Per Bibel, yang ngutuk Yesus a.s ketiang salib kan Paulus?
Yesus a.s ga pernah memenuhi kriteria penyaliban pernubuatan, sudah
pernah
nDeboost postingkan, kan? Lah yang manggul tiang penyaliban saja ga
tentu-
tentu kok lalu bisanya bilang  Yesus disalib?

Siapa yang bertanggung jawab, the most, "disalib"kannya Yesus a.s pernah
tak
postingkan juga.

Siapa yang paling bertanggung jawab membunuh Jesus a.s


Iblis,
Yudas Iskariot
Herodes,
Pilatus
Ahli Taurat
Prajurit
Kutukan Paulus
Yesus sendiri
Takdir suratan
Lainnya.
--- In [email protected], siap murtad <islamic.invas...@...>
wrote:
>
> FREE E-BOOKS
>
>   Jawaban 111 KONTRADIKSI ALKITAB Perjanjian Lama
>   Jawaban 155 KONTRADIKSI ALKITAB Perjanjian Baru
>   101 Penjelasan tentang TUDUHAN KONTRADIKSI dalam ALKITAB
>   Perang Suci - Oleh Abd Al Masih
>   Secrets Behind Burqa - Oleh Rosemary Sookhdeo
>   Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
>   Ilusi Negara Islam - Editor Gus Dur
>   Mutiara Dari Surga - 1
>   The Truth About Muhammad - by Robert Spencer
>   Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros
>   Islam Reviewed oleh M. Ali
>   The Hidden Life of Prophet Muhammad By Dr. A.A. Ahmed
>   Rahasia Jalan Yang Lurus
>   Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik oleh Ali Sina
>   Inilah Ismael (Here Comes Ishmael) oleh Faisal Malick
>   Hidup Dari Ujung Tombakku (Living by the Point of My Spear) oleh
Zaki Ameen
>   Akar Terror Islam oleh Abul Kasem
>   Membedah Asal Usul Quran (The Origins of the Koran) oleh Ibnu Warraq
>   SON of HAMAS oleh Mosab Hassan Yousef
>   Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam oleh Rosemary Sookhdeo
>   Kerudung Yang Terkoyak
>   Why I'm Not Muslim oleh Ibnu Waraq
>   Komik Muhammad
>   Achievement and Heritage of Muhammad oleh: Zaky Rawdat
>   Sejarah Ka'bah Yang Tak Pernah Diceritakan
>   Sang Putera dan Sang Bulan oleh Curt Fletemier
>   Yahudi Menggenggam Dunia oleh William G. Carr
>   Mengapa Kami Meninggalkan Islam oleh Susan Crimp dan Joel Richardson
>   Ismail Saudaraku oleh Umar Tariqas
>   Islam diakhir Zaman oleh Ellis Skolfield
>   Ismael Akan Diberkati oleh: Ahmad Agyei
>   Siapakah Allah Ini
>   Islamic Invasion oleh Robert Morey
>   Beriman Tanpa Takut oleh Irshad Manji
>   Yesus dan Muhammad oleh Mark Gabriel PhD
>   Christ Muhammad and I oleh Mohammed Ghazoli
>   The Secret of Qur'an oleh Don Richardson
>   Kebenaran Tentang Muhammad
>   Mesias yang Dinantikan Islam oleh Joel Richardson
>  ARTICLES
>
>   HANCURNYA SIFAT KEILAHIAN QURAN oleh Sujit Das
>   Muslim Pop - Oleh Matt Edwards
>   JAWABAN atas hadiah BMW dari PERTANYAAN INSAN L MOKOGINTA
>   Batalkan Hari Membakar Quran - Oleh Jochen Katz
>   60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros
>   Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen
>   Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas
>   Heboh Film Iran - Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan Aktor
Film
>   Heboh Film YESUS Buatan Iran
>   Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
>   Arsip Gambar Muhammad
>   Wahyu Mana Yang Asli
>   Quran Diinterview
>   Birahi Sexual Nabi Muhammad
>   MENGENAL ISLAM
>   A Letter To Gaza - Oleh Nonie Darwis
>   FQR 6 - Injil Kristus Yang Tanpa Salah
>   Klaim Islam - Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim
>   FQR 4 - Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran
>   FQR 5 - Perawan Maria - Sebuah Tanda Dari Allah - Ayatollah Sejati
>   FRQ 3 - Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa Diselamatkan
>   FQR 1 - Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus
>   FQR 2 - Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh
>   Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
>   DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam
>   Pengesahan  Mutilasi di Amerika
>   Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit
>   Islam-Bukan-Agama-bahasa-Indonesia
>   Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros
>   Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya
>   Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan
>   Muhammad-Tidak-Buta-Huruf
>   Tipu-Muslihat-Dalam-Islam
>   Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran
>   Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA
>   Islam-Tidak-Menyembah-Tuhan-Yang-Sama-Dengan-Tuhannya-Nabi by Duladi
>   Kebohongan-Isra-Miraj
>   Arab-Adalah-Kota-Neraka
>   Nabi Muhammad Birahi-Kepada-Bayi-Sodomi
>  
Perkawinan-Islam-dan-Penghalalan-Pelacuran-sbg-Lampr-dr-buku-kehidupan-r\
ahasia-nabi-Muhammad
>   Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri
>   ALEXANDER AGUNG, SI KAFIR NABI ISLAM
>   Fenomena Murtad Dlm 20 Thn Terakhir
>   Jibril as - Ahli Menyamar
>   Kemana Mencari Keselamatan
>   Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam
>   Tagiyya - Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros
>   Panggilan Dari Minaret
>   Pemimpin Muslim UK - Islam Bukanlah Agama Damai
>   Konflik GAZA berakar pada SYARIAH
>   Mari, bicara Fatwa Haram
>   Marilah kita memikirkan kembail soal Burqa!
>   Hubungan Islam-Machiavelli
>   Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan Para
Rabbi di Medinah
>   Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad
>   Digantung di Iran Karena Murtad
>   Pandangan Islam mengenai Neraka
>   Penjajahan Wanita Dalam Islam
>   Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini
>   Anak Ketua Hamas Murtad
>   Islam - Berperang Dalam Dirinya Sendiri
>   Ibn Mas'ud, Saksi Ketidak-beresan Quran
>  TESTIMONIES
>
>   Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan - Oleh Alhajji Aliyu
>   KEBOHONGAN PARA WANITA SAUDI ARABIA
>   Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati
>   Kesaksian Hamran Ambrie
>   Kesaksian Bassam
>   Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS
>   Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros
>   Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi
>   Kerudung Yang Terkoyak
>   Arifin Zaelani - Alasan Saya Meninggalkan Islam
>   Kesaksian Saya Meninggalkan Islam
>   Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan
>   Mengapa Kami Meninggalkan Islam
>   Ali Sina - Dari Beriman Menuju Pencerahan
>   Duladi - Mengapa Saya Benci Islam
>   Islam Sejati
>  QUESTION & ANSWERS
>
>   ISLAM  BERTANYA KRISTEN MENJAWAB by Paulus M
>   Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen
>   Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap Non-Muslim
>   Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama
>   Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
>   MENGRITISI PEMIKIRAN DR YAHYA WALONI
>   Sumber-penulisan-alquran by Zakharia Boutros
>   Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros
>   Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat
>   TIDAK ADA JALAN KEMBALI
>   Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat
>   Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts
>   Masakan Allah Kok Punya ’Anak Allah’
>   Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah
>   Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT
>   Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu
>   Injil Digugat Karena Ahmad
>   Bukankah Alkitab Itu Korup
>   Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas  Apakah Kristus
Disalibkan? (Ep 12)http://conversationwithmuslim.wordpress.com/
>
> Episode 12
> Pembawa Acara : Hallo para pemirsa
> terkasih, selamat datang di episode baru dari program kami
“Questions
> about Faith”. Kami sangat senang menjawab semua pertanyaan
Anda, dan ada
>  bersama dengan kami Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang
Bapak
> Pendeta.
> Bapa : Terima Kasih
> Pembawa Acara : Kita telah membahas
> fakta-fakta penyaliban Kristus. Bersediakah Anda memberikan pada kita
> rangkuman khususnya bagi pemirsa yang tidak menyaksikannya, sehingga
> mereka bisa mengikuti topik yang sedang dibahas, karena Anda tahu
betapa
>  pentingnya topik ini bagi kita semua?
> Bapa : Ini adalah inti dari kekristenan,
>  ini merupakan kekuatan (pendukung) atau porosnya. Jika Anda
meniadakan
> penyaliban dari kekristenan, kekristenan akan menjadi tidak berarti.
> Inilah dasarnya. Kita sedang berbicara tentang penyaliban Kristus,
tapi
> dalam hal inkarnasi bahwa Kristus adalah Putra Allah, mengapa? Karena
> Dia adalah Allah yang berinkarnasi, kenapa? Untuk mengenapi penebusan
> kita dan kita harus tahu bagaimana Dia menggenapi penebusan itu.
Karena
> pada mulanya Allah menciptakan manusia karena kasih menurut gambar dan
> rupaNya, menyediakan segala sesuatu bagi manusia. Kemudian dosa masuk
> melalui tipu daya dan kebencian iblis yang dapat memisahkan manusia
dari
>  Allah dengan cara memberontak terhadap Allah, melanggar perintahNya.
> Dan sekarang manusia harus menghadapi penghakiman yang adil, dia
> sekarang dihakimi oleh kematian. “Upah dosa adalah
maut.” “Pada hari
> engkau memakan buah ini engkau akan mati.” Sekarang dia
menghadapi
> hukuman mati. Kita telah belajar di episode sebelumnya bahwa Allah
Maha
> Pengampun, jadi akankah Allah membiarkan manusia mati?
> Pembawa Acara : Tentu saja tidak.
> Â
> Bapa : Jadi agar tidak membiarkannya
> mati, karena Allah Maha Pengampun dan Adil pada saat yang bersamaan.
> Seperti yang telah saya bicarakan mengenai timbangan. Keadilan adalah
> pengampunan yang setara. Jadi untuk memenuhi persyaratan terhadap
> keadilan dan untuk memperlihatkan pengampunan kepada manusia, hikmat
> Allah harus hadir dengan prinsip penebusan. Prinsip penebusan. Dan
> tentang penebusan yang adalah persoalan kita sekarang ini, saya
ijinkan
> Anda membahasnya selama yang Anda inginkan.
> Pembawa Acara : Baiklah Bapak Pendeta,
> untuk menyampaikan ini kepada saudara Muslim kita terkasih. Adakah
> sesuatu dalam Alkitab dan Alquran yang membuktikan prinsip penebusan?
> Tentu saja kita tahu hal itu dalam Alkitab. Namun kita tetap akan
> memperlihatkan pada mereka bahwa ini adalah prinsip Alkitabiah dan
> setelah itu kita bisa membuktikannya dari Alquran.
> Bapa : Benar.
> Pembawa Acara : Silahkan Bapak Pendeta mulai.
> Â
> Bapa : Baiklah. Sejauh yang terkait di
> dalam Alkitab, seperti yang saya katakan pada Anda, ini semua terfokus
> pada penebusan. Dan itu berarti saya tidak bisa menyebutkan semua
> ayat-ayat.
> Pembawa Acara : Saya tahu memang terlalu banyak.
> Bapa : Tapi kita akan mengutip surat
> Rasul Paulus dalam pesannya yang kedua kepada orang-orang di Korintus
> pasal 5 ayat 14 (2 Kor 5: 14), yang mengatakan sebagai berikut,
“Jika
> seseorang mati untuk semua, maka semua orang mati.”
> Pembawa Acara : Ini membutuhkan penjelasan.
> Bapa : Jika seseorang mati untuk semua
> artinya mati demi mereka semua dan hukuman telah diambil oleh seorang
> penebus atas mereka semua. Ini sedikit memiliki kesamaan dengan yang
ada
>  dalam Alquran. Mereka hampir cocok secara identik. Dalam Surah 5 (Al
> Maidah) ayat 32 kita membaca sebagai berikut, “Oleh karena itu
Kami
> tetapkan bagi Bani Israel, bahwa barangsiapa membunuh seorang manusia,
> bukan karena orang itu orang lain.” Saya akan menjelaskan semua
itu,
> “Yang membunuh siapapun tanpa melibatkan jiwa orang lain atau
> mengakibatkan kejahatan di negeri bertindak seolah-olah ia telah
dibunuh
>  untuk semua umat manusia.”
> Pembawa Acara : Tapi …
> Bapa : Tunggu sebentar. “Dan siapapun
> yang membawa hidup bertindak seolah-olah ia menganugerahkan hidup pada
> semua umat manusia.” Ada pertanyaan?
> Pembawa Acara : Mohon diulang referensi dan penjelasannya Bapak
Pendeta.
> Bapa : Surah 5 (Al Maeda) ayat 32.
> Sekarang penjelasannya. “Kami tetapkan bagi Bani
Israel.” Anak-anak
> Israel sangat khusus karena anak-anak Israel telah menyalibkan Isa.
Ayat
>  ini mengatakan, “Kami tetapkan bagi Bani Israel bahwa
barangsiapa yang
> membunuh seseorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang
> lain.” Apa artinya tanpa membunuh jiwa?
> Pembawa Acara : Tanpa membunuh jiwa.
> Bapa : Benar. Itulah “Mata ganti mata,
> gigi ganti gigi dan jiwa ganti jiwa.” Anda mengerti? Jadi jika
ia
> membunuh 1 jiwa, ia harus dijatuhi hukuman mati ganti jiwa tersebut.
> Tapi barang siapa membunuh seseorang yang tidak membunuh jiwa yang
lain,
>  tidak bersalah, artinya sudah membunuh jiwa yang tidak berdosa.
> Pembawa Acara : Sama seperti dia membunuh semua umat manusia.
> Bapa : Seperti dia sudah membunuh semua
> umat manusia, benar? Dan Barang siapa yang membawa jiwa yang tidak
> berdosa ini hidup kembali ia bertindak sepertinya ia telah
> menganugerahkan kehidupan kepada semua umat manusia. Jadi dimanakah
jiwa
>  yang tidak berdosa ini telah mati?
> Pembawa Acara : Dan siapakah dia? Siapakah yang dapat menganugerahkan
hidup kembali kecuali Kristus!
> Bapa : Benarkah demikian? Ayat lagi.
> Supaya bisa dimengerti dalam terang dari penjelasan ini. Surah 5 (Al
> Maidah) ayat 32, “Kami tetapkan bagi Bani Israel  ”
Secara khusus,
> persisnya. “Barang siapa membunuh 1 jiwa tanpa jiwa yang
lain” itu
>  artinya membunuh 1 jiwa yang tidak berdosa” atau menyebabkan
kejahatan
> di negeri, itu adalah kegagalan negeri tersebut, 1 jiwa yang suci yang
> merupakan “Barang siapa membunuh jiwa yang tidak berdosa
bertindak
> seolah-olah dia telah membunuh semua orang.” Hampir seperti
menjatuhkan
> hukuman mati atas semua orang. Jadi sekarang apa yang lebih penting
dan
> besar ialah “Barang siapa membawa kehidupan padanya”
adalah sebuah jiwa
> yang telah dibunuh dan yang dihidupkan lagi.
> Pembawa Acara : Kecuali Kristus!
> Bapa : Kecuali Kristus. “Barang siapa
> menghidupkannya  bertindak eolah-olah dia memberikan kehidupan
pada
> semua orang. Ini adalah prinsip penebusan.
> Pembawa Acara : Tapi Saudara Muslim kita
>  yang terkasih tidak mengerti dengan cara yang seperti itu, Bapak
> Pendeta. Meskipun ini sudah sangat jelas.
> Bapa : Ya, ini hanya secara alamiah
> bahwa setiap komentator akan menjelaskan dari sudut pandangnya saja.
> Anda tidak bisa mengharapkan seorang komentator Muslim mengatakan
inilah
>  makna dari penebusan Kristus. Karena itu tidak akan terjadi.
> Pembawa Acara : Tentu saja itu tidak akan terjadi.
> Bapa : Ya, ini tidak mungkin. Tapi
> mereka membenarkannya, mereka menjelaskannya dalam perjalanan mereka
> menemukan suatu jalan keluar, dan begitulah seterusnya. Namun saya
> berada di sini memperlihatkan mentalitas abad ke-21. Saya
memperlihatkan
>  mentalitas abad ke-21, orang-orang berpendidikan, orang-orang beradab
> dimana intelektual telah menduduki tempatnya karena ilmu pengetahuan
> telah tersebar luas, teknologi telah ada dimana-mana, dan setiap orang
> berpikir untuk dirinya sendiri, karena itu mengerti dirinya sendiri.
> Marilah kita jangan bertumpu semata-mata pada komentar-komentar yang
> diberikan pada suku bangsa Arab dan jaman dahulu kala menurut
mentalitas
>  mereka, kita mau komentar-komentar yang modern dan setiap orang dapat
> berpikir apa arti semua ini. Tentu saja jika mereka pergi bertanya
> kepada alim ulama manapun, mereka akan mengatakan apakah Anda tidak
> mempercayainya, iblis sedang memperinci dan mengambil apa adanya,
> demikianlah yang sudah diajarkan kepad kami. Tapi firman Allah sangat
> jelas, prinsip penebusan terdapat di sana. Sama seperti yang ada di
> Alkitab demikianlah adanya dalam Alquran, prinsip penebusan. Dan
apakah
> arti sesungguhnya dari penebusan itu? Al Imam Al Nassafy
الامام النسفى memberikan penjelasan yang luar
biasa dalam volume ke-4 halaman 21. Al Imam Al Nassafy mengatakan
…
> Pembawa Acara : Dalam komentarnya?
> Bapa : Ya, komentar Al Imam Al Nassafi
> mengenai penebusan putra Abraham. Dia mengatakan penebusan adalah
> penyelamatan, penyelamatan dari kematian dalam artian seorang
pengganti.
>  Arti dari penebusan adalah menyelamatkan dari kematian dengan
> menyediakan seorang pengganti dan seorang yang mengambil tempat.
Karena
> itu dikatakan dalam Surah 37 (As Saffat) dari ayat 101 sampai 107,
“Kami
>  tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” Benar?
Ada lagi
> yang lain. Dalam Alkitab kita dapati penebusan putra Abraham. Kita
> katakana bahwa itu adalah Ishak…
> Pembawa Acara : Tahan sebentar…
> Bapa : Baiklah, kita akan menyimpannya secara umum.
> Pembawa Acara : Putra Abraham.
> Bapa : Putra Abraham agar terhindar
> masuk dalam persoalan yang lain. Karena putra Abraham, Ia menyediakan
> seekor anak domba yang merupakan inti dari hal yang disebut dalam
Surah
> 37 (As Saffat), “Kami tebus anak itu dengan seekor
> sembelihan yang besar.” Dimana Abraham mengambil domba jantan
itu dan
> mengorbankannya. Ada sesuatu yang lain. Ada dalam Alkitab, ketika umat
> Allah berada di Mesir dalam perbudakan. Di malam hari ketika umat
Allah
> meninggalkan Mesir dimana tulah kematian anak sulung melanda seluruh
> Mesir mulai dari anak sulung raja sampai kepada anak sulung binatang
> ternak kecuali anak sulung umat Allah.
> Pembawa Acara : Kenapa?
> Bapa : Kenapa? Disana dikatakan ketika
> malaikat datang untuk membunuh semua anak sulung ‘Engkau harus
membuat
> tanda dengan darah di tiang pintumu.’ Menyembelih seekor domba,
ambil
> darahnya dan memercikannya pada ambang pintu dan pada 2 tiang pintu.
> Begitu malaikat melewati pintu dan melihat tanda darah, ia akan
berkata
> yang ini selamat. Kita memiliki sebuah korban anak sulung tidak akan
> dikorbankan karena kami telah menyembelih domba itu seagai gantinya.
> Pergilah ke rumah-rumah yang tidak menyembelih yaitu rumah orang-orang
> Mesir dan menumpas dan membunuh anak-anak sulung mereka. Jadi ini
adalah
>  korban anak domba dan itulah mengapa disebut “Paskah”
yang berasal dari
>  kata “Pasakha” yang berarti melewati. Hal itu
mengatakan malaikat akan
> melewatinya dan tidak membunuh. Dan Mengapa? Karena dari pada anak
> sulung, lebih baik mereka mengorbankan seekor domba jantan. Ini adalah
> prinsip penebusan lagi. Dalam Islam ada lagi prinsip yang sama.
> Pembawa Acara : Ya, saya mau menanyakan
> hal tersebut. Anda mengatakan bahwa prinsip penebusan disebut di 2
> tempat. Sekali lagi untuk mengkonfirmasi.
> Bapa : Sekarang dalam Islam ketika anak
> sulung ditebus oleh seekor domba jantan, sesuatu terjadi pada Abd
Allah,
>  ayahnya Muhammad sendiri.
> Pembawa Acara : Ya, itu benar.
> Bapa : Ketika Abd El Mottaleb kakeknya,
> kakeknya Muhammad. Dia bersumpah jika diberi 10 putra, dia akan
> mendedikasikan seorang diantaranya sebagai sebuah korban. Dia memilih
> dari antara putranya, dan pilihan jatuh pada Abd Allah, ayahnya
> Muhammad. Muhammad tentu saja belum lahir. Orang-orang Quraish
> mengatakan, “Tidak, tidak, tidak. Engkau tidak bisa
mengorbankannya.
> Mari kita pilih lagi. Dan mereka pergi ke ahli nujum. Mereka berkata
> kepadanya,” Kami mau membuat pilihan.” Jadi dia membuat
pilihan untuk
> mereka. Dia bertanya pada mereka apa yang akan mereka pakai sebagai
> tebusan? Mereka berkata, “Kami akan memberikan 10 ekor unta
sebagai
> tebusan.” Dia berkata, “Baiklah.” Mereka memilih
lagi 2 kali dan jatuh
> pada Abd Allah. Kedua kali, ketiga kali pilihan dilakukan, Abd Allah
> lagi. Tebusannya terus naik dari 20 ke 30 sampai 100 ekor unta. Jadi
> pilihan jatuh pada unta-unta. Apakah Anda mengerti? Jadi orang-orang
> Quraish bersuka cita karena dewa-dewa menerima tebusan atau penebusan.
> Dan ia telah menebus jiwa Abd Allah dengan 100 ekor unta. Sehingga Abd
> Allah tidak dibunuh, tapi unta-unta tersebutlah dan itu diteguhkan
dalam
>  Islam.
> Pembawa Acara : Jadi terdapat prinsip penebusan di sana.
> Bapa : Tepat sekali. Ini konfirmasi ke-3
>  untuk Anda. Dalam Perjanjian Lama kitab Imamat, ada sebuah hukum,
hukum
>  pengorbanan. Barang siapa berdosa, ia harus mempersembahkan sebuah
> korban karena setiap orang berdosa seharusnya dihukum mati, karena
upah
> dosa adalah maut. Jadi mereka memilih penebusan, Allah telah
menetapkan
> hukum penebusan pada mereka, sebuah korban, dan sesuai dengan gaya
tarik
>  dosa mereka, masing-masing orang mempersembahkan seekor korban
merpati
> atau anak merpati atau seekor domba, seseorang akan mempersembahkan
> seekor kambing atau seekor lembu, seekor binatang korban.
> Pembawa Acara : Menurut kesanggupan seseorang.
> Bapa : Ya, dalam kesanggupan mereka. Ini
>  mengenai penebusan, sesuai dengan dosanya. Ini dipertimbangkan
sebagai
> penebusan dari pada kematian seseorang, mereka ditebus oleh
pengorbanan
> itu. Dan prinsip ini ada dalam Islam.
> Pembawa Acara : Para haji.
> Bapa : Al Nahr pengorbanan, atau hari raya Adha.
> Pembawa Acara : Ya, itu yang saya maksud.
> Bapa : Jadi maksud anda Hari Raya
> Kurban, satu korban untuk menebus seseorang. Dan tentu saja ada di
> buku-buku Islam, ada banyak tentang hal itu dan saya akan memberitahu
> Anda sesuatu yang luar biasa. Saya telah mencari dan membacanya dalam
> sebuah buku berjudul “Agama Islam di Iran.” Buku ini
mengatakan Hari
> raya Kurban di tanah Persia disebut dengan Hari Raya Pengorbanan atau
> binatang korban. Dan Anda tahu apa yang mereka sebut selama
pembersihan
> mereka pada Hari Raya tersebut, Anda tahu apa yang mereka serukan
“Ya,
> Allah buatlah korban ini suatu pendamaian atas pelanggaran saya dan
> singkirkanlah yang jahat dari pada ku.” Anda akan temukan ini
dalam buku
>  “Deen Al Islam” halaman 367. “Ya Allah
jadikanlah korban ini suatu
> pendamaian bagi pelanggaranku.” Itulah penebusan. “Dan
singkirkanlah
> yang jahat dari pada ku.” Dan dalam buku “Al Feqh oleh
Rebeca, narasi
> muslim tentang Anas أنس kiranya Allah berkenan padanya,
>  dia mengatakan”Nabi- kiranya damai Allah dan doa ada atas mu-
> mengorbankan 2 domba jantan bagi mu, yang benar-benar bertanduk,
artinya
>  domba-domba tersebut sudah cukup tua. Dia menyembelihnya dengan
> tangannya yang mulia. Dan dalam Mishkat El Masabeeh مشكاة
المصابيح
>  halaman 42 mengatakan bahwa ketika sang nabi sedang menyembelih
> domba-domba tersebut ia mengatakan, “Ya Allah, ini adalah ganti
ku dan
> ganti siapapun diantara bangsaku yang tidak mempersembahkan sebuah
> tebusan. Dalam buku “Ehian ‘Ulum El Deen”
حياء علوم الدين volume 1 halaman 243.
> Pembawa Acara : Oleh Imam Al Ghazaly امام
الغزالى
> Bapa : Ya, oleh Imam Al Ghazaly.
> Pembawa Acara : Hanya untuk memperjelasnya. Ya.
> Bapa : Ulama Al Bazzar Abul bernarasi
> pada dawai Abi Saeed, “Pembawa pesan Allah- kiranya damai Allah
dan doa
> untuk nya- mengatakan “Ya Fatimah-yang adalah anak
> perempuannya-“Angkatlah korban-korbanmu dan maklumatkanlah
> kesaksian-kesaksian  untuk darah yang tercurah pertama kali dari
> korban-korban , Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.
Jadi
> setetes darah mengampuni. Karena aslinya dalam Alkitab mengatakan
“Tanpa
>  pencurahan darah tidak ada pengampunan.”
> Pembawa Acara : Ya, tidak ada pengampunan.
> Bapa : Dan untuk itulah penebusan tak
> terhindarkan. Darah yang suci dan tak berdosa harus dicurahkan untuk
> mengampuni saya. Ini untuk suatu tujuan. Ada lagi dalam buku
“Ehiaa’Ulum
>  Deen’ volume 1 halaman 243 mengatakan demikian
“Sebagaimana untuk
> menyembelih korban Al Hadi itulah korban.” Untuk menyembelih
korban, itu
>  artinya mendekati Allah Yang Maha Tinggi, jadi Anda harus
> mempersembahkan yang sempurna dan mencari Allah yang mau melepaskan
atau
>  memerdekakan dari dalam api setiap bagian dari korban atau sebagian
> dari Anda. Jadi ini akan mendamaikan dan menebus dirinya sendiri. Ini
> akan menjadi tebusannya. Karena itulah semakin besar korban dan
semakin
> banyak bagiannya, semakin besarlah penebusan Anda dari dalam api
> nantinya.” Jadi kita sekarang membutuhkan tebusan yang luar
biasa.
> Semakin besar semakin bagus, benar? Siapakah si penebus yang besar
itu,
> dan siapa yang bisa menebus semua manusia?
> Pembawa Acara : Dan tibalah kita pada bagian yang paling penting.
> Bapa : Apa itu? Apa maksud Anda?
> Pembawa Acara : Siapa yang sanggup menebus semua manusia? Dan
karakter-karakter apakah yang membuatnya sanggup melakukan itu?
> Bapa : Hampir benar, sekarang kita tiba di …
> Pembawa Acara : Yang paling penting dari perkara ini dan juga
pertentangan, hal yang sudah pasti mereka keberatan.
> Bapa : Ya, ini adalah yang paling penting dari seluruh perkara. Inilah
penyebab inkarnasi.
> Pembawa Acara : Semua persediaan Ilahi.
> Bapa : Dan penyaliban, semuanya karena
> bagian ini. Siapakah si penebus yang saya ingin ketahui? Syarat-syarat
> apakah yang harus dipenuhi oleh penebus itu? Perhatikan baik-baik para
> pemirsa, kita akan sedikit lebih cepat karena topic ini memerlukan
> banyak pertimbangan. Jika perasaan Anda sedang tidak enak rekam
episode
> ini agar Anda bisa mendengarkannya nanti. Ambillah waktu. Mari kita
> berurusan dengan dosa terlebih dahulu supaya bisa melihat penebus itu.
> Dosa diukur besar dan pelanggarannya, apakah besar atau kecil oleh
orang
>  yang disakiti. Jika saya menyakiti orang biasa dan sederhana.
> Pembawa Acara : Baiklah. Seseorang menyakiti yang lain.
> Bapa : Maksud saya hanya orang biasa.
> Bukan, apa yang mau saya katakan adalah mungkin seorang penjaga pintu
> atau pesuruh kantor, jika saya menyakiti orang seperti itu, itu
tetaplah
>  dosa, itu adalah pelanggaran. Bagaimana saya dapat memulihkannya?
Atau
> bagaimana saya dapat menebusnya? Saya akan pergi kepadanya dan saya
tahu
>  harus apa, saya akan mengeluarkan uang $ 50 atau $ 100 dan saya akan
> katakana ambil uang ini untuk anakmu atau untuk beli teh. Dia akan
> berkata, “Tuan, ada apa ini?” Saya akan menjawab,
“Saya telah menyakiti
> kamu, saya sudah maki-maki kamu.” Dan orang miskin itu akan
berkata, “Oh
>  seandainya Anda memaki-maki saya setiap hari, Pak.” Bukankah
demikian?
> Seharusnya pelanggaran atau kutuk ini yang saya lakukan terhadap
pesuruh
>  kantor saya. Dan seandainya sekarang saya melakukan hal yang sama
> dengan bos saya.
> Pembawa Acara : Maka tebusannya harus lebih besar.
> Bapa : Dapatkah saya tetap pergi ke bos saya dan berkata,
“Silahkan ambil uang $ 100 ini?”
> Pembawa Acara : Tentu tidak.
> Bapa : Anda tidak bisa membayar untuk
> keluar dari masalah ini Tidak mungkin. Jadi sekarang bertambah besar.
> Sekarang seandainya saya melakukan pelanggaran yang sama melawan
> presiden. Ini benar-benar cerita yang berbeda.
> Pembawa Acara : Anda akan binasa.
> Â
> Bapa : Ya, saya tidak akan ada lagi.
> Saya sedang berbicara tentang presiden yang mana saja. Saya tidak mau
> menjadikannya masalah pribadi. Saya tidk mau ada orang yang bilang
saya
> sedang mengutuki Abd El Nasser. Apakah Anda mengerti? Sekarang dosa
saya
>  bertambah besar, dan tingkat kebesarannya menjadi sama dengan orang
> yang saya sakiti, semakin layak dia, semakin besar dosa saya. Baiklah,
> sekarang kita tiba dengan orang yang menentang Allah. Siapapun bahkan
> seorang presiden sekalipun masih terbatas, tapi Allah tidak terbatas.
> Adakah angka yang dikalikan dengan yang tak terhingga sama dengan tak
> terhngga,benar? Satu kan tak terhingga sama dengan tak terhingga. Jadi
1
>  dosa saya melawan ketakterhinggaan Allah sama dengan tak terhingga,
> benar? Jadi sekarang pelanggaran saya melawan Allah yang tak terhingga
> telah membesar, tak terbatas. Baiklah. Apakah hukumannya?
> Pembawa Acara : Kematian/maut.
> Bapa : Pelanggaran saya sudah tak terbatas. Kematian ini pasti
kematian kekal. Juga tak terbatas.
> Pembawa Acara : Seperti yang telah kita katakana diawal.
> Bapa : Ya, pada episode terdahulu.
> Sekarang menjadi dosa yang tak ada batasnya layak akan sebuah hukuman
> yang tak ada batas, kematian yang kekal. Baiklah, ketika kita berusaha
> menebusnya, penebus yang seperti apa yang kita gunakan disini?
> Pembawa Acara : Seseorang yang pas.
> Bapa : Yang tidak terbatas juga. Ini
> benar atau salah? Baiklah contohnya seperti saya mengambil mobil Roll
> Royce Anda dan menabrakannya ke sebuah pohon. Bisakah saya
menggantinya
> dengan Fiat dan mengatakan, “Maaf saya telah menghitung Roll
Royce Anda,
>  semoga  Anda mau menerima Fiat ini sebagai gantinya. Ini tidak
akan
> terjadi.
> Pembawa Acara : Tidak mungkin.
> Bapa: Anda tidak bisa melakukan hal itu.
>  Mobil Roll Royce harus ditebus dengan dengan sebuah mobil Roll Royce
> juga, benar? Sebuah dosa melawan Allah menuntut penebusan yang tak
> terbatas yang seimbang dengan Tuhan dan itu mustahil. Mempunyai
seorang
> penebus di bumi diantara manusia yang fana yang juga pada saat yang
> bersamaan tidak terbatas yang kemudian dituntut bahwa Allah yang tak
> terbatas akan datang menebus kita. Dirinya sendirilah yang akan
menebus.
>  Baiklah, jadi itu syarat yang pertama bahwa penebus harus tak
terbatas,
>  karena dosa tidak terbatas dan hukumannyapun demikian dan
bayarannyapun
>  harus tidak terbatas. Dan satu-satunya pribadi yang tak terbatas
adalah
>  Allah, dan karena alasan itu inkarnasi tidak terhindari. Allah
sendiri
> yang mau menebus? Tentu saja Islam mempertahankan bahwa Allah yang
> menebus dosa. Sebuah ayat di Alquran. Dengarkan. Dalam Surah 65 (At
> Talaq), “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia
akan
> menghapus kesalahan-kesalahannya.”
> Pembawa Acara : Nah itu dia, Allah sendirilah yang melakukan
penebusan.
> Bapa : Saya tidak mengarangnya.
> Pembawa Acara : Tidak, Anda tidak melakukan hal itu.
> Bapa : FirmanNya ada disana, tapi dimanakah orang-orang yang membaca
dan mengertinya? Benarkah demikian? Surah 65 (At Talaq) “Barang
siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus
kesalahan-kesalahannya.”
> Jadi Allah yang melakukan penebusan. Karena hanya Allah satu-satunya
pribadi yang tak terbatas. Dan lagi dalam Surah 5 (Al Maidah)
“Aku akan menebus perbuatan-perbuatanmu yang jahat dan membawamu
ke taman, taman firdaus.” “Aku akan menebus” jadi
syarat pertama penebusan adalah kemauan/keinginan.
> Pembawa Acara : Â Maaf, ada sedikit hal yang perlu dijelaskan.
> Bapa : Silahkan bertanya.
> Pembawa Acara : Terkadang saudara Muslim
>  kita yang terkasih berkata Allah mengampuni, mereka tidak percaya
akan
> penebusan, mereka katakan bahwa penebusan sebenarnya pengampunan dosa,
> itu bukanlah cara yang kita mengerti. Maka kami mau menjelaskan
> perbedaan antara dua hal itu. Pengampunan dan penebusan.
> Bapa : Tentu saja kata “Yukaffer”
> artinya menebus, mempunyai akar kata yang berbeda dengan
“Takfeer dan
> Higra.” Takfeer dan Higra bercerita tentang seseorang yang
tidak
> beriman.
> Pembawa Acara : Bukan. Kita tinggalkan dulu yang ini, ini tidak ada
kaitannya dengan kita.
> Bapa : “Kafer” dengan pengertian
> panggilan untuk seseorang yang tidak beriman. Jangan ada seorangpun
yang
>  berkata bahwa Allah Yukaffer dalam pengertian panggilan untuk
> orang-orang yang tidak beriman. Bukan. Takfeer berhubungan dengan akar
> kata menutupi. Menutupi artinya menyembunyikan.
> Pembawa Acara : Rahasia.
> Bapa : Dalam semua bahasa berarti
> menutupi. “Takfeer” baik dalam bahasa Arab, dalam bahasa
Ibrani berarti
> menutupi, bahkan dalam bahasa Inggris. Semanya. Jadi Yukaffer adalah
> menutupi. Ada sebuah cela yang dia tutupi, untuk memulihkannya,
seperti
> yang sudah saya katakana pada Anda terdahulu “Maka Aku
merentangkan
> sayapku atas mu dan menutupi ketelanjanganmu.” Jadi melalui
penebusan
> ada perlindungan dan penutup. Dan penutup melibatkan penebusan,
> mengorbankan diri sendiri mewakili orang yang berdosa, benar? Menebus
> dosa seseorang. Jadi itulah arti penebusan dosa. Sedangkan pengampunan
> artinya memaafkan ketika Anda sudah ditutupi, Anda diampuni. Saya
> menutupi dosa Anda, orang-orang yang mengasihi Anda akan mengampuni
> apapun pelanggaran Anda, tapi seorang musuh hanya akan mendapati
> kesalahan Anda. Jadi kata menutupi, menyembunyikan, menebus dosa dan
> kemudian mengampuni pelanggaran-pelanggaran yang telah Anda lakukan
> karena itu sudah ditutupi. Seseorang akan menyakiti saya dan kemudian
> saya akan berkata, “Tidak apa-apa.” Bayangkan ini tidak
lagi berlaku
> disana. Kita baik-baik saja sekarang dan jika Anda belum melakukan
> apapun karena saya sudah memaafkan Anda. Dengan begini saya menutupi
> dosanya dan mengampuni nya. Jadi Allah menebus dosa-dosa kita. Bahwa
Dia
>  menyembunyikan dosa-dosa dan memaafkan kita. Mengampuni adalah
> memaafkan, benarkah begitu? Tapi penebusan dosa adalah menutupi dan
ini
> adalah syarat mutlak.
> Pembawa Acara : Ini adalah poin yang sebenarnya kita mau
komunikasikan.
> Bapa : Baiklah. Ijinkan saya memberikan
> sebuah ilustrasi kepada Anda. Adam dan Hawa, keduanya berdosa di dalam
> taman, dan setelah berdosa mereka telanjang. Mereka dapati diri mereka
> telanjang. Jadi mereka mulai mengambil dedaunan untuk menutupi diri
> mereka, menutupi ketelanjangan mereka. Matahari akan terbit, daun-daun
> akan mongering, dan ketelanjangan mereka akan kelihatan. Tidak ada
> gunanya. Usaha manusia tidak akan menebus dosa-dosanya, tidak
> menutupinya. Tidak menyembunyikannya. Daun-daun tidak menutupi tubuh
> mereka, benar? Dan ngomong-ngomong, pemahan Yukaffer yang lain dalam
> pemahaman menyebabkan orang tidak beriman adalah Yukafferuhu tapi
> pemahaman kami disini adalah Yukaffer ‘Anhu. Jadi apa yang
telah Allah
> lakukan? Alkitab mengatakan bahwa “Allah memberikan pada mereka
pakaian
> dari kulit binatang dan mengenakannya pada mereka.” Dan pakaian
itu
> tidak mengering karena matahari. Tapi dari mana Dia mendapatkan kulit
> itu?
> Pembawa Acara : Seekor korban.
> Bapa : Seekor korban. Jadi korban adalah
>  penebusan dosa dan kebenaran dari korban mulai timbul, pakaian korban
> diambil untuk menutupi manusia untuk menebus dosa-dosa ita ketika Ia
> menebus kita dengan sebuah korban dan tentang korban ini kita telah
> katakan syarat mutlak yang pertama yaitu Dia harus tidak terbatas,
tidak
>  terbatas karena dosa juga tidak terbatas dan hukumannya tidak
terbatas
> yang menuntut penebusan yang tak terbatas.
> Pembawa Acara : Saya kira cara ini sudah
>  kita buat dengan sangat jelas bagi saudara-saudara terkasih kami
> dimanapun berada bahwa prinsip penebusan dosa ada dalam Alquran dan
> Islam. Ini juga terbukti dalam kehidupan muslim mereka, dan ilustrasi
> paling sederhana adalah domba yang dikorbankan pada saat Hari Raya
> kurban.
>
> Bapa : Anda tahu saya akan katakan
> sesuatu sebelum Anda menutup acara ini waktu yang berharga. Syarat
> mutlak pertama adalah ketidakterbatasan, ada syarat mutlak kedua bahwa
> ia harus menjadi manusia dan yang ketiga adalah Dia harus suci. Saya
> maksud ada 3 syarat mutlak. Dalam episode ini saya hanya mengangkat
yang
>  pertama, ketidakterbatasan.
>
> Pembawa Acara : Kami bersyukur Bapak
> Pendeta ada bersama-sama kami disini, kiranya Allah memberkati Anda
dan
> pelayanan Anda. Pemirsa terkasih dimanapun Anda berada, yakinlah bahwa
> Allah adalah Bapa yang mengasihi. Dia mau menebus dosa-dosa Anda.
> Pemirsa terkasih, jika Allah menghendaki kita akan berjumpa lagi.
Terima kasih. Sampai jumpa.
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke