Refleksi : Rupanya SBY pembawa bencana sial, sebab SBY datang gunung Merapi meletus, penduduk lari tungang langgang ataukah letusannya itu adalah dentuman penghormatan? Bagaimana pendapat pakar ilmu kejawean?
http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=106614 SBY datang, Gunung Merapi meletus lagi Tanggal : 03 Nov 2010 Sumber : Harian Terbit YOGYAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disambut awan panas atau biasa disebut wedhus gembel. SBY tiba dilokasi Gunung Merapi pukul 09.00, sementara awan panas muncrat dari mulut gunung sekitar pukul 08.00 WIB, 1 jam sebelum SBY tiba di lokasi. Letusan itu pun membuat sibuk para pejabat daerah karena bisa mengganggu kunjungan SBY. "Letusan itu membuat kita bingung karena takut mengganggu kunjungan bapak presiden. Tapi untunglah letusan awan tidak sampai mengganggu," kata seorang petugas posko Merapi dihubungi Harian Terbit lewat telepon. Sementara itu, Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief mengemukakan memang meletus lagi. "Meletus lagi mengeluarkan awan panas bertubi-tubi mengarah ke Kinahrejo," ujar Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, Rabu (3/11). Turunnya awan panas ini hampir bertepatan dengan jadwal kunjungan Presiden SBY untuk meninjau pengungsi Merapi. Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan menyebutkan Presiden memulai peninjauan di posko pengungsian Purbowinangun, Yogyakarta, pukul 08.00 WIB. Presiden yang didampingi Ani Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II selanjutnya menuju posko utama pengungsian letusan Gunung Merapi di Pakem, Kabupaten Sleman. Di posko utama itu, Presiden akan mendengarkan paparan penanganan bencana letusan Gunung Merapi dari Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono. Awan panas yang membumbung tinggi mengarah ke barat dan dapat terlihat jelas dari tempat pengungsian Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara terpisah, cuaca buruk yang menyebabkan tertundanya keberangkatan beberapa kapal ke Mentawai, membuat relawan dan LSM berebut pulang. Cuaca buruk menyebabkan gelombang tinggi di perairan laut Mentawai. Akibatnya tiga kapal penumpang membatalkan keberangkatan dari Padang ke Mentawai. Mendengar kabar tersebut, relawan dan anggota LSM yang hendak pulang berebut untuk bisa mendapatkan tempat di KRI Teluk Cirebon, yang berangkat ke Padang, Rabu (3/11). Bahkan seorang relawan dari Dinas Kesehatan Padang, Iswandi (37), harus terjatuh dari tangga KRI Teluk Cirebon. Dia terjatuh dari ketinggian 9 meter dan tercebur ke laut disela-sela badan kapal sedalam 30 M. Akibatnya dia harus dilarikan ke Posko Medis di Kecamatan Sikakap, Pagai Utara, Mentawai. Berdasarkan ramalan dari BMKG, cuaca buruk akan terjadi hingga tanggal 5 November. (tety/negara) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
