Refleksi : Tak usah dihebohkan karena DPR adalah singkatan dari "Dewan Penipu 
Rakyat", jadi jangan menuntut yang bukan-bukan dari anggota dewan ini, sebab 
pekerjaan mereka ialah untuk menipu rakyat. 

http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/dpr-mati-rasa-terhadap-kritik-rakyat/

Jumat, 29 Oktober 2010 13:44 

DPR Mati Rasa terhadap Kritik Rakyat
OLEH: NINUK CUCU SUWANTI



Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai telah mati rasa 
terhadap kritik rakyat terkait studi banding ke luar negeri. 

     
Oleh karena itu, Ketua DPR Marzuki Alie perlu segera membenahi mekanisme 
kunjungan sehingga citra institusi DPR terselamatkan.


Demikian dikemukakan pe­ngamat politik dari Lem­baga Survei Indonesia, 
Bur­hanuddin Muhtadi, menyikapi ulah Komisi V ke Italia kepada SH di Jakarta, 
Kamis, (28/10). "Pe­rilaku anggota DPR yang tetap ngotot pergi studi banding ke 
luar negeri dan tak mengindahkan kritik dari rakyat itu mengartikan ang­gota 
Dewan sudah mati rasa de­ngan kritik publik," tegas Burhanuddin Muh­tadi.


Menurutnya, pemimpin DPR dan fraksi-fraksi bisa bersikap tegas terhadap 
perilaku anggota Dewan itu. Caranya dengan mengatur ulang mekanisme yang lebih 
transparan soal kunjungan studi banding ke luar negeri dalam rapat paripurna. 
Di rapat paripurna tersebut, setiap anggota DPR harus mengemukakan alasan 
pilihan ne­gara, anggaran, termasuk me­minta pertimbangan pengamat hingga uji 
publik. Kebijakan ini pun harus segera direalisa­sikan guna menyelamatkan citra 
DPR. 
"Ini demi menyelamatkan institusi. Kalau tidak, itu artinya bukan hanya 
legitimasi anggota DPR yang bangkrut, tapi pemimpin DPR dan fraksi juga sudah 
berkontribusi un­tuk membuat citra DPR me­rosot," katanya. Dengan mekanisme 
baru itu pula, anggota DPR yang mendapat izin sesuai me­ka­nisme harus 
melaporkan hasil kunjungannya, termasuk ang­garan secara tranparan. "Ini 
penting sebagai bentuk tanggung jawab anggota DPR dan pertanggungjawaban pada 
rakyat," imbuhnya


Dia menambahkan, perilaku anggota DPR yang kerap menjadikan alasan ke luar 
negeri sebagai dasar membahas RUU tidak berbanding lurus dengan hasil 
legislasi. Hingga kini, dari 70 target prolegnas, hanya delapan UU yang 
berhasil dilahirkan. Apalagi, jika dilihat, negara tujuan studi banding sangat 
mencerminkan tujuan pelesiran."Ini kan sama saja dengan menghina kecerdasan 
publik. Contohnya Komisi V yang ke Italia membahas RUU Rumah Susun. Kenapa 
mereka nggak ke Singapura atau Hong Kong? Kenapa mesti ke Italia? Ini cermin 
jelas bahwa anggota DPR hanya punya tujuan untuk pelesiran," paparnya.

Arogansi
Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Dipo­negoro (Undip), Warsito, 
ber­pendapat sebaiknya anggota DPR segera menghentikan tindakannya yang 
terkesan bagi-bagi jatah pelesiran. Jika tidak, anggota DPR membuktikan telah 
melakukan arogansi ke­kuasaan dengan semena-mena membodohi rakyat. "Mereka 
harus segera menghentikan perilaku seperti ini karena secara idealisme wakil 
rakyat yang bertugas di parlemen itu berjuang untuk kepentingan rakyat bukan 
membodohi rakyat," ujarnya


Ia pun mengatakan, DPR segera mengatur kembali me­kanisme kunjungan studi 
banding. Salah satu caranya dengan mengatur kunjungan sesuai dengan skala 
prioritas yang melibatkan pemerhati dari kaum intelektual. Dengan demikian, 
target negara yang dituju anggota DPR memang sesuai dengan kebutuhan dalam 
kepentingan mengha­silkan UU yang berkualitas. "Se­baiknya untuk target 
ne­gara, DPR melibatkan pemerhati dari kaum intelektual untuk membantu bekerja 
ber­dasarkan skala prio­ritas," tutupnya. n


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke