http://www.antaranews.com/berita/1288940932/kunjungan-obama-diharap-memperlancar-kerjasama-militer

Kunjungan Obama Diharap Memperlancar Kerjasama Militer
Jumat, 5 November 2010 14:08 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 

Ilustrasi Latihan Militer (ANTARA/Seno S.)
Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR Nurhayati Ali Assegaf berharap, 
kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama bisa memperlancar harmonisasi 
kerjasama antara militer kedua negara, terutama dengan Komando Pasukan Khusus 
(Kopassus).

"Saya juga yang ikuti normalisasi hubungan antara militer kedua negara, 
terutama Kopassus. Normalisasi hubungan kedua negara terutama soal Kopassus 
bisa dilanjutkan dengan baik, segera terlaksana tanpa ada tekanan-tekanan yang 
membuat hubungan ini tidak baik," kata Nurhayati kepada ANTARA News di Gedung 
DPR, Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, kunjungan Obama diharapkan bisa membuat citra Indonesia di mata 
dunia internasional menjadi terangkat.

"Kita harapkan juga, Indonesia menjadi mitra sejajar bagi Amerika Serikat, 
bukan kita berada di bawah atau di atas. Kalau Amerika Serikat mengganggap 
Indonesia sebagai negara besar, kita harus menjadi mitra sejajar," kata Ketua 
DPP Partai Demokrat Bidang Hubungan Luar Negeri. 

Dengan menjadi mitra sejajar, Amerika Serikat tidak lagi menganggap Indonesia 
sebagai negara yang mudah ditekan.

"Amerika Serikat sebagai negara besar, tapi tidak bisa menekan Indonesia karena 
hubungan yang saling membutuhkan dan win-win," ujar dia. 

Selain itu, kunjungan Obama juga akan berarti bagi negara-negara di Asia 
Tenggara dan Asia.

"Ini bagus untuk Asia, artinya Indonesia dianggap sebagai negara yang 
berpengaruh di Asia dan itu sejak kepemimpinan SBY. Suka atau tidak, diakui 
atau tidak, dunia mengakui peran Indonesia di dunia internasional. Saya pernah 
katakan di Amerika Serikat bahwa AS membutuhkan peran Indonesia untuk menjaga 
kepentingannya di Asia karena mereka takut dengan Cina, Jepang dan AS harus 
baik-baik dengan Indonesia dan Indonesia harus mempunyai pride atau kebanggaan 
dan daya tawar," kata Nurhayati.

Ia juga meminta agar Amerika Serikat mengerti bahwa penduduk Indonesia adalah 
mayoritas beragama Islam sehingga tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa 
menyinggung umat Islam.

"Amerika Serikat harus mengerti bahwa Indonesia adalah negara yang mayoritas 
penduduknya beragama Islam, sehingga jangan ada lagi bicara yang menyakiti umat 
Islam sehingga hubungan bisa berjalan dengan baik. Amerika Serikat harus tahu 
dan memahami itu, semua harus proposional," sebut dia.

Tentunya, sebagai tuan rumah, Indonesia harus menyambut Obama dengan baik dan 
harus menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, penuh cinta kasih.

"Karena hubungan hubungan antar negara itu diperlukan apalagi Amerika Serikat 
adalah negara besar, berpengaruh, suka atau tidak harus diakui itu dan saling 
membutuhkan. Yang pasti, Obama, punya hubungan psikologis dengan Indonesia dan 
merasa di rumah sendiri," kata Nurhayati. 

Menurut rencana, Presiden Obama akan tiba di Indonesia, Selasa (9/11) pukul 
16.30. Obama akan langsung menuju Istana Merdeka dan akan melakukan pertemuan 
bilateral yang dilanjutkan dengan jumpa pers bersama. Malamnya, Obama akan 
dijamu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 
(ANT/A038)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke