http://www.antaranews.com/berita/1287654653/anggaran-jadi-tantangan-hubungan-suriname-indonesia

Anggaran Jadi Tantangan Hubungan Suriname-indonesia
Kamis, 21 Oktober 2010 16:50 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 


Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Suriname untuk Indonesia Ny. Angelic 
Caroline Alihusain - del Castilho mengatakan bahwa pihaknya masih menghadapi 
tantangan keterbatasan dana untuk meningkatkan hubungan Suriname-Indonesia.

"Kami harus menimbang atau memilih prioritas untuk meningkatkan hubungan kedua 
negara yang kegiatan-kegiatannya masih terbatas dan belum sesuai dengan apa 
yang kami harapkan," kata Dubes Caroline dalam wawancara dengan ANTARA di 
Kedutaan Besar Suriname, Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa anggaran yang terbatas menyebabkan aktivitas pertukaran 
antara pelaku bisnis dan mahasiswa, misalnya, belum berjalan maksimal.

Dalam wawancara itu, ia juga menyebutkan Suriname yang merupakan negara 
berkembang di Amerika Latin belum memiliki banyak perwakilan di luar negeri, 
tiga di antaranya di Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat.

Walau masih terbatas, ia mencoba meningkatkan hubungan bilateral kedua negara 
khususnya antara lain melalui kunjungan pejabat dan seniman, pameran di Jakarta 
atau di Paramaribo dan pembentukan kota kembar Kota Yogya-Commewijne.

Dubes itu juga berupaya menjembatani tantangan tersebut dengan berbagai hal 
antara lain menggunakan Internet untuk meningkatkan minat akan Indonesia di 
masyarakat Suriname atau sebaliknya karena keduanya memiliki ikatan budaya.

Menurut dia, hubungan bilateral selama ini berdasarkan ikatan antarmanusia 
karena 20 persen dari 500.000 penduduk Suriname merupakan keturunan Jawa. 

Etnis tersebut berasal dari migran pekerja asal Pulau Jawa 120 tahun lalu saat 
Suriname merupakan wilayah kolonial Belanda.

Kebanyakan budaya Jawa masih bertahan hingga sekarang dan sudah menjadi bagian 
yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Suriname yang multi budaya dan 
etnik.

Sejumlah warga keturunan Jawa menduduki posisi sebagai menteri, diplomat, 
pengusaha dan aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Selain itu Dubes Caroline menyebut produk-produk dari Indonesia seperti 
kosmetik, batik, teh dan mie instan telah cukup dikenal di kalangan masyarakat 
Suriname. 

"Namun produk dari Indonesia belum ada yang dapat dikirim langsung ke Suriname 
karena masih lewat pihak-pihak ketiga," kata Dubes itu.

Ketika ditanya soal statistik perdagangan kedua negara, ia mengaku belum 
memiliki angkanya karena kesulitan dalam mendata volume dan nilai perdagangan 
kedua negara. 

Di bidang pariwisata, katanya, turis Suriname masih fokus ke Eropa, terutama 
Belanda, tetapi pada 4-5 tahun terakhir mulai memperluas ke Amerika dan Asia.

Jarak yang jauh dan biaya yang tinggi merupakan tantangan untuk memajukan 
pariwisata setempat, tetapi Dubes Caroline menjelaskan Suriname membuat produk 
pariwisata bersama dengan negara-negara tetangganya ke dalam satu paket.

"Kami membuat produk bersama dengan Brazil, Venezuela dan Karibia untuk 
menyediakan satu paket wisata supaya turis dapat melancong ke tiga negara 
dengan biaya lebih murah," kata Dubes yang sudah hampir empat tahun di Jakarta.

Ia menjajaki kerja sama antara Suriname Airline dan Garuda untuk mempermudah 
layanan udara.

Di bidang pendidikan, sebanyak dua orang Suriname terdaftar sebagai mahasiswa 
yang belajar tarian di Bandung dan belajar ilmu kimia di Solo.

Namun sejauh ini belum ada mahasiswa Indonesia yang belajar di Suriname karena 
perbedaan bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Belanda, jelasnya.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke