http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/tata-kelola-dan-pertumbuhan-tak-berkorelasi/

Jumat, 29 Oktober 2010 14:27 

Tata Kelola dan Pertumbuhan Tak Berkorelasi 
OLEH: FAISAL RACHMAN



Jakarta - Tata kelola ekonomi daerah ternyata tidak banyak berkontribusi bagi 
pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Pengelolaan perekonomian daerah yang selama ini dianggap benar justru dinilai 
tidak berkorelasi dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi.

     
Demikian ringkasan hasil studi yang  dilakukan peneliti Institute of 
Development Stu­dies (IDS) dari Universitas Sussex, Inggris, Neil McCulloch. 
Studi yang dila­kukan pada 2008 itu menguji sembilan indikator tata kelola 
ekonomi daerah yang dikeluarkan Komite Pemantau Pelak­sanaan Otonomi Daerah 
(KPPOD).


Indikator yang dihasilkan melalui survei yang dilakukan pada 12.000 perusahaan 
dan 729 asosiasi bisnis di 243 kabupaten/kota itu antara lain akses dan 
kepastian lahan, perizinan usaha, dan interaksi pemda dengan pelaku usaha. 
Kemu­dian, program pengembangan usaha, kapasitas dan integritas kepala daerah, 
pajak dan re­tribusi daerah, pengelolaan infrastruktur, keamanan dan resolusi 
konflik, serta peraturan daerah."Kami secara konsisten menemukan, pada berbagai 
metodologi dan data, bahwa hanya sedikit atau tidak ada hubungan signifikan 
antara indikator tata kelola perekonomian daerah dengan kinerja pertumbuhan 
ekonomi," kata Neil, saat memaparkan hasil studinya dalam seminar "Tata Kelola 
Ekonomi Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi," di Hotel Borobudur, Kamis (28/10).


Menurutnya, hasil studi tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya, banyak literatur 
perbandingan antarnegara me­nunjukkan, negara yang memiliki tata kelola 
pemerintahan yang lebih baik justru yang dapat tumbuh lebih cepat. "Hanya, 
indikator infrastruktur yang menunjukkan korelasi positif dengan pertumbuhan 
ekonomi," imbuhnya.


Direktur Eksekutif KPPOD Agung Pambudhi menambahkan, hasil studi IDS menegaskan 
bahwa banyak daerah yang belum memiliki tata kelola yang baik. Ia memperkirakan 
hanya sekitar 10 persen daerah yang berhasil memerbaiki tata kelolanya.  "Hasil 
studi ini me­nunjukkan bukti, dalam pe­ngertian tertentu rata-rata dae­rah kita 
belum bisa menunjuk­kan tata kelola ekonomi daerah yang belum baik. Menurut 
saya, tidak lebih dari 10 persen kabupaten/kota yang ada di indonesia yang 
sudah baik, semisal Tarakan, Solo, Sragen, dan Sidoarjo," papar Agung.
    
Hanya Komitmen Politik
Deputi Bidang Industri dan Perdagangan Kementerian Koor­dinator (Kemenko) 
Per­ekonomian Edy Putra Irawadi menegaskan, mayoritas pembangunan infrastruktur 
di Indo­nesia hanya menjadi peme­nuhan komitmen politik. n


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke