dengan nyanyian nyanyian diiringi dengan gitar. Suara merdu membawa lagu lagu nostalgic perjoangan kemerdekaan " Bandug Selatan Di Waktu Malam" , " Selendang Sutra" , " Sepasang Mata Bola" , lagu lagu tradisional Tapanuli " Sing Sing So" , " Butet" , bahkan " Bengawan Solo" , juga lagu lagu klasik Sunda seiring dengan asal usul tuan rumah yang lahir di sebuah kota di Garut. Bagiku lagu Sunda mempunyai tempat tersendiri dalam hatiku, sekalipun tidak mengerti ucapan kata katanya, namun meresap di hati, terkesan melonkalik bercampur sensuous merayu, lincah bercampur manja, mengelus perasaan mendalam dan mendalam. Suara tawa, tepuk tangan dan nyanyian dialun oleh petikan gitar berkumandang kearah Sungai Elbe yang mengalir sepanjang jalan berhadapan dengan rumah dimana kami berkumpul. Berdiri dalam kedinginan cuaca akhir September di tebing sungai, memandang air mengalir dengan tenang, aku bertanya di dalam hati, " Dua belas tahun aku menanti, adakah dua belas tahun lagi bagi kami?" Sugai Elbe tidak menjawab. M AY SWAN, pagi hari di kota Paris. ( jam 5.15 ) This post was submitted by May Swan /IM [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
