> "ndeboost" <rambitese...@...> wrote: > 1. Penghargaan dokter maunya kek > piala oscar, murah bergengsi > 2. @Wandu masih bisa ngomongin > sumpah dokter? Kwkwkwkwk .........
Memang anda itu terlalu stupid, piala Oscar itu sangat mahal harganya karena terbuat dari platina campur emas. Sedangkan penghargaan kepada dokter dari pabrik2 farmasi biasanya juga sambil mengiklankan pabrik farmasinya itu sendiri. Misalnya jam dinding yang ada tulisan pabrik farmasinya atau nama obat pabrik ybs. Pabrik farmasi selalu berusaha memberi penghargaan kepada dokter2 yang berjasa membantu suksesnya penelitian dengan barang2 berharga yang dikemas menonjolkan iklan produk maupun nama pabrik Farmasinya agar dikenal dunia ilmiah dan diingat oleh para professional yang menonjol didunia ilmiah ini. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > Penghargaan Farmasi Ke Dokter Bukan Sogok Bukan Korupsi !!! > > > > Dokter dikatakan sukses dalam professinya apabila dia berhasil > mengobati pasien se-banyak2nya. > > > > Jadi, dokter juga bersaing dalam merebut pasiennya melalui prestasi > hasil pengobatannya. Dan pengobatan yang berhasil tentunya didasari > kemampuan atau ketajamannya dalam menegakkan diagnosa, dan barulah > kemudian ditunjang dengan pemilihan obat2 yang tepat bagi pasien-nya. > > > > Secara umum, obat2 yang mahal harganya jauh lebih manjur meskipun > tidak selalu karena juga tergantung dari response penerimaan pasien2nya. > > > > Demikianlah, untuk pasien2 yang mampu biasanya meminta dokternya > memilihkan obat2 yang terbaik. Sedangkan untuk pasien2 yang kurang > mampu dipilihkan obat yang termurah dengan response yang terbaik. > > > > Oleh karena itu, untuk memastikan response masing2 obat terhadap > pasien itu yang kadang kala dibutuhkan kunjungan dokter beberapa kali. > > > > Begitulah kira2 kerjaan professi seorang dokter. Jadi bila dalam > suatu waktu ada detailmen yang datang yang membujuk dokternya untuk > menulis resep obat2 produksi pabriknya dengan janji2 uang atau hadiah, > maka biasanya yang dilakukan sang dokter adalah menghitung berapa kali > atau berapa jumlah tablet dari produksi pabrik tsb yang diresepkan ke > pasiennya. Dalam hal ini bukan berarti sang dokter mata gelap tanpa > pertimbangan semua pasien diberikan obat yang sama untuk mengejar target > hadiah yang dijanjikan pabrik obat ybs. Bukan gitu cara kerja dokter, > karena kalo obatnya terlalu mahal maka tidak mungkin sang dokter akan > meresepkan kepada pasien2nya yang kurang mampu, karena obatnya malah > tidak dibeli si pasien dan sang dokter akan ditinggalkan atau kehilangan > pasiennya. > > > > Apa yang saya gambarkan diatas berlaku untuk dokter2 lulusan yang > sebenarnya yang disumpah dengan sumpah "Hipocrates". Memang sekarang > banyak lulusan dokter2 Syariah yang disumpah dengan kitab suci AlQuran, > dan mereka dipastikan tidak profesional dan tidak pernah ada yang > terkenal sukses dalam pengobatan karena mereka mengobati bukan dengan > khasiat obatnya melainkan khasiat keimanan Islam yang ditunjang kepada > Allahnya. > > > > Jadi untuk dokter2 Syariah ini sebenarnya tidak bisa dikategorikan > sebagai dokter dan bukan profesi dokter melainkan dukun klenik. Dan > dokter seperti ini sekarang banyak menyebar diseluruh RI dengan berbagai > spesialisasinya sehingga nilai professi kedokteran di Indonesia jatuh > dimata dunia kedokteran Internasional. Mereka bisa saja disogok untuk > menipu pasien2nya karena diberi hadiah oleh masing2 pabrik obatnya. > Dokter2 seperti ini tidak mengerti ilmu kedokteran, karena pengetahuan > kedokterannya pun diajarkan oleh detailer2nya. Memang dokter2 seperti > ini telah meresahkan masyarakat di Indonesia tetapi belum pernah ada > pasien yang berani memberitakannya karena takut dituduh sebagai > penistaan terhadap agama Islam. > > > > Saya sebagai seorang dokter yang professional merasa sangat prihatin > dengan kehancuran dunia kedokteran di Indonesia atas ulah dukun2 > Islamiah yang menyaru jadi dokter ini melalui legitimasi fakultas > kedokteran Islam yang tidak mengajarkan ilmu kedokteran melainkan ilmu > pengobatan dari AlQuran. > > > > Saya pernah ketemu dokter spesialis ginjal di Indonesia yang lulusan > dokternya dari Fakultas Kedokteran Islam, hebatnya dokter ini bisa > mengobati penyakit ginjal dengan kencing onta tanpa lebih dulu > pemeriksaan Lab. Kalo pasiennya kebetulan sembuh, maka si dokternya > menyombongkan ketakwaan dirinya kepada Allah. Tetapi kalo pasiennya > mati, maka yang disalahkan adalah pasiennya yang tidak menuruti petunjuk > dosis kencing ontanya sehingga dianggap murtad terhadap Allahnya. Moga2 > anda bisa pandai2 menghindari menjadi korban dokter2 palsu tapi aseli > seperti ini. > > > > > syahrul darwin syahruldarwin@ wrote: > > > kemudian dengan berdus-dus bukti > > > transfer Bank serta laporan > > > detailman tentang beaya operasional > > > mereka, padaĆ dokter di Seluruh > > > Indonesia yang ada pada saya. > > > jadi, sulit bagi saya menyebut dengan > > > "Oknum" mungkin saya salah berasumsi > > > tentang "oknum" karena oknum itu > > > untuk ruang lingkup yang masih kecil. > > > > Lalu dimana salahnya soal transfer bank dan biaya operasional > detailman??? > > > > Semua itu legal, setiap pabrik obat sama dengan pabrik sepatu berhak > mengiklankan produksinya. Bedanya hanyalah media yang digunakan, kalo > mengiklankan produksi sepatu menggunakan media publik, maka untuk > mengiklankan produksi obat2 lebih digunakan media professional bukan > media publik. > > > > Setiap pabrik obat memang selalu tersedia biaya promosi yang sudah di > budgetkan, sehingga tidak bisa lah dinamakan konspirasi. Kalopun ada > dokter2 tertentu yang menggunakan obat2 produksi farmasi tertentu, tidak > mungkin karena disogok, karena dokter mendapatkan nafkahnya dari pasien > bukan dari pabrik farmasi. > > > > Kalopun ada pabrik farmasi yang memberi penghargaan kepada dokter2 > tertentu, bukan se-mata2 karena ada kontrak konspirasi tetapi sebagai > bagian promosi untuk dijadikan rujukan pemasaran produksinya menjadi > lebih reliable di dunia profesi kedokteran itu sendiri. > > > > Ada kalanya, sebuah pabrik Farmasi memberikan sejumlah besar dana > kepada dokter yang top untuk melakukan study produksi obatnya. Misalnya > pabrik Lederle memberikan dana jutaan dollar kepada sekumpulan dokter > yang terpilih untuk melakukan study penggunaan Artane untuk pengobatan > Glaucoma, dan hasil study ini kemudiannya dijadikan rujukan oleh FDA > untuk mengakui bahwa "Artane" adalah obat yang tepat untuk pengobatan > Glaucoma. Dalam kasus ini, jelas dokter2 yang terpilih jadi kaya akibat > berhasil meyakinkan FDA akan hasil penelitian mereka. > > > > Demikianlah, antara Dokter, Farmasi, dan FDA selalu ada kerja sama > dimana masing2 memiliki privilege yang terpisah. Jadi dalam banyak > kasus pabrik2 Farmasi sering harus mengorbankan dana2nya untuk study2 > yang gagal malah produksinya dilarang FDA. > > > > Demikianlah, dokter terima dana untuk tujuan tertentu dari perusahaan > Farmasi adalah legal, tidak ada larangan. Mal-Practice baru menjadi > bahan aduan apabila terjadi reversed response patient terhadap obat, > yang dalam hal ini diajukan ke lembaga ethik kedokteran dan ke > pengadilan untuk diselidiki siapa yang bertanggung jawab. > > > > Jadi sekali lagi, disini adalah TANGGUNG JAWAB PROFESSIONAl bukan > urusan bayaran yang diterima dokter dari pasien atau urusan hadiah dari > pabrik Farmasinya. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
