Refleksi : Pokoknya ada kambing, sapi, doba, ayam  disembelih untuk bikin gulai 
dan sate,, perbedeaan hari tidak begitu penting, karena kalau tiap hari makan 
daging juga baik untuk gizi  penduduk dari pada cuma setahun sekali. 


http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=73176:kemenag-akui-ada-kemungkinan-perbedaan-idul-adha&catid=3:nasional&Itemid=128


      Kemenag Akui Ada Kemungkinan Perbedaan Idul Adha        

      Jakarta, (Analisa)

      Kementerian Agama mengakui adanya kemungkinan perbedaan hari merayakan 
Idul Adha antara ormas Islam tahun ini, namun dengan intensifnya pertemuan 
antarormas Islam, diharapkan perbedaan itu bisa disatukan.

      "Kami berharap perbedaan metode penetapan tanggal ini bisa disatukan," 
kata Dirjen Bimas Islam Prof Dr Nasaruddin Umar mengemukakan hal itu kepada 
wartawan di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat sore.     

      Pihaknya akan menggelar sidang itsbat (penetapan) awal bulan Dzulhijjah 
1431 Hijriyah pada 6 November 2010 untuk mengetahui kapan Hari Raya Idul Adha 
10 Duzlhijjah.
      "Pada hari itu akan dilakukan rukyatul hilal sekaligus rapat Badan Hisab 
Rukyat (BHR) penentuan Idul Adha," kata Nasaruddin didampingi Sekretaris Ditjen 
Bimas Islam Muhaimin Luthfi, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah 
Rohadi Abdul Fatah, Direktur Penerangan Islam Ahmad Djauhari, Direktur 
Pemberdayaan Zakat Abdul Karim dan Direktur Wakaf Mashudi.

      Menurut dia, sudah empat tahun ini umat Islam di Indonesia selalu memulai 
puasa Ramadan dan merayakan hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha secara 
bersamaan, kecuali ada sekelompok kecil pengikut tarekat yang merayakannya pada 
tanggal yang berbeda. "Selama empat tahun ini tidak ada lebaran ganda," kata 
Nasaruddin.

      Namun tahun ini, ujar dia, posisi hilal di sebagian Indonesia masih di 
bawah ufuk dan sebagian lain di atas ufuk tapi di bawah dua derajat, posisi ini 
kritis bagi terjadinya perbedaan, khususnya karena metode dua ormas Islam besar 
di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam menentukan Idul Adha 
tidak sama. 

      "NU berpedoman rukyat sebagai metode utama, sedangkan hisab sebagai 
konfirmasi. Sebaliknya Muhammadiyah, metode hisab sebagai metode utama dan 
rukyatul hilal sebagai konfirmasi," jelas Nasaruddin.

      Dikatakannya, Muhammadiyah menurut kalender hisab organisasi ini telah 
menetapkan 1 Dzulhijjah 1431H jatuh pada hari Ahad pada 7 November 2010. Dengan 
demikian Muhammadiyah memutuskan 10 Dzulhijjah jatuh pada hari Selasa, 16 
November.

      Sementara menurut NU, penentuan awal bulan harus dilakukan dengan rukyat, 
meski untuk di bawah dua derajat, hilal akan sulit terlihat sehingga potensi 
berbeda pendapat ada, ujar Dirjen. Ia mengatakan, pihaknya berupaya 
mempertemukan ormas-ormas Islam agar masalah perbedaan hari raya tidak 
berkembang lebih luas di masyarakat.  "Lebaran itu sunnah, menyatukan umat itu 
wajib," tandasnya.  (A 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke