http://www.pikiran-rakyat.com/node/125678

Merapi Meletus karena Mengawini Gunung Ciremai? 
Rabu, 27/10/2010 - 19:15 
 
TOTO SANTOSA/"PRLM"

MELETUSNYA Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY yang ditandai dengan 
menyemburkan awan panas, tidak berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Ciremai di 
Kab. Kuningan.* 
KUNINGAN, (PRLM).- Hanyalah mitos meletusnya Gunung Merapi di perbatasan Jawa 
Tengah dan DIY yang ditandai dengan menyemburkan awan panas sejak Selasa 
(26/10)l, karena kawin dengan Gunung Ciremai di Kab.Kuningan, sehingga 
menyebabkan suhu udara di Kuningan menjadi ekstrem antara 26-32 derajat 
Celcius. 

"Ah itu hanyalah mitos kalau ada masyarakat yang menyebutkan meletusnya Gunung 
Merapi (disebut sebagai laki-laki) setelah kawin dengan Gunung Ciremai, 
sehingga suhu udara di Ciremai pun menjadi ekstrem. Tidak ada hubungannya sama 
sekali. Sedangkan naiknya suhu udara dari rata-rata 24-27 derajat C menjadi 
26-32 derajat C akibat anomali cuaca sepanjang tahun 2010," ujar Maman, yang 
sejak 1985 bertugas sebagai pengamat gunungapi di Pos Pengamatan Gunungapi 
Gunung Ciremai, yang ditemui "PRLM" di Sampora Kec.Cilimus, Kab.Kuningan, Rabu 
(27/10).

Kondisi Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat (3.080 
meter di atas permukaan laut), sampai saat ini masih dinyatakan aktif normal. 
Namun, bagi para pengamat gunungapi khususnya Gunung Ciremai perlu lebih 
berhati-hati apabila sewaktu-waktu terjadi letusan yang besar, karena makin 
lama istirahat kemungkinan besar energi yang terkandung dalam magma makin 
banyak terkumpul.

Pos Pengamatan Gunungapi Gunung Ciremai di daerah Sampora tersebut, berada di 
bawah naungan Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral Badan Geologi Pusat 
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Secara bergiliran, para petugas 
melakukan pengamatan kegempaan dan aktifitas Gunung Ciremai dan memantau secara 
terus menerus dengan menggunakan metoda Seismik. 

Peralatan pemantau kegempaannya, menggunakan Radio Telemetri Seismograf (RTS) 
dan sensor yang digunakan untuk mendeteksi gempa berupa Seismometer yang 
dipasang di tubuh Gunung Ciremai, pada ketinggian 937 meter di atas permukaan 
laut atau sekira 5 km dari puncak Ciremai. Sedangkan penerimanya atau 
rekamannya ditempatkan di Pos PGA (Pengamatan Gunungapi) Desa Sampora.

Meletusnya Gunung Merapi dengan segala aktivitasnya, kata Maman, tidak 
terpantau atau tidak terekam oleh peralatan yang ada di Ciremai, karena memang 
kalau kejadian vulkanik memiliki dapur magma masing-masing di setiap gunung. 
Tapi, alat yang dipasang di Ciremai itu mampu mendeteksi juga kejadian gempa 
tektonik. 

"Kalau ada getaran atau gempa vulkanik dari Gunung Ciremai langsung tercatat 
atau terekam. Bahkan, saat terjadi gempa tektonik tsunami di Aceh maupun gempa 
di Yogyakarta beberapa tahun lalu, alat di Ciremai mencatatnya dengan jelas," 
katanya.

Maman mengakui, terakhir meletus Gunung Ciremai terjadi pada tahun 1938 dengan 
masa istirahat yang panjang yakni 72 tahun, memaksa para pengamat gunungapi 
untuk lebih ekstra hati-hati lagi apabila sewaktu-waktu terjadi letusan yang 
besar. Ada empat level (tingkatan) pada situasi dan kondisi di setiap gunung, 
yakni: 1. Aktif normal, 2. Waspada, 3. Siaga dan 4. Awas (gunung sudah 
meletus). 

Gunung Ciremai merupakan gunung api soliter dengan kawah ganda (barat dan 
timur) dengan radius 600 meter dan kedalaman 250 meter. "Kondisinya sampai 
sekarang masih aktif normal," kata Maman. (A-164/das)***


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke