(Dengan tidak mengurangi simpati yang mendalam kepada korban Tsunami di Mentawai dan Merapi di Yogyakarta, saya menulis ini sekadar untuk bahan perenungan.)
Bencana demi bencana melanda negeri ini. Sekarang kita dihadapkan pada dua bencana besar yang menyayat hati, Merapi dan Mentawai. Sulit dibayangkan dahsyatnya bencana tersebut, di Mentawai 300 orang mati disapu Tsunami setinggi pohon kelapa yang dalam sekejap meluluh-lantakan bangunan ditepi pantai. Di lereng Merapi, awan panas bersuhu 700 derajat celcius dengan kecepatan 100 km/jam membuat gosong apapun yang dilewatinya. Hampir setiap menit televisi menyiarkan dan mengulang-ulang berita bencana tersebut sampai hati ini baal rasanya. Setiap kali saya melihat televisi, setiap kali itu pula saya melihat orang-orang berteriak minta tolong. Minta tolong kepada Tuhan... Saya bertanya-tanya, mengapa tidak terbesit satu pertanyaan pun pada diri mereka: Apakah Tuhan Maha Kuasa? -Bila Tuhan Maha Kuasa, maka Dia berkuasa atas bencana. -Bila Tuhan berkuasa atas bencana, maka Tuhan tidak mencegah bencana itu terjadi. -Bila Tuhan tidak mencegah bencana itu terjadi, mengapa kita masih berteriak minta tolong kepada Dia? Apakah sebenarnya Tuhan Mampu dan Ingin mencegah? -Lalu kenapa bencana tersebut masih juga terjadi? -Lalu kenapa bila Tuhan mampu Tuhan hanya menyelamatkan segelintir nyawa dan mengorbankan nyawa yang lainnya? Ataukah Tuhan Tidak Mampu dan Tidak Ingin? -Maka Tuhan tidak Maha Kuasa. -Lalu kenapa anda masih memanggilnya "Tuhan"? Bagi yang suka dengan kata-kata semua itu adalah "RENCANA TUHAN", maka mengapa anda masih mencoba menolong mereka bila Tuhan sendirilah yang merencanakan mereka mendapat musibah? Ini adalah pertanyaan lingkaran setan. Pertanyaan ini akan berputar-putar terus tanpa ada jawabannya. Satu jawaban akan melahirkan pertanyaan baru, begitu seterusnya, sehingga orang yang dihadapkan pada pertanyaan ini pada akhirnya akan menjawab dengan pasrah: semua sudah RENCANA TUHAN. Bahwa pikiran Tuhan terlampau tinggi untuk dapat dimengerti oleh manusia. Benarkah demikian? Tidak. Sebenarnya pertanyaan tersebut berputar-putar terus hanya karena satu sebab: TUHAN. Bila kata 'Tuhan' kita hilangkan, maka jawaban atas pertanyaan tadi perlahan mulai muncul, bahwa bencana alam adalah peristiwa alam yang lumrah terjadi tanpa ada sosok apapun yang ada dibelakangnya. Dengan kata lain tidak ada satu sosok pun yang merencanakan terjadinya sesuatu, pada alam ini dan pada diri kita. Merapi meletus karena kubah lava yang terbentuk ambrol sehingga lava pijar keluar, tsunami terjadi karena gempa pada kedalaman dangkal 10 km. Alam bekerja sedemikian rupa membentuk lingkaran sebab dan akibat tanpa ada sosok lain yang menginterupsi. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
