Refleksi : Agaknya  impor ini akan dipakai sebagai salah satu alasan untuk 
memperkuat investasi Bin Laden Groups membuka ladang pertanian di sekitar 
Merauke, sekalipun proyek ini guna memproduksi bahan makanan (beras) buat Arab 
Saudia.


http://us.detikfinance.com/read/2010/10/23/135433/1473046/4/impor-beras-dari-vietnam-ri-memalukan?f9911023


Sabtu, 23/10/2010 13:54 WIB

Impor Beras dari Vietnam, RI Memalukan
Wahyu Daniel - detikFinance 



Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk kembali melakukan impor beras sebanyak 
300 ribu ton dari Vietnam. Namun sebagai salah satu negara produsen beras, 
memalukan jika Indonesia masih harus terus mengimpor beras.

Hal ini dismapaikan oleh Anggota Komisi IV Rofi Munawar dalam siaran pers 
kepada detikFinance, Sabtu (23/10/2010).

"Ironis memang ketika Angka Ramalan II BPS memperkirakan produksi padi mencapai 
65,15 juta ton atau setara dengan 38,3 juta ton beras. Kebutuhan nasional untuk 
tahun 2010 mencapai 32,7 juta ton bisa diartikan ada surplus 5,6 juta ton, alur 
logika inilah yang tidak nyambung ketika produksi beras nasional surplus namun 
impor tetap dilakukan," tuturnya.

Menurut Rofi, Bulog seakan tidak bekerja serius, padahal Inpres No. 07 Tahun 
2009 memberikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) maksimal di tahun 2010 pada 
angka Rp 5.060, dengan HPP itu seharusnya Bulog dapat berkompetisi secara lebih 
progresif guna menjemput beras dari petani.

"Harus ada evaluasi yang sangat besar dan mendasar kepada kinerja Perum Bulog 
sebagai pelaksana program subsidi pangan, bukan tidak mungkin anggaran serta 
fungsi yang selama ini di jalankan oleh Bulog secara bertahap dipindahkan 
kepada BUMN lain yang memungkinkan memiliki performance kerja yang lebih baik," 
kata Rofi.

Ancaman terhadap adanya permainan jual beli yang bisa menjatuhkan harga beras 
nasional perlu diwaspadai, apalagi Kementerian Perdagangan dan Bulog sangat 
fleksibel dan tidak memberikan kuota maksimal terhadap berapa besaran impor 
beras yang akan dilakukan, hal ini bisa menyebabkan overstock.

(dnl/dnl) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke