FREE E-BOOKS
Jawaban 111 KONTRADIKSI ALKITAB Perjanjian Lama
Jawaban 155 KONTRADIKSI ALKITAB Perjanjian Baru
101 Penjelasan tentang TUDUHAN KONTRADIKSI dalam ALKITAB
Perang Suci - Oleh Abd Al Masih
Secrets Behind Burqa - Oleh Rosemary Sookhdeo
Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
Ilusi Negara Islam - Editor Gus Dur
Mutiara Dari Surga - 1
The Truth About Muhammad - by Robert Spencer
Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros
Islam Reviewed oleh M. Ali
The Hidden Life of Prophet Muhammad By Dr. A.A. Ahmed
Rahasia Jalan Yang Lurus
Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik oleh Ali Sina
Inilah Ismael (Here Comes Ishmael) oleh Faisal Malick
Hidup Dari Ujung Tombakku (Living by the Point of My Spear)
oleh Zaki Ameen
Akar Terror Islam oleh Abul Kasem
Membedah Asal Usul Quran (The Origins of the Koran) oleh Ibnu
Warraq
SON of HAMAS oleh Mosab Hassan Yousef
Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam oleh Rosemary Sookhdeo
Kerudung Yang Terkoyak
Why I'm Not Muslim oleh Ibnu Waraq
Komik Muhammad
Achievement and Heritage of Muhammad oleh: Zaky Rawdat
Sejarah Ka'bah Yang Tak Pernah Diceritakan
Sang Putera dan Sang Bulan oleh Curt Fletemier
Yahudi Menggenggam Dunia oleh William G. Carr
Mengapa Kami Meninggalkan Islam oleh Susan Crimp dan Joel
Richardson
Ismail Saudaraku oleh Umar Tariqas
Islam diakhir Zaman oleh Ellis Skolfield
Ismael Akan Diberkati oleh: Ahmad Agyei
Siapakah Allah Ini
Islamic Invasion oleh Robert Morey
Beriman Tanpa Takut oleh Irshad Manji
Yesus dan Muhammad oleh Mark Gabriel PhD
Christ Muhammad and I oleh Mohammed Ghazoli
The Secret of Qur'an oleh Don Richardson
Kebenaran Tentang Muhammad
Mesias yang Dinantikan Islam oleh Joel Richardson
ARTICLES
HANCURNYA SIFAT KEILAHIAN QURAN oleh Sujit Das
Muslim Pop - Oleh Matt Edwards
JAWABAN atas hadiah BMW dari PERTANYAAN INSAN L MOKOGINTA
Batalkan Hari Membakar Quran - Oleh Jochen Katz
60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros
Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen
Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas
Heboh Film Iran - Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan
Aktor Film
Heboh Film YESUS Buatan Iran
Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
Arsip Gambar Muhammad
Wahyu Mana Yang Asli
Quran Diinterview
Birahi Sexual Nabi Muhammad
MENGENAL ISLAM
A Letter To Gaza - Oleh Nonie Darwis
FQR 6 - Injil Kristus Yang Tanpa Salah
Klaim Islam - Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim
FQR 4 - Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran
FQR 5 - Perawan Maria - Sebuah Tanda Dari Allah - Ayatollah
Sejati
FRQ 3 - Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa
Diselamatkan
FQR 1 - Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus
FQR 2 - Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh
Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam
Pengesahan Mutilasi di Amerika
Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit
Islam-Bukan-Agama-bahasa-Indonesia
Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros
Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya
Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan
Muhammad-Tidak-Buta-Huruf
Tipu-Muslihat-Dalam-Islam
Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran
Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA
Islam-Tidak-Menyembah-Tuhan-Yang-Sama-Dengan-Tuhannya-Nabi by
Duladi
Kebohongan-Isra-Miraj
Arab-Adalah-Kota-Neraka
Nabi Muhammad Birahi-Kepada-Bayi-Sodomi
Perkawinan-Islam-dan-Penghalalan-Pelacuran-sbg-Lampr-dr-buku-kehidupan-rahasia-nabi-Muhammad
Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri
ALEXANDER AGUNG, SI KAFIR NABI ISLAM
Fenomena Murtad Dlm 20 Thn Terakhir
Jibril as - Ahli Menyamar
Kemana Mencari Keselamatan
Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam
Tagiyya - Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros
Panggilan Dari Minaret
Pemimpin Muslim UK - Islam Bukanlah Agama Damai
Konflik GAZA berakar pada SYARIAH
Mari, bicara Fatwa Haram
Marilah kita memikirkan kembail soal Burqa!
Hubungan Islam-Machiavelli
Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan
Para Rabbi di Medinah
Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad
Digantung di Iran Karena Murtad
Pandangan Islam mengenai Neraka
Penjajahan Wanita Dalam Islam
Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini
Anak Ketua Hamas Murtad
Islam - Berperang Dalam Dirinya Sendiri
Ibn Mas'ud, Saksi Ketidak-beresan Quran
TESTIMONIES
Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan - Oleh Alhajji Aliyu
KEBOHONGAN PARA WANITA SAUDI ARABIA
Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati
Kesaksian Hamran Ambrie
Kesaksian Bassam
Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS
Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros
Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi
Kerudung Yang Terkoyak
Arifin Zaelani - Alasan Saya Meninggalkan Islam
Kesaksian Saya Meninggalkan Islam
Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan
Mengapa Kami Meninggalkan Islam
Ali Sina - Dari Beriman Menuju Pencerahan
Duladi - Mengapa Saya Benci Islam
Islam Sejati
QUESTION & ANSWERS
ISLAM BERTANYA KRISTEN MENJAWAB by Paulus M
Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen
Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap
Non-Muslim
Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama
Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
MENGRITISI PEMIKIRAN DR YAHYA WALONI
Sumber-penulisan-alquran by Zakharia Boutros
Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros
Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat
TIDAK ADA JALAN KEMBALI
Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat
Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts
Masakan Allah Kok Punya ’Anak Allah’
Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah
Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT
Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu
Injil Digugat Karena Ahmad
Bukankah Alkitab Itu Korup
Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas Apakah
Kristus Disalibkan? (Ep 12)http://conversationwithmuslim.wordpress.com/
Episode 12
Pembawa Acara : Hallo para pemirsa
terkasih, selamat datang di episode baru dari program kami “Questions
about Faith”. Kami sangat senang menjawab semua pertanyaan Anda, dan ada
bersama dengan kami Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang Bapak
Pendeta.
Bapa : Terima Kasih
Pembawa Acara : Kita telah membahas
fakta-fakta penyaliban Kristus. Bersediakah Anda memberikan pada kita
rangkuman khususnya bagi pemirsa yang tidak menyaksikannya, sehingga
mereka bisa mengikuti topik yang sedang dibahas, karena Anda tahu betapa
pentingnya topik ini bagi kita semua?
Bapa : Ini adalah inti dari kekristenan,
ini merupakan kekuatan (pendukung) atau porosnya. Jika Anda meniadakan
penyaliban dari kekristenan, kekristenan akan menjadi tidak berarti.
Inilah dasarnya. Kita sedang berbicara tentang penyaliban Kristus, tapi
dalam hal inkarnasi bahwa Kristus adalah Putra Allah, mengapa? Karena
Dia adalah Allah yang berinkarnasi, kenapa? Untuk mengenapi penebusan
kita dan kita harus tahu bagaimana Dia menggenapi penebusan itu. Karena
pada mulanya Allah menciptakan manusia karena kasih menurut gambar dan
rupaNya, menyediakan segala sesuatu bagi manusia. Kemudian dosa masuk
melalui tipu daya dan kebencian iblis yang dapat memisahkan manusia dari
Allah dengan cara memberontak terhadap Allah, melanggar perintahNya.
Dan sekarang manusia harus menghadapi penghakiman yang adil, dia
sekarang dihakimi oleh kematian. “Upah dosa adalah maut.” “Pada hari
engkau memakan buah ini engkau akan mati.” Sekarang dia menghadapi
hukuman mati. Kita telah belajar di episode sebelumnya bahwa Allah Maha
Pengampun, jadi akankah Allah membiarkan manusia mati?
Pembawa Acara : Tentu saja tidak.
Bapa : Jadi agar tidak membiarkannya
mati, karena Allah Maha Pengampun dan Adil pada saat yang bersamaan.
Seperti yang telah saya bicarakan mengenai timbangan. Keadilan adalah
pengampunan yang setara. Jadi untuk memenuhi persyaratan terhadap
keadilan dan untuk memperlihatkan pengampunan kepada manusia, hikmat
Allah harus hadir dengan prinsip penebusan. Prinsip penebusan. Dan
tentang penebusan yang adalah persoalan kita sekarang ini, saya ijinkan
Anda membahasnya selama yang Anda inginkan.
Pembawa Acara : Baiklah Bapak Pendeta,
untuk menyampaikan ini kepada saudara Muslim kita terkasih. Adakah
sesuatu dalam Alkitab dan Alquran yang membuktikan prinsip penebusan?
Tentu saja kita tahu hal itu dalam Alkitab. Namun kita tetap akan
memperlihatkan pada mereka bahwa ini adalah prinsip Alkitabiah dan
setelah itu kita bisa membuktikannya dari Alquran.
Bapa : Benar.
Pembawa Acara : Silahkan Bapak Pendeta mulai.
Bapa : Baiklah. Sejauh yang terkait di
dalam Alkitab, seperti yang saya katakan pada Anda, ini semua terfokus
pada penebusan. Dan itu berarti saya tidak bisa menyebutkan semua
ayat-ayat.
Pembawa Acara : Saya tahu memang terlalu banyak.
Bapa : Tapi kita akan mengutip surat
Rasul Paulus dalam pesannya yang kedua kepada orang-orang di Korintus
pasal 5 ayat 14 (2 Kor 5: 14), yang mengatakan sebagai berikut, “Jika
seseorang mati untuk semua, maka semua orang mati.”
Pembawa Acara : Ini membutuhkan penjelasan.
Bapa : Jika seseorang mati untuk semua
artinya mati demi mereka semua dan hukuman telah diambil oleh seorang
penebus atas mereka semua. Ini sedikit memiliki kesamaan dengan yang ada
dalam Alquran. Mereka hampir cocok secara identik. Dalam Surah 5 (Al
Maidah) ayat 32 kita membaca sebagai berikut, “Oleh karena itu Kami
tetapkan bagi Bani Israel, bahwa barangsiapa membunuh seorang manusia,
bukan karena orang itu orang lain.” Saya akan menjelaskan semua itu,
“Yang membunuh siapapun tanpa melibatkan jiwa orang lain atau
mengakibatkan kejahatan di negeri bertindak seolah-olah ia telah dibunuh
untuk semua umat manusia.”
Pembawa Acara : Tapi …
Bapa : Tunggu sebentar. “Dan siapapun
yang membawa hidup bertindak seolah-olah ia menganugerahkan hidup pada
semua umat manusia.” Ada pertanyaan?
Pembawa Acara : Mohon diulang referensi dan penjelasannya Bapak Pendeta.
Bapa : Surah 5 (Al Maeda) ayat 32.
Sekarang penjelasannya. “Kami tetapkan bagi Bani Israel.” Anak-anak
Israel sangat khusus karena anak-anak Israel telah menyalibkan Isa. Ayat
ini mengatakan, “Kami tetapkan bagi Bani Israel bahwa barangsiapa yang
membunuh seseorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang
lain.” Apa artinya tanpa membunuh jiwa?
Pembawa Acara : Tanpa membunuh jiwa.
Bapa : Benar. Itulah “Mata ganti mata,
gigi ganti gigi dan jiwa ganti jiwa.” Anda mengerti? Jadi jika ia
membunuh 1 jiwa, ia harus dijatuhi hukuman mati ganti jiwa tersebut.
Tapi barang siapa membunuh seseorang yang tidak membunuh jiwa yang lain,
tidak bersalah, artinya sudah membunuh jiwa yang tidak berdosa.
Pembawa Acara : Sama seperti dia membunuh semua umat manusia.
Bapa : Seperti dia sudah membunuh semua
umat manusia, benar? Dan Barang siapa yang membawa jiwa yang tidak
berdosa ini hidup kembali ia bertindak sepertinya ia telah
menganugerahkan kehidupan kepada semua umat manusia. Jadi dimanakah jiwa
yang tidak berdosa ini telah mati?
Pembawa Acara : Dan siapakah dia? Siapakah yang dapat menganugerahkan hidup
kembali kecuali Kristus!
Bapa : Benarkah demikian? Ayat lagi.
Supaya bisa dimengerti dalam terang dari penjelasan ini. Surah 5 (Al
Maidah) ayat 32, “Kami tetapkan bagi Bani Israel ” Secara khusus,
persisnya. “Barang siapa membunuh 1 jiwa tanpa jiwa yang lain” itu
artinya membunuh 1 jiwa yang tidak berdosa” atau menyebabkan kejahatan
di negeri, itu adalah kegagalan negeri tersebut, 1 jiwa yang suci yang
merupakan “Barang siapa membunuh jiwa yang tidak berdosa bertindak
seolah-olah dia telah membunuh semua orang.” Hampir seperti menjatuhkan
hukuman mati atas semua orang. Jadi sekarang apa yang lebih penting dan
besar ialah “Barang siapa membawa kehidupan padanya” adalah sebuah jiwa
yang telah dibunuh dan yang dihidupkan lagi.
Pembawa Acara : Kecuali Kristus!
Bapa : Kecuali Kristus. “Barang siapa
menghidupkannya bertindak eolah-olah dia memberikan kehidupan pada
semua orang. Ini adalah prinsip penebusan.
Pembawa Acara : Tapi Saudara Muslim kita
yang terkasih tidak mengerti dengan cara yang seperti itu, Bapak
Pendeta. Meskipun ini sudah sangat jelas.
Bapa : Ya, ini hanya secara alamiah
bahwa setiap komentator akan menjelaskan dari sudut pandangnya saja.
Anda tidak bisa mengharapkan seorang komentator Muslim mengatakan inilah
makna dari penebusan Kristus. Karena itu tidak akan terjadi.
Pembawa Acara : Tentu saja itu tidak akan terjadi.
Bapa : Ya, ini tidak mungkin. Tapi
mereka membenarkannya, mereka menjelaskannya dalam perjalanan mereka
menemukan suatu jalan keluar, dan begitulah seterusnya. Namun saya
berada di sini memperlihatkan mentalitas abad ke-21. Saya memperlihatkan
mentalitas abad ke-21, orang-orang berpendidikan, orang-orang beradab
dimana intelektual telah menduduki tempatnya karena ilmu pengetahuan
telah tersebar luas, teknologi telah ada dimana-mana, dan setiap orang
berpikir untuk dirinya sendiri, karena itu mengerti dirinya sendiri.
Marilah kita jangan bertumpu semata-mata pada komentar-komentar yang
diberikan pada suku bangsa Arab dan jaman dahulu kala menurut mentalitas
mereka, kita mau komentar-komentar yang modern dan setiap orang dapat
berpikir apa arti semua ini. Tentu saja jika mereka pergi bertanya
kepada alim ulama manapun, mereka akan mengatakan apakah Anda tidak
mempercayainya, iblis sedang memperinci dan mengambil apa adanya,
demikianlah yang sudah diajarkan kepad kami. Tapi firman Allah sangat
jelas, prinsip penebusan terdapat di sana. Sama seperti yang ada di
Alkitab demikianlah adanya dalam Alquran, prinsip penebusan. Dan apakah
arti sesungguhnya dari penebusan itu? Al Imam Al Nassafy الامام النسفى
memberikan penjelasan yang luar biasa dalam volume ke-4 halaman 21. Al Imam Al
Nassafy mengatakan …
Pembawa Acara : Dalam komentarnya?
Bapa : Ya, komentar Al Imam Al Nassafi
mengenai penebusan putra Abraham. Dia mengatakan penebusan adalah
penyelamatan, penyelamatan dari kematian dalam artian seorang pengganti.
Arti dari penebusan adalah menyelamatkan dari kematian dengan
menyediakan seorang pengganti dan seorang yang mengambil tempat. Karena
itu dikatakan dalam Surah 37 (As Saffat) dari ayat 101 sampai 107, “Kami
tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” Benar? Ada lagi
yang lain. Dalam Alkitab kita dapati penebusan putra Abraham. Kita
katakana bahwa itu adalah Ishak…
Pembawa Acara : Tahan sebentar…
Bapa : Baiklah, kita akan menyimpannya secara umum.
Pembawa Acara : Putra Abraham.
Bapa : Putra Abraham agar terhindar
masuk dalam persoalan yang lain. Karena putra Abraham, Ia menyediakan
seekor anak domba yang merupakan inti dari hal yang disebut dalam Surah
37 (As Saffat), “Kami tebus anak itu dengan seekor
sembelihan yang besar.” Dimana Abraham mengambil domba jantan itu dan
mengorbankannya. Ada sesuatu yang lain. Ada dalam Alkitab, ketika umat
Allah berada di Mesir dalam perbudakan. Di malam hari ketika umat Allah
meninggalkan Mesir dimana tulah kematian anak sulung melanda seluruh
Mesir mulai dari anak sulung raja sampai kepada anak sulung binatang
ternak kecuali anak sulung umat Allah.
Pembawa Acara : Kenapa?
Bapa : Kenapa? Disana dikatakan ketika
malaikat datang untuk membunuh semua anak sulung ‘Engkau harus membuat
tanda dengan darah di tiang pintumu.’ Menyembelih seekor domba, ambil
darahnya dan memercikannya pada ambang pintu dan pada 2 tiang pintu.
Begitu malaikat melewati pintu dan melihat tanda darah, ia akan berkata
yang ini selamat. Kita memiliki sebuah korban anak sulung tidak akan
dikorbankan karena kami telah menyembelih domba itu seagai gantinya.
Pergilah ke rumah-rumah yang tidak menyembelih yaitu rumah orang-orang
Mesir dan menumpas dan membunuh anak-anak sulung mereka. Jadi ini adalah
korban anak domba dan itulah mengapa disebut “Paskah” yang berasal dari
kata “Pasakha” yang berarti melewati. Hal itu mengatakan malaikat akan
melewatinya dan tidak membunuh. Dan Mengapa? Karena dari pada anak
sulung, lebih baik mereka mengorbankan seekor domba jantan. Ini adalah
prinsip penebusan lagi. Dalam Islam ada lagi prinsip yang sama.
Pembawa Acara : Ya, saya mau menanyakan
hal tersebut. Anda mengatakan bahwa prinsip penebusan disebut di 2
tempat. Sekali lagi untuk mengkonfirmasi.
Bapa : Sekarang dalam Islam ketika anak
sulung ditebus oleh seekor domba jantan, sesuatu terjadi pada Abd Allah,
ayahnya Muhammad sendiri.
Pembawa Acara : Ya, itu benar.
Bapa : Ketika Abd El Mottaleb kakeknya,
kakeknya Muhammad. Dia bersumpah jika diberi 10 putra, dia akan
mendedikasikan seorang diantaranya sebagai sebuah korban. Dia memilih
dari antara putranya, dan pilihan jatuh pada Abd Allah, ayahnya
Muhammad. Muhammad tentu saja belum lahir. Orang-orang Quraish
mengatakan, “Tidak, tidak, tidak. Engkau tidak bisa mengorbankannya.
Mari kita pilih lagi. Dan mereka pergi ke ahli nujum. Mereka berkata
kepadanya,” Kami mau membuat pilihan.” Jadi dia membuat pilihan untuk
mereka. Dia bertanya pada mereka apa yang akan mereka pakai sebagai
tebusan? Mereka berkata, “Kami akan memberikan 10 ekor unta sebagai
tebusan.” Dia berkata, “Baiklah.” Mereka memilih lagi 2 kali dan jatuh
pada Abd Allah. Kedua kali, ketiga kali pilihan dilakukan, Abd Allah
lagi. Tebusannya terus naik dari 20 ke 30 sampai 100 ekor unta. Jadi
pilihan jatuh pada unta-unta. Apakah Anda mengerti? Jadi orang-orang
Quraish bersuka cita karena dewa-dewa menerima tebusan atau penebusan.
Dan ia telah menebus jiwa Abd Allah dengan 100 ekor unta. Sehingga Abd
Allah tidak dibunuh, tapi unta-unta tersebutlah dan itu diteguhkan dalam
Islam.
Pembawa Acara : Jadi terdapat prinsip penebusan di sana.
Bapa : Tepat sekali. Ini konfirmasi ke-3
untuk Anda. Dalam Perjanjian Lama kitab Imamat, ada sebuah hukum, hukum
pengorbanan. Barang siapa berdosa, ia harus mempersembahkan sebuah
korban karena setiap orang berdosa seharusnya dihukum mati, karena upah
dosa adalah maut. Jadi mereka memilih penebusan, Allah telah menetapkan
hukum penebusan pada mereka, sebuah korban, dan sesuai dengan gaya tarik
dosa mereka, masing-masing orang mempersembahkan seekor korban merpati
atau anak merpati atau seekor domba, seseorang akan mempersembahkan
seekor kambing atau seekor lembu, seekor binatang korban.
Pembawa Acara : Menurut kesanggupan seseorang.
Bapa : Ya, dalam kesanggupan mereka. Ini
mengenai penebusan, sesuai dengan dosanya. Ini dipertimbangkan sebagai
penebusan dari pada kematian seseorang, mereka ditebus oleh pengorbanan
itu. Dan prinsip ini ada dalam Islam.
Pembawa Acara : Para haji.
Bapa : Al Nahr pengorbanan, atau hari raya Adha.
Pembawa Acara : Ya, itu yang saya maksud.
Bapa : Jadi maksud anda Hari Raya
Kurban, satu korban untuk menebus seseorang. Dan tentu saja ada di
buku-buku Islam, ada banyak tentang hal itu dan saya akan memberitahu
Anda sesuatu yang luar biasa. Saya telah mencari dan membacanya dalam
sebuah buku berjudul “Agama Islam di Iran.” Buku ini mengatakan Hari
raya Kurban di tanah Persia disebut dengan Hari Raya Pengorbanan atau
binatang korban. Dan Anda tahu apa yang mereka sebut selama pembersihan
mereka pada Hari Raya tersebut, Anda tahu apa yang mereka serukan “Ya,
Allah buatlah korban ini suatu pendamaian atas pelanggaran saya dan
singkirkanlah yang jahat dari pada ku.” Anda akan temukan ini dalam buku
“Deen Al Islam” halaman 367. “Ya Allah jadikanlah korban ini suatu
pendamaian bagi pelanggaranku.” Itulah penebusan. “Dan singkirkanlah
yang jahat dari pada ku.” Dan dalam buku “Al Feqh oleh Rebeca, narasi
muslim tentang Anas أنس kiranya Allah berkenan padanya,
dia mengatakan”Nabi- kiranya damai Allah dan doa ada atas mu-
mengorbankan 2 domba jantan bagi mu, yang benar-benar bertanduk, artinya
domba-domba tersebut sudah cukup tua. Dia menyembelihnya dengan
tangannya yang mulia. Dan dalam Mishkat El Masabeeh مشكاة المصابيح
halaman 42 mengatakan bahwa ketika sang nabi sedang menyembelih
domba-domba tersebut ia mengatakan, “Ya Allah, ini adalah ganti ku dan
ganti siapapun diantara bangsaku yang tidak mempersembahkan sebuah
tebusan. Dalam buku “Ehian ‘Ulum El Deen” حياء علوم الدين volume 1 halaman 243.
Pembawa Acara : Oleh Imam Al Ghazaly امام الغزالى
Bapa : Ya, oleh Imam Al Ghazaly.
Pembawa Acara : Hanya untuk memperjelasnya. Ya.
Bapa : Ulama Al Bazzar Abul bernarasi
pada dawai Abi Saeed, “Pembawa pesan Allah- kiranya damai Allah dan doa
untuk nya- mengatakan “Ya Fatimah-yang adalah anak
perempuannya-“Angkatlah korban-korbanmu dan maklumatkanlah
kesaksian-kesaksian untuk darah yang tercurah pertama kali dari
korban-korban , Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu. Jadi
setetes darah mengampuni. Karena aslinya dalam Alkitab mengatakan “Tanpa
pencurahan darah tidak ada pengampunan.”
Pembawa Acara : Ya, tidak ada pengampunan.
Bapa : Dan untuk itulah penebusan tak
terhindarkan. Darah yang suci dan tak berdosa harus dicurahkan untuk
mengampuni saya. Ini untuk suatu tujuan. Ada lagi dalam buku “Ehiaa’Ulum
Deen’ volume 1 halaman 243 mengatakan demikian “Sebagaimana untuk
menyembelih korban Al Hadi itulah korban.” Untuk menyembelih korban, itu
artinya mendekati Allah Yang Maha Tinggi, jadi Anda harus
mempersembahkan yang sempurna dan mencari Allah yang mau melepaskan atau
memerdekakan dari dalam api setiap bagian dari korban atau sebagian
dari Anda. Jadi ini akan mendamaikan dan menebus dirinya sendiri. Ini
akan menjadi tebusannya. Karena itulah semakin besar korban dan semakin
banyak bagiannya, semakin besarlah penebusan Anda dari dalam api
nantinya.” Jadi kita sekarang membutuhkan tebusan yang luar biasa.
Semakin besar semakin bagus, benar? Siapakah si penebus yang besar itu,
dan siapa yang bisa menebus semua manusia?
Pembawa Acara : Dan tibalah kita pada bagian yang paling penting.
Bapa : Apa itu? Apa maksud Anda?
Pembawa Acara : Siapa yang sanggup menebus semua manusia? Dan karakter-karakter
apakah yang membuatnya sanggup melakukan itu?
Bapa : Hampir benar, sekarang kita tiba di …
Pembawa Acara : Yang paling penting dari perkara ini dan juga pertentangan, hal
yang sudah pasti mereka keberatan.
Bapa : Ya, ini adalah yang paling penting dari seluruh perkara. Inilah penyebab
inkarnasi.
Pembawa Acara : Semua persediaan Ilahi.
Bapa : Dan penyaliban, semuanya karena
bagian ini. Siapakah si penebus yang saya ingin ketahui? Syarat-syarat
apakah yang harus dipenuhi oleh penebus itu? Perhatikan baik-baik para
pemirsa, kita akan sedikit lebih cepat karena topic ini memerlukan
banyak pertimbangan. Jika perasaan Anda sedang tidak enak rekam episode
ini agar Anda bisa mendengarkannya nanti. Ambillah waktu. Mari kita
berurusan dengan dosa terlebih dahulu supaya bisa melihat penebus itu.
Dosa diukur besar dan pelanggarannya, apakah besar atau kecil oleh orang
yang disakiti. Jika saya menyakiti orang biasa dan sederhana.
Pembawa Acara : Baiklah. Seseorang menyakiti yang lain.
Bapa : Maksud saya hanya orang biasa.
Bukan, apa yang mau saya katakan adalah mungkin seorang penjaga pintu
atau pesuruh kantor, jika saya menyakiti orang seperti itu, itu tetaplah
dosa, itu adalah pelanggaran. Bagaimana saya dapat memulihkannya? Atau
bagaimana saya dapat menebusnya? Saya akan pergi kepadanya dan saya tahu
harus apa, saya akan mengeluarkan uang $ 50 atau $ 100 dan saya akan
katakana ambil uang ini untuk anakmu atau untuk beli teh. Dia akan
berkata, “Tuan, ada apa ini?” Saya akan menjawab, “Saya telah menyakiti
kamu, saya sudah maki-maki kamu.” Dan orang miskin itu akan berkata, “Oh
seandainya Anda memaki-maki saya setiap hari, Pak.” Bukankah demikian?
Seharusnya pelanggaran atau kutuk ini yang saya lakukan terhadap pesuruh
kantor saya. Dan seandainya sekarang saya melakukan hal yang sama
dengan bos saya.
Pembawa Acara : Maka tebusannya harus lebih besar.
Bapa : Dapatkah saya tetap pergi ke bos saya dan berkata, “Silahkan ambil uang
$ 100 ini?”
Pembawa Acara : Tentu tidak.
Bapa : Anda tidak bisa membayar untuk
keluar dari masalah ini Tidak mungkin. Jadi sekarang bertambah besar.
Sekarang seandainya saya melakukan pelanggaran yang sama melawan
presiden. Ini benar-benar cerita yang berbeda.
Pembawa Acara : Anda akan binasa.
Bapa : Ya, saya tidak akan ada lagi.
Saya sedang berbicara tentang presiden yang mana saja. Saya tidak mau
menjadikannya masalah pribadi. Saya tidk mau ada orang yang bilang saya
sedang mengutuki Abd El Nasser. Apakah Anda mengerti? Sekarang dosa saya
bertambah besar, dan tingkat kebesarannya menjadi sama dengan orang
yang saya sakiti, semakin layak dia, semakin besar dosa saya. Baiklah,
sekarang kita tiba dengan orang yang menentang Allah. Siapapun bahkan
seorang presiden sekalipun masih terbatas, tapi Allah tidak terbatas.
Adakah angka yang dikalikan dengan yang tak terhingga sama dengan tak
terhngga,benar? Satu kan tak terhingga sama dengan tak terhingga. Jadi 1
dosa saya melawan ketakterhinggaan Allah sama dengan tak terhingga,
benar? Jadi sekarang pelanggaran saya melawan Allah yang tak terhingga
telah membesar, tak terbatas. Baiklah. Apakah hukumannya?
Pembawa Acara : Kematian/maut.
Bapa : Pelanggaran saya sudah tak terbatas. Kematian ini pasti kematian kekal.
Juga tak terbatas.
Pembawa Acara : Seperti yang telah kita katakana diawal.
Bapa : Ya, pada episode terdahulu.
Sekarang menjadi dosa yang tak ada batasnya layak akan sebuah hukuman
yang tak ada batas, kematian yang kekal. Baiklah, ketika kita berusaha
menebusnya, penebus yang seperti apa yang kita gunakan disini?
Pembawa Acara : Seseorang yang pas.
Bapa : Yang tidak terbatas juga. Ini
benar atau salah? Baiklah contohnya seperti saya mengambil mobil Roll
Royce Anda dan menabrakannya ke sebuah pohon. Bisakah saya menggantinya
dengan Fiat dan mengatakan, “Maaf saya telah menghitung Roll Royce Anda,
semoga Anda mau menerima Fiat ini sebagai gantinya. Ini tidak akan
terjadi.
Pembawa Acara : Tidak mungkin.
Bapa: Anda tidak bisa melakukan hal itu.
Mobil Roll Royce harus ditebus dengan dengan sebuah mobil Roll Royce
juga, benar? Sebuah dosa melawan Allah menuntut penebusan yang tak
terbatas yang seimbang dengan Tuhan dan itu mustahil. Mempunyai seorang
penebus di bumi diantara manusia yang fana yang juga pada saat yang
bersamaan tidak terbatas yang kemudian dituntut bahwa Allah yang tak
terbatas akan datang menebus kita. Dirinya sendirilah yang akan menebus.
Baiklah, jadi itu syarat yang pertama bahwa penebus harus tak terbatas,
karena dosa tidak terbatas dan hukumannyapun demikian dan bayarannyapun
harus tidak terbatas. Dan satu-satunya pribadi yang tak terbatas adalah
Allah, dan karena alasan itu inkarnasi tidak terhindari. Allah sendiri
yang mau menebus? Tentu saja Islam mempertahankan bahwa Allah yang
menebus dosa. Sebuah ayat di Alquran. Dengarkan. Dalam Surah 65 (At
Talaq), “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
menghapus kesalahan-kesalahannya.”
Pembawa Acara : Nah itu dia, Allah sendirilah yang melakukan penebusan.
Bapa : Saya tidak mengarangnya.
Pembawa Acara : Tidak, Anda tidak melakukan hal itu.
Bapa : FirmanNya ada disana, tapi dimanakah orang-orang yang membaca dan
mengertinya? Benarkah demikian? Surah 65 (At Talaq) “Barang siapa yang bertakwa
kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya.”
Jadi Allah yang melakukan penebusan. Karena hanya Allah satu-satunya pribadi
yang tak terbatas. Dan lagi dalam Surah 5 (Al Maidah) “Aku akan menebus
perbuatan-perbuatanmu yang jahat dan membawamu ke taman, taman firdaus.” “Aku
akan menebus” jadi syarat pertama penebusan adalah kemauan/keinginan.
Pembawa Acara : Maaf, ada sedikit hal yang perlu dijelaskan.
Bapa : Silahkan bertanya.
Pembawa Acara : Terkadang saudara Muslim
kita yang terkasih berkata Allah mengampuni, mereka tidak percaya akan
penebusan, mereka katakan bahwa penebusan sebenarnya pengampunan dosa,
itu bukanlah cara yang kita mengerti. Maka kami mau menjelaskan
perbedaan antara dua hal itu. Pengampunan dan penebusan.
Bapa : Tentu saja kata “Yukaffer”
artinya menebus, mempunyai akar kata yang berbeda dengan “Takfeer dan
Higra.” Takfeer dan Higra bercerita tentang seseorang yang tidak
beriman.
Pembawa Acara : Bukan. Kita tinggalkan dulu yang ini, ini tidak ada kaitannya
dengan kita.
Bapa : “Kafer” dengan pengertian
panggilan untuk seseorang yang tidak beriman. Jangan ada seorangpun yang
berkata bahwa Allah Yukaffer dalam pengertian panggilan untuk
orang-orang yang tidak beriman. Bukan. Takfeer berhubungan dengan akar
kata menutupi. Menutupi artinya menyembunyikan.
Pembawa Acara : Rahasia.
Bapa : Dalam semua bahasa berarti
menutupi. “Takfeer” baik dalam bahasa Arab, dalam bahasa Ibrani berarti
menutupi, bahkan dalam bahasa Inggris. Semanya. Jadi Yukaffer adalah
menutupi. Ada sebuah cela yang dia tutupi, untuk memulihkannya, seperti
yang sudah saya katakana pada Anda terdahulu “Maka Aku merentangkan
sayapku atas mu dan menutupi ketelanjanganmu.” Jadi melalui penebusan
ada perlindungan dan penutup. Dan penutup melibatkan penebusan,
mengorbankan diri sendiri mewakili orang yang berdosa, benar? Menebus
dosa seseorang. Jadi itulah arti penebusan dosa. Sedangkan pengampunan
artinya memaafkan ketika Anda sudah ditutupi, Anda diampuni. Saya
menutupi dosa Anda, orang-orang yang mengasihi Anda akan mengampuni
apapun pelanggaran Anda, tapi seorang musuh hanya akan mendapati
kesalahan Anda. Jadi kata menutupi, menyembunyikan, menebus dosa dan
kemudian mengampuni pelanggaran-pelanggaran yang telah Anda lakukan
karena itu sudah ditutupi. Seseorang akan menyakiti saya dan kemudian
saya akan berkata, “Tidak apa-apa.” Bayangkan ini tidak lagi berlaku
disana. Kita baik-baik saja sekarang dan jika Anda belum melakukan
apapun karena saya sudah memaafkan Anda. Dengan begini saya menutupi
dosanya dan mengampuni nya. Jadi Allah menebus dosa-dosa kita. Bahwa Dia
menyembunyikan dosa-dosa dan memaafkan kita. Mengampuni adalah
memaafkan, benarkah begitu? Tapi penebusan dosa adalah menutupi dan ini
adalah syarat mutlak.
Pembawa Acara : Ini adalah poin yang sebenarnya kita mau komunikasikan.
Bapa : Baiklah. Ijinkan saya memberikan
sebuah ilustrasi kepada Anda. Adam dan Hawa, keduanya berdosa di dalam
taman, dan setelah berdosa mereka telanjang. Mereka dapati diri mereka
telanjang. Jadi mereka mulai mengambil dedaunan untuk menutupi diri
mereka, menutupi ketelanjangan mereka. Matahari akan terbit, daun-daun
akan mongering, dan ketelanjangan mereka akan kelihatan. Tidak ada
gunanya. Usaha manusia tidak akan menebus dosa-dosanya, tidak
menutupinya. Tidak menyembunyikannya. Daun-daun tidak menutupi tubuh
mereka, benar? Dan ngomong-ngomong, pemahan Yukaffer yang lain dalam
pemahaman menyebabkan orang tidak beriman adalah Yukafferuhu tapi
pemahaman kami disini adalah Yukaffer ‘Anhu. Jadi apa yang telah Allah
lakukan? Alkitab mengatakan bahwa “Allah memberikan pada mereka pakaian
dari kulit binatang dan mengenakannya pada mereka.” Dan pakaian itu
tidak mengering karena matahari. Tapi dari mana Dia mendapatkan kulit
itu?
Pembawa Acara : Seekor korban.
Bapa : Seekor korban. Jadi korban adalah
penebusan dosa dan kebenaran dari korban mulai timbul, pakaian korban
diambil untuk menutupi manusia untuk menebus dosa-dosa ita ketika Ia
menebus kita dengan sebuah korban dan tentang korban ini kita telah
katakan syarat mutlak yang pertama yaitu Dia harus tidak terbatas, tidak
terbatas karena dosa juga tidak terbatas dan hukumannya tidak terbatas
yang menuntut penebusan yang tak terbatas.
Pembawa Acara : Saya kira cara ini sudah
kita buat dengan sangat jelas bagi saudara-saudara terkasih kami
dimanapun berada bahwa prinsip penebusan dosa ada dalam Alquran dan
Islam. Ini juga terbukti dalam kehidupan muslim mereka, dan ilustrasi
paling sederhana adalah domba yang dikorbankan pada saat Hari Raya
kurban.
Bapa : Anda tahu saya akan katakan
sesuatu sebelum Anda menutup acara ini waktu yang berharga. Syarat
mutlak pertama adalah ketidakterbatasan, ada syarat mutlak kedua bahwa
ia harus menjadi manusia dan yang ketiga adalah Dia harus suci. Saya
maksud ada 3 syarat mutlak. Dalam episode ini saya hanya mengangkat yang
pertama, ketidakterbatasan.
Pembawa Acara : Kami bersyukur Bapak
Pendeta ada bersama-sama kami disini, kiranya Allah memberkati Anda dan
pelayanan Anda. Pemirsa terkasih dimanapun Anda berada, yakinlah bahwa
Allah adalah Bapa yang mengasihi. Dia mau menebus dosa-dosa Anda.
Pemirsa terkasih, jika Allah menghendaki kita akan berjumpa lagi. Terima kasih.
Sampai jumpa.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/