Ulama Muslim Terbanyak Pindah Ke Kristen ???
Meskipun saya seorang Muslimah, tetapi saya akan memberi pandangan yang netral
yang betul2 apa yang ada dilapangan tanpa keberpihakan maupun tanpa tujuan
menyalahkan yang satu ataupun membenarkan yang lain dalam kaitannya persaingan
agama Kristen vs agama Islam diseluruh dunia maupun di Indonesia khususnya.
Islam paling mengutamakan dakwah2nya dengan mengetengahkan pindahnya umat
Kristen kedalam Islam, tapi kebanyakan mereka yang di iklankan ini hanyalah
figuran bukan benar2 umat Kristen meskipun ada satu dua yang benar2 tadinya
beragama Kristen dan pindah menjadi muslimin yang sengaja ingin mempromosikan
dirinya untuk tujuan business seperti halnya para penyanyi yang ingin lagu2nya
yang sudah usang itu dibeli oleh umat Islam. Jadi mereka yang masuk Islam
banyak sekali tujuannya, terutama dengan meningkatnya pendapatan ekonomi umat
Islam dibelahan dunia tertentu seperti Arab Saudia.
Namun tidak bisa disangkal, bukan cuma banyak umat Kristen yang masuk Islam,
justru sebaliknya umat Islam yang masuk Kristen juga lebih banyak lagi dengan
macam2 motif yang tidak selalu terkait agamanya saja.
http://www.youtube.com/watch?v=19FU7Yyx4D4&feature=related
Pindahnya umat Islam kepada agama Kristen kebanyakan bermotif menyelamatkan
diri karena memang dunia Islam itu sangatlah biadab penuh prejudice, sehingga
umat yang dicurigai murtad saja sudah cukup untuk kemudian ditemukan mati
dengan kepalanya terpisah dari badannya. Sekali dicurigai murtad maka si
muslimin akan secara diam2 mencari jalan selamat, dan hal ini biasanya mereka
berusaha minta bantuan kepada gereja2 Kristen dimanapun bisa mereka jumpai.
Urusannya bukan karena percaya Kristen melainkan sudah tidak bisa mempercayai
agama Islam sehingga dirinya terancam dituduh murtad dan dibunuh.
Jadi dengan membandingkan kondisi2 seperti ini maka tidak perlu diragukan kalo
ribuan bahkan jutaan umat Islam yang diam2 berusaha pindah masuk ke agama
Kristen se-mata2 mencari keselamatan terutama mereka yang berasal dari negara2
Syariah Islam itu sendiri.
Bukan cuma mereka yang dituduh murtad saja yang ingin mencari keselamatan, tapi
juga mereka yang dituduh berselingkuh meskipun tidak berselingkuh bisa
direkayasa berselingkuh se-mata2 untuk membunuh isterinya.
Hampir seluruh korban2 yang dituduh berselingkuh itu adalah isteri atau wanita,
dalam banyak hal sisuami sudah bosan dan tidak mencintai lagi isteri
pertamanya, dan ingin menikmati hidup yang lebih menyenangkan dengan isteri
keduanya yang membutuhkan dana uang yang lebih banyak, maka satu2nya jalan
adalah membunuh isteri pertamanya dengan cara menuduhnya berselingkuh sehingga
tidak perlu keluar duit untuk biaya perceraian selanjutnya. Namun secara
naluriah sang isteri juga sudah merasa dan mewaspadai hal ini karena banyak
sekali kasus2 seperti ini yang sudah bukan rahasia lagi dalam komunitas Islam
dimanapun anda temukan. Biasanya wanita2 atau isteri2 yang bernasib seperti
ini juga cuma bisa mencari pertolongan dari gereja2 Kristen untuk diselamatkan
keluar dari komunitas ini atau akhirnya mati dipenggal ataupun secara resmi
dirajam.
Di-negara2 Syariah sangatlah sukar untuk seseorang bisa terbang keluar
negaranya. Negara Syariah ibaratnya sebuah kerangkeng penjara bagi bangsanya.
Mereka yang bisa terbang keluar negeri hanyalah mereka yang jadi pejabat2
penting negara, pebisnis, atau ulama2 yang terkenal yang kesemuanya ini diberi
izin khusus.
Kalo dinegara Demokrasi atau Sekuler itu anda dengan mudah menghitung siapa
yang beragama Islam, Hindu, Buddha, atau Kristen tapi tidak gampang menghitung
jumlah umat2 tsb di-negara2 Syariah karena dalam negara Syariah dilarang
menganut agama lain selain Islam yang dianut sesuai aliran Islam yang dianut
negaranya. Jadi meskipun ada yang diam2 menganut agama Kristen tetapi kepada
masyarakat mereka ber-pura2 beragama Islam. Hal ini juga terjadi pada keluarga
Abdul Rahman di Afghanistant yang sudah 13 tahun menganut agama Kristen tanpa
diketahui oleh orang2 dilingkungannya sendiri. Rahasia Abdul Rahman baru
terbongkar sewaktu ada tetangganya menyaksikan Abdul Rahman hadir digereja
didalam kedutaan asing pada hari Minggu. Akibatnya Abdul Rahman dipenjarakan
untuk dipenggal kepalanya, namun presiden Karzai atas tekanan UN mengizinkan
Abdul Rahman untuk keluar negaranya mendapatkan suaka politik di Inggris.
Tentu ini cuma satu contoh saja yang kebetulan masuk dalam pemberitaan, tetapi
ada jutaan umat Islam yang mati karena tidak berhasil mendapatkan keselamatan
keluar negeri mendapatkan asylum dinegeri yang demokrasi.
Jadi janganlah heran kalo di-negara2 Syariah itu kalo suatu waktu diberi
kebebasan memilih semuanya memilih keluar dari Islam untuk memilih agama apa
saja asal bisa selamat tidak terbunuh terlepas mau percaya atau tidak percaya
yang penting selamat jiwa raganya. Bukan cuma 50% rakyatnya tapi bisa lebih
dari 75% rakyatnya yang akan memilih untuk menjadikan negaranya menjadi negara
Demokrasi bukan negara Syariah Islam.
Namun negara seperti Australia yang menampung pelarian2 dari seluruh negara2
Syariah sekarang mengalami problema yang berat karena para pelarian2 ini malah
generasi2 penerusnya menjadi lebih fanatik Islam daripada orang tuanya. Mereka
tidak pernah mengalami system repressive dari Syariah Islam yang menyebabkan
orang tuanya menjadi pelarian. Ulama dan imam2 dari negara2 Syariah sengaja
melakukan kunjungan untuk khotbah2 di-mesjid2 di Australia untuk membrainwash
generasi muda yang tidak pernah mengalami betapa buruknya Syariah Islam
dinegara orang tua mereka dulu. Mereka dibrainwash oleh para ulama tentang
musuh2 Islam sehingga mereka membenci negara dimana mereka sekarang menetap,
sehingga mereka membentuk pasukan2 teroris Jihad Islam seperti yang mereka bisa
baca dalam AlQuran-nya.
Akibat pengacauan2 dari generasi Islam yang di brainwash para ulama dan imam
negara2 Syariah ini akhirnya Australia mengusir para ulama dan para imam ini
dan juga menghentikan visa kunjungan mereka ke Australia. Sekarang ini
Australia sudah tertutup bagi semua pendatang maupun pengunjung dari negara2
Syariah Islam terutama ulama2 dan imam2 yang bermaksud berkhotbah di mesjid2
diseluruh benua Australia. Pemerintah Australia telah banyak mengusir, dan
mencabut visa para pengunjung negara Syariah yang melakukan gerakan2 teroris
maupun mereka yang dicurigai. Banyak para terorist yang tertembak mati dan
yang dipenjarakan.
Sebaliknya, mereka yang kemudian masuk agama Kristen di Australia jumlahnya
lebih banyak lagi meskipun dalam hal ini tidak pernah dipromosikan di-koran2
demi keselamatan mereka sendiri meskipun di Australia sendiri. Karena
kelompok2 teror jihad Islam itu sendiri juga sudah merembas masuk ke Australia.
Di Indonesia sendiri, terjadi pembakaran begitu banyak gereja2 juga membuktikan
bahwa terjadi konversi besar2an umat Islam yang masuk Kristen sehingga membuat
berang umat Islam disekitarnya yang mayoritas. Jadi pembakaran gereja2 itu
bukanlah tanpa sebab melainkan karena adanya ancaman sehingga umat Islam tidak
punya pilihan selain memusnahkan pusat2 pemurtadan itu sendiri. Banyak gereja2
yang sengaja mem-bagi2kan Supermie untuk kemudian ber-duyun2 umat Islam yang
mendambakan supermie ini sambil pura2 minta Supermie untuk kemudian menyelinap
minta masuk ke agama Kristen yang lebih banyak menolong masyarakat daripada
Islam yang justru lebih paham menyebarkan hukuman dan ancaman2 pembunuhan.
Jadi Supermie itu sendiri bukanlah penyebab pindahnya masyarakat muslim ke
Kristen, melainkan Supermie itu hanyalah pembuka jalan yang memberi kesempatan
masyarakat Islam untuk kontak dengan pemuka2 Gereja ybs. Karena kalo cuma
Supermie saja tidaklah ada artinya, makan sebungkus juga tidak kenyang, dan
sejam kemudian lapar lagi.
Tidak semua umat Islam yang berani terang2an pindah ke agama Kristen, banyak
diantara umat Islam sendiri meskipun tidak pindah ke agama Kristen tetapi
didalam hatinya bersimpati kepada agama Kristen. Jadi jangan heran kalo ada
usaha2 pembakaran Gereja Kristen, jauh sebelum dibakar para pemuka Kristen
sudah mendapatkan pemberitahuan rahasia ini dari umat Islam yang bersimpati.
Demikianlah, kebanyakan gereja2 Kristen ini memahami kehidupan umat Islam itu
sendiri dan sangat bersimpati kepada mereka tanpa mereka perlu masuk agama
Kristen. Oleh karena itu, semua gereja2 Kristen di Indonesia tidak bisa
memutuskan apalagi mencurigai umat Islam, mereka malah yakin sebagian umat
Islam bersimpati kepada agama Kristen meskipun mereka tetap beragama Islam.
Tidak bisa kita mengabaikan bahwa pendirian gereja2 Kristen yang mewajibkan
izin masyarakat setempat dalam banyak kejadian berhasil didapatkan oleh gereja2
Kristen ini, peraturan yang diskriminatif ini tidak menghalangi gereja2 Kristen
diseluruh Indonesia. Inipun membuktikan bagaimana pandangan masyarakat Islam
kepada agama Kristen, mereka bukan anti pati tetapi justru bersimpati. Hal
inilah yang menyebabkan MUI merasa berdirinya gereja2 Kristen ini menjadi
ancaman sehingga secra rahasia mereka mengirimkan ulama2nya untuk menghimpun
umat baik lokal maupun dari luar wilayah itu untuk membakari gereja2 ybs atau
menghimpun masyarakatnya untuk menolak berdirinya gereja2 ini.
Sebagai seorang muslimah, saya harus mengakui bahwa tanpa campur tangan
pemerintah dan MUI, agama Kristen dan agama2 non-Islam akan berkembang pesat
dengan segera menggantikan agama Islam yang sekarang dipaksakan untuk menjadi
mayoritas. Secara filosofis ajaran pun Islam sangat ketinggalan dibandingkan
kepercayaan2 lokal yang sudah berakar dimasyarakat Indonesia selama ribuan
tahun. Dengan kata lain, Islam sebenarnya merupakan agama yang dipaksakan
kepada bangsa Indonesia. Bahkan Islam yang masuk yang pertama kali
diperkenalkan oleh Wali Songo bukanlah Islam yang kita kenal sekarang melainkan
Islam yang sekarang mayoritas sebagai Kejawen yang justru dilarang, dimusuhi
dan dibunuhi para penganutnya secara rahasia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/