Refleksi : Kaisar Macedonia adalah tidak lain dari Alexander the Great atau 
juga Alexander III of Mcedonia,  Mégas Aléxandros  (356-323 BC), 

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/11/04/144445-cerita-kelam-dari-negeri-bernama-afghanistan

Cerita Kelam dari Negeri Bernama Afghanistan
Kamis, 04 November 2010, 01:00 WIB

     
REPUBLIKA.CO.ID, KABUL--Afghanistan, negeri yang berlokasi di Asia Barat ini 
sedari awal harus menerima kenyataan pahit lantaran rutin dianeksasi negara 
lain. Afghanistan secara bergantian diduduki kekaisaran Persia, Macedonia dan 
Kekalifahan Abbasiyah. Di era modern, tentara merah Soviet dengan wajah tegak 
mencaplok Afganistan guna dijadikan satelit mereka di Asia Barat. 

Beruntung, tentara merah kehabisan biaya untuk menangani militan-militan 
Afghanistan yang disponsori AS. Tentara merah pergi, tentara Paman Sam datang 
dengan agresif. AS datang menuntut nyawa yang melayang dalam tragedi 11 
September 2001. 

Selama dua dekade terakhir, militan yang dibentuk tahun 1990 ini berhasil 
mengakhir perang saudara yang pahit. Berkat dukungan Pakistan, Taliban berhasil 
menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan. Tahun 2001 mereka diusir secara 
paksa oleh AS. Hal mengejutkan, perlahan tapi pasti Taliban kembali tumbuh. 
Faktanya, Taliban berhasil menguasai sebagian besar Afganistan selatan dan 
timur semenjak pemerintahan buatan AS berdiri. 

Salah seorang Komandan di Marja, selatan Afghanistan, mengatakan dirinya telah 
bertempur melawan tentara kependudukan di banyak tempat. Sayangnya, kebiasaan 
doyan perang Taliban dinilai masyarakat barat menghadirkan prilaku tak terpuji 
berupa sikap sewenang-wenang terhadap warga sipil. Penguasa Taliban yang tahu 
persoalan itu segera bertindak dengan merotasi perwira mereka guna mencegah 
sifat serakah dan zalim kepada warga setempat. 

Prilaku itu memang bukan tanpa alasan. Obsesi untuk mengulang kembali 
keberhasilan mengusir tentara asing menjadi musababnya. Salah seorang komandan 
lain dari wilayah Gereshk menyatakan tentara Taliban berkomitmen untuk 
membersihkan Afghanistan dari pasukan asing dan merebut kembali kekuasaan. Dia 
mengaku penguasa Taliban selalu memberikan dana dan senjata guna bersembunyi di 
Pakistan ketika tentara NATO dan sekutu pimpinan AS melakukan aksi sapu bersih. 

Jadi, salah bila AS mengklaim mereka telah mengkontrol penuh Afghanistan 
selatan dari tangan Taliban. Pasalnya, komandan tersebut mengatakan 
bertambahnya pasukan AS dan NATO ke selatan tidak menjamin kawasan Gereshk 
dikuasai. "Di luar kota adalah zona perang," katanya seperti dikutip The 
Economist, Rabu (3/11).

Atur hak wanita

Satu hal lain yang menjadi perhatian masyarakat Barat adalah kontrol terhadap 
hak wanita. Semenjak berkuasa di Afghanistan, Taliban acap kali memberlakukan 
aturan yang sangat ketat terhadap hak-hak wanita. Mereka melarang wanita 
bersekolah atau mengenakan pakaian terbuka di muka umum. Aturan itu yang 
melahirkan generasi pelarian. Tak sedikit wanita Afghanistan kala itu bertaruh 
nyawa untuk menghindari pemerintah Taliban. Bagi mereka, lebih baik mati 
ketimbang harus menjalani kehidupan yang statis.

"Apa lagi yang mereka butuhkan? Seorang wanita yang baik hanya membutuhkan 
sekolah Islam, bukan dengan pembenaran," papar salah seorang komandan. Mereka 
pun mengutuk warga Afghanistan yang lari ke luar negeri. Bagi mereka, pelarian 
itu sama saja dengan kejahatan. "Di bawah Hamid Karzai, tidak satu pembunuh pun 
dieksekusi di depan umum," Seru orang yang lebih senior dengan mata terbelalak. 
"Tidak ada perampok telah dipotong tangannya,"

Di daerah yang dikuasai Taliban, hukum Islam diberlakukan secara ketat. 
Walhasil, sebagian masyarakat yang berada di bawah pengaruh Barat, muak dengan 
aturan yang diberlakukan terhadap para pelanggaran hukum. Namun, tak sedikit 
pula yang mendukung pemberlakuan aturan hukum Islam secara ketat. Dukungan itu 
dikarenakan pemerintahan Hamid Karzai tidaklah tegas dalam menangani ragam 
kejahatan yang terjadi di selatan Afghanistan.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke