Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr

yang sampai sekarang sudah dikunjungi  lebih dari  663 920 kali
 ===========================


Satu tahun pemerintahan SBY

didemo di 40 kota





Peringatan 1 Tahun Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, yang diadakan pada
tanggal 20 Oktober 2010 membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa
pemerintahan SBY-Budiono memang betul-betul sudah makin tidak populer,
sehingga berbagai ragam pernyataan kritis dan keras disuarakan secara
bertubi-tubi oleh banyak kalangan.



Dalam rangka peringatan ini berbagai pakar atau tokoh penting, dan banyak
organisasi massa telah mengeluarkan pendapat mereka tentang kegagalan
pemerintahan SBY-Budiono. Di antara organisasi-organisasi itu banyak yang
menuntut supaya SBY-Budiono mundur atau meletakkan jabatannya.



Mereka terdiri dari golongan yang berbeda-beda, seperti antara lain : Front
Oposisi Rakyat Indonesia, Gerakan Indonesia Baru, Petisi 28, Front
Perjuangan Rakyat, Bendera, PRP, KASBI, PRD, KPRD-RM,



Tetapi fenomena yang paling menonjol dalam peringatan satu tahun kabinet
SBY-Budiono ini  adalah besarnya dan luasnya demonstrasi-demonstrasi yang
dilakukan oleh mahasiswa di banyak kota di Indonesia.



Bukan hanya di kota-kota besar saja – seluruhnya lebih dari 40 kota !  --
berbagai kalangan mahasiswa sudah melancarkan aksi-aksi untuk melampiaskan
kemarahan mereka kepada Presiden SBY, bahkan sampai ke kota-kota kabupaten,
antara lain di Gorontalo, Lamongan, Bogor, Solo, Kupang, Makassar, Denpasar,
Pamekasan, Malang, Surabaya, Jember, Semarang, Purwokerto, Tasikmalaya, ,
Samarinda, Balikpapan, Palu, , Medan, Jambi, Lampung, Palembang, dll.



Fenomena yang penting  lainnya dalam aksi-aksi yang dilancarkan oleh
mahasiswa ini adalah ikut sertanya berbagai macam kalangan mahasiswa dari
golongan Islam, nasionalis, dan kiri (atau berhaluan sosialis), yang
tergabung dalam HMI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Gerakan Mahasiswa
Nasional Indonesia (GMNI), LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi),
PMKRI,



Generasi muda makin bersikap independen


Demonstrasi-demonstrasi yang dilancarkan oleh kalangan mahasiswa di
kota-kota yang sampai sebanyak itu menunjukkan bahwa sebagian besar generasi
muda bangsa kita sudah mengambil sikap yang makin independen dan juga makin
kritis terhadap para tokoh partai yang duduk dalam kabinet SBY dan DPR atau
lembaga-lembaga negara lainnya.



Menjauhnya (atau ketidak-tergantungannya) sebagian besar generasi muda
(dalam hal ini kalangan mahasiswa) dari kalangan partai-partai politik yang
duduk dalam koalisi pemerintahan SBY dan DPR (atau DPRD) adalah perkembangan
penting. Sebab, partai-partai yang menyokong pemerintahan SBY sudah
menunjukkan kualitasnya dan integritasnya, yang umumnya mengecewakan rakyat
banyak.



Jadi, kritik tajam terhadap banyak kebijakan presiden SBY, yang pada umumnya
memang megecewakan banyak orang, adalah hal yang wajar. Tetapi, dengan
mengkritik atau menghujat presiden SBY, sebenarnya mereka juga menyatakan
kemarahan mereka kepada partai-partai pendukung koalisi presiden SBY Ini
adalah fenomena yang penting dan menarik sekali, sebab sikap politik dari
sebagian besar generasi muda bangsa kita yang demikian itu menimbulkan
harapan bahwa hari kemudian bangsa kita tidak akan terus-menerus dikangkangi
oleh golongan-golongan yang mentalnya tidak pro-rakyat atau moralnya bejat
dan korup.



Dan lagi, bahwa kalangan mahasiswa yang tergabung dalam IMM (Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) ikut bicara keras
atau menyuarakan secara santer terhadap neo-liberalisme dan keterpurukan
ekonomi bangsa, dan juga menolak pemberian gelar pahlawan kepada Suharto,
adalah perkembangan yang amat penting dalam golongan Islam di Indonesia.



Sikap yang anti-neoliberalisme dan anti-pemberian gelar pahlawan kepada
Suharto yang ditunjukkan oleh generasi muda Islam adalah petunjuk penting
yang menandakan bahwa situasi di Indonesia sedang secara sedikit demi
sedikit memasuki masa-masa perubahan. Sikap generasi muda Islam yang
demikian ini, kalau dikembangkan terus akan merupakan sumbangan yang besar
sekali dalam perjuangan bangsa untuk mengadakan perubahan-perubahan besar
dan fundamental menuju Indonesia Baru,



Kepercayaan terhadap kepemimpinan SBY makin merosot



Aksi-aksi yang dilakukan oleh berbagai kalangan, terutama oleh kalangan
mahasiswa di banyak kota itu, mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap
kepemimpinan presiden SBY sudah makin merosot. Kenyataan bahwa kalangan
mahasiswa di Makasar mengadakan aksi-aksi besar-besaran  untuk menolak
kedatangan presiden SBY di kota itu adalah pukulan besar bagi seorang kepala
negara. Juga pembakaran atau dirobek-robeknya foto presiden SBY di berbagai
aksi-aksi adalah  inidikasi yang jelas tentang rendahnya martabat dan
kewibawaan presiden SBY di mata para demonstran.



Tayangan berbagai siaran televisi tentang aksi-aksi di banyak tempat itu
menyajikan gambar-gambar betapa besarnya dan kerasnya bentrokan-bentrokan
antara aparat keamanan dan demonstran. Juga kelihatan dalam
tayangan-tayangan itu betapa gigihnya sikap para demonstran,  yang dalam
aksi-aksi mereka itu membawa berbagai spanduk dengan macam-macam slogan anti
SBY. Ada juga tayangan televisi yang menyajikan demonstran-demonstran
menyanyikan lagu « Revolusi sampai mati ».



Kiranya bolehlah dikatakan bahwa aksi-aksi dalam rangka peringatan setahun
kabinet Indonesia Bersatu tanggal 20 Oktober itu termasuk gerakan yang
paling besar atau paling luas selama beberapa tahun terakhir ini. Dapat
diperkirakan bahwa aksi-aksi tersebut, sedikit banyaknya,  akan bisa membawa
dampak tertentu bagi perkembangan situasi di kemudian hari.



Paris,  22 Oktober 2010



A. Umar Said



= = = = =










[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke