Tafsir Al-Quran Itu Bukanlah AlQuran Tapi Disebut Hadist
Setiap aliran Islam tentunya memiliki kitab suci yang meskipun sama nama kitab
sucinya tapi belum tentu sama isinya. Meskipun sama isinya, belum tentu sama
tafsirnya. Meskipun sama tafsirnya, belum tentu sama dalam implementasinya
atau pelaksanaannya, meskipun sama dalam implementasinya tapi belum tentu sama
target atau korban2nya.
Jadi meskipun sama2 namanya Islam meskipun sama2 namanya AlQuran, tetapi
dibelakangnya ada 1001 hal2 yang tidak sama didalam kesamaan2 yang dikatakan
itu.
Kalo anda cuma menyebut Al-Quran, maka itu artinya bukan satu kitab suci agama
Islam saja, karena yang dinamakan kitab suci dalam Islam itu ada dua yaitu
kitab mantera-nya dan tafsirnya.
Kitab mantera dalam Islam secara umum oleh umatnya disebutnya Al-Quran tapi
isinya memang cuma mantera2 yang dulu jauh sebelum lahirnya nabi Muhammad sudah
ada dan digunakan sebagai bacaan2 untuk mengusir setan dan roh2 pengganggu.
Barulah kemudian setelah lahirnya nabi Muhammad yang membawa agama baru yang
dinamakannya Islam, maka kitab2 mantera yang sudah lama yang memang bukan
barang baru oleh penganutnya dinamakan Al-Quran. Nama Quran itu sendiri
sebenarnya juga bukan nama baru karena terjemahannya dalam bahasa Indonesianya
hanyalah "berita". Tapi karena kemudian mantera2 ini dijadikan kitab suci,
maka ditambahkan artikel "Al" yang artinya bisa "suci", atau "khusus", atau
sebagai article dalam kualifikasi sebagai grammar-nya saja.
Jadi, Islam yang diturunkan nabi Muhammad membawa ajaran baru tapi bukan kitab
suci yang baru. Untuk tidak mendapat tentangan masyarakatnya waktu itu, maka
kitab suci mantera2 ini tetap dipakai tetapi disertai dengan tafsir2nya yang
dinamakan "Hadist". Jadi ciri2 agama Islam dan berbagai aliran2nya itu bisa
anda pastikan bentuknya dari "Hadist"nya atau tafsir2nya ini sedangkan yang
disebut kitab mantera2 itu dianggapnya kitab utama dari Islam.
Atas dasar2 inilah, kalo anda menyebutkan hanya Al-Quran itu saja, maka artinya
kedua kitab tsb yaitu kitab mantera (alquran) dan Hadistnya. Tidak pernah ada
AlQuran tanpa Hadist, dan sebaliknya tidak pernah ada Hadist tanpa AlQuran.
Keduanya adalah satu set kesatuan yang kita namakan Alquran. Hal inilah yang
lalai dipahami oleh semua para ulama maupun para pemuka2 Islam diseluruh dunia.
Juga kebanyakan muslimin di Indonesia dan didunia alpa tidak mengerti artinya
tafsir, bahkan para ulama menganggap tafsir itu sama sebagai definisi atau
penjabaran dari ayat2 dalam Quran itu.
Padahal arti "tafsir" itu asalnya dari bahasa Arab yang maknanya sama dengan
tebak2an. Tebak2an ini memang tidak selalu berarti berjudi, tetapi dalam
banyak hal diartikan berjudi meskipun Islam sendiri anti-judi tetapi banyak
menggunakan cara2 berjudi dalam memahami kitab suci ajaran agamanya.
Kalo agama Kristen, Hindu, Buddha, animisme dan agama2 lainnya lebih banyak
menggunakan perumpamaan2 atau symbol2 dalam ajaran agamanya, sebaliknya, Islam
mempraktekkan agamanya dengan cara tebak2an. Padahal tebak2an itu bukanlah
kepastian tetapi artinya ketidak pastian, AKIBATNYA umat Islam selalu gontokan
saling mencurigai sampai saling membunuh satu sama lainnya hanya karena mereka
menebak secara berbeda. Hal inilah yang tidak ada dalam agama lainnya. Tidak
ada agama didunia diluar Islam yang memiliki kitab suci bersama tebak2an
sebagai pemahaman ajaran agamanya.
> Ahmad Wadud <ahmadwa...@...> wrote:
> Ibu Mus.. SAYA AHMADIYAH... Jangan
> Sok Tahu deh...
> This is out of topic..
Betul, isi tulisan anda itu "out of the topic", karena dari judulnya maka jelas
isi tulisan saya itu menekankan mengubah atau menghapus ayat2 Quran yang bisa
tafsirnya macam2 yang kemudian bisa menghalalkan dibakarnya mesjid2 Ahmadiah,
dijarahnya harta benda umat Ahmadiah, pembakaran gereja2, pemerkosaan massal
amoy2, dan kewajiban teror2 jihad Islamiah diseluruh dunia.
Kalo kemudian anda menyanggah tulisan saya dengan menyatakan diri anda itu
adalah umat Islam Ahmadiah yang notabene sama sekali bukan fokus dari tulisan
saya, tentunya tidak perlu saya panjang lebar mengkomentarinya, karena "Out of
the topic".
Anda sebagai umat Islam Ahmadiah hanyalah korban, yaitu korban permainan tafsir
dari ayat2 AlQuran itu sendiri.
Tafsir itu dari bahasa Arab sedangkan bahasa Indonesianya kira2 disamakan
dengan tebak2an. Dan semua orang Indonesia paham, bahwa tebak2an itu tidak ada
yang benar, kalopun kelihatannya ada yang benar bukan berarti benar tetapi
kebetulan benar. Oleh karena itu, bangsa Indonesia tidak pernah percaya atau
suka main tebak2an karena sama dengan berjudi.
Lain dengan orang Arab, hidupnya dari dulu memang dari main tebak2an semata,
sehingga sewaktu lahir agama Islam dan kemudian AlQuran-nya, maka budaya
tebak2an ini nomor satu digunakan sebagai petunjul yang disebutnya sebagai
"tafsir". Jadi sebenarnya "tafsir" dari bahasa Arab ini enggak ada terjemahan
yang pas persis kedalam bahasa Indonesianya, juga kedalam bahasa asing dari
negara2 maju diseluruh dunia dikarenakan tebak2an ala "tafsir" ini memang tidak
digunakan secara umum melainkan dianggap sebagai "penipu" atau "tipuan" yang
secara moral dianggap "Unethical".
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/