Refleksi : Masalah menteri Zionis batal ke Inggris karena takut ditangkat, 
mirip  SBY, presiden NKRI,  batal keberangkatan ke  Belanda, gara-gara takut 
ditangkap.

http://www.hidayatullah.com/berita/viva-palestina/14032-takut-ditangkap-menteri-zionis-batal-ke-inggris

Takut Ditangkap, Menteri Zionis Batal ke Inggris 

Wednesday, 03 November 2010 12:15 Viva Palestina 
Bersama Amerika dan Prancis, Inggris adalah sponsor utama pendiri negara Zionis 
yang merampok dan menjajah tanah Palestina


Hidayatullah.com--Seorang menteri kabinet penjajah Zionis, Dan Meridor, 
mengurungkan niatnya ke Inggris karena diberitahu kemungkinan akan ditangkap 
karena keterlibatannya dalam penyerangan tentara Zionis terhadap Freedom 
Flotilla 31 Mei lalu. Demikian kantor berita International Middle East Media 
Center (IMEMC) melaporkan Senin, 1 November.


Menteri Intelijen dan Energi Atom 'Israel' Dan Meridor diberitahu Kementerian 
Luar Negeri Inggris bahwa dia mungkin ditangkap setibanya di Inggris karena 
tuduhan kejahatan perang.


Meridor, yang direncanakan bicara dalam sebuah konferensi Britain and Israel 
Research Centre, sebuah lembaga pro-Zionis, langsung membatalkan rencana 
perjalanannya itu.


Meridor adalah satu dari sekian politisi dan tokoh Zionis yang akhir-akhir ini 
menghindari Inggris karena kemungkinan harus menghadapi gelombang gugatan hukum 
berkaitan dengan pembajakan dan penyerangan tentara-tentara Zionis terhadap 
Freedom Flotilla. Tokoh Zionis lainnya, bekas menteri luar negeri Tzipi Livni, 
juga membatalkan kunjungannya sesudah diperingatkan kemungkinan akan ditangkap.


IMEMC melaporkan, Meridor dan tujuh menteri lainnya hadir dalam rapat dengan 
perdana menteri penjajah Zionis, Benjamin Netanyahu, beberapa hari sebelum 31 
Mei dan mendiskusikan rencana menghadapi masuknya Freedom Flotilla ke Gaza.


Isi pertemuan itu secara persis tidak diketahui karena pemerintahan penjajah 
Zionis menolak mengumumkan transkrip pembicaraan di dalamnya, namun diyakini 
bahwa rapat itu juga mendiskusikan kemungkinan serangan militer atas kafilah 
kemanusiaan itu.


Pemerintah Zionis juga menolak ikut dalam investigasi internasional terhadap 
penyerangan pasukan komandonya yang menewaskan 9 orang relawan Turki dan 
melukai lebih dari 50 orang relawan lainnya termasuk dua orang relawan 
Indonesia, Okvianto Emil Baharudin dan Surya Fachrizal.


Demikian pula, sampai sekarang Zionis masih menolak mengembalikan dan membuka 
isi ratusan laptop, komputer, kamera, video dan rekorder milik sekitar 700 
relawan Freedom Flotilla yang mereka rampas pada saat penyerangan maut itu.


Penjajah Zionis itu hanya berani me-release beberapa potongan rekaman video 
yang sudah mereka ubah dan edit, kepada media massa.


Seorang anggota kabinet Inggris menjanjikan akan "mengoreksi" undang-undang 
yang memungkinkan para penjahat Zionis itu ditangkap di Inggris. AP mengutip 
Menteri Luar Negeri William Hague yang menyatakan, "Kita tidak bisa menerima 
situasi di mana para politisi 'Israel' merasa tidak bisa mengunjungi negeri 
ini."


Bersama Amerika Serikat dan Prancis, Inggris adalah sponsor utama pendiri 
negara Zionis yang merampok dan menjajah tanah Palestina. Senjata-senjata 
buatan Inggris adalah amunisi utama yang digunakan kelompok-kelompok teroris 
Yahudi - di antaranya Hagana dan Igun - untuk membunuh dan mengusir warga 
Palestina menjelang didirikannya negara penjajah Zionis pada 1948.


Sejak itu, Inggris menjadi salah satu negara yang ikut mem-veto 
resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan menjatuhkan sanksi kepada 
"Israel" karena berbagai kejahatannya.


Dewasa ini, London menjadi salah satu pusat gerakan rakyat melawan penjajahan 
Zionis atas Palestina. Sejumlah konvoi kemanusiaan, termasuk Viva Palestina dan 
Road to Hope, berangkat menuju Gaza dan Palestina dari London. 
[oh/SA/hidayatullah.com]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke