*Pernyataan Bersama Institute for Global Justice (IGJ) dan Koalisi Anti Utang (KAU)*
*Merespon Pembukaan G20 Summit di Seoul Korea Selatan 11 November 2010.* * * *Lawan Solusi Neoliberal G20 ; Bangun Solidaritas Rakyat Melawan Krisis* * * Pertemuan G20 Summit yang akan berlangsung pada tanggal 11-12 November 2010 akan melanjutkan kebijakan-kebijakan neoliberal dalam menyelesaikan krisis. Resep-resep neoliberal seperti deregulasi sektor keuangan, liberalisasi perdagangan, investasi model kolonial, dan utang luar negeri menjadi proposal utama G20 summit, bukanlah langkah penyelesaian krisis akan tetapi akan semakin memperdalam krisis yang dihadapi umat manusia di seluruh penjuru dunia dewasa ini. Neoliberalisme telah menjadi penyebab berlanjutnya masalah-masalah perubahan iklim, krisis energi, krisis suplai pangan, pengangguran, dan kemiskinan. Logika pembangunan yang semata-mata ditujukan pada pertumbuhan ekonomi akan menimbulkan efek mendalam terhadap kesenjangan pendapatan antar negara, dan kemiskinan mayoritas kaum buruh dan masyarakat. G20 tidak membahas sama sekali akar dari krisis ini. Bahwa krisis ini merupakan sifat antagonistik dari sistem kapitalisme yang menghancurkan dirinya sendiri, yaitu over-produksi dan over-akumulasi. Ini jelas terlihat fakta bahwa seluruh produk, mulai dari produk pangan, besi baja, otomotif, dan manufaktur lainnya mengalami kelebihan kapasitas, sementara pada saat yang sama mayoritas dari manusia di dunia ini mengalami *under consumption *karena tidak memiliki daya beli. Krisis over-produksi dan over-akumulasi juga menyebabkan adanya krisis finansial, yang muncul dari *bubble*. G20 melihat bahwa bahaya terbesar dari ekonomi global saat ini adalah proteksionisme. Kelompok ini merekomendasikan agenda pedagangan bebas secara lebih menyeluruh dan murni. Padahal agenda perdagangan bebas yang telah disepakati melalui WTO dan ratusan FTA telah menjadi sumber dari kemiskinan negara-negara berkembang pada khususnya. G20 juga tidak mempersoalkan monopoli US Dollar dalam ekonomi global. Monopoli US Dollar dari likuiditas finansial mereproduksi ketidakseimbangan global dan, bersamaan dengan agenda deregulasi finansial, memaksa negara yang mengeluarkan mata uang selain US Dollar, Yen, dan Euro untuk mengakumulasi cadangan di dalam cara yang defensif, yang akan memberikan dampak positif kepada monopoli US Dollar dan mengorbankan sumber daya untuk investasi yang produktif, penciptaan lapangan kerja, dan generasi yang sejahtera. Dominasi US dolar telah meningkatkan ancaman terhadap negara-negara miskin terhadap serangan mata uang asing. *Currency* *war* (perang mata uang) yang terjadi menjelang pertemuan G20 di Seoul Korea merupakan bentuk ancaman yang sangat membahayakan bagi stabilitas ekonomi Negara berkembang dan negara miskin. Kami menilai krisis tidak bisa diselesaikan dengan cara memperkuat peran Lembaga Keuangan Internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Yang harus dilakukan justru menghentikan kekuatan lembaga-lembaga keuangan internasional tersebut dalam mengontrol pembangunan. Penyaluran pinjaman-pinjaman yang tidak sah di masa lalu, menyebabkan negara berkembang dan negara miskin terjerumus dalam perangkap neoliberal dan mengakumulasi beban utang yang sangat besar. Karena itu, penambahan kuota bagi negara berkembang di kedua lembaga tersebut merupakan ilusi bagi terciptanya sebuah tatanan dunia yang lebih adil. Selain tidak berdampak bagi perubahan fundamental di dalam lembaga tersebut, penambahan kuota tidak menggeser dominasi AS di dalamnya. Kami menolak segala bentuk manipulasi isu-isu perubahan iklim, krisis pangan, krisis sosial untuk kepentingan kapitalisme. Kami menuntut perusahaan multinasional dan pemerintah negara maju untuk membayar semua kerusakan yang ditimbulkan oleh krisis dan menolak segala bentuk utang luar negeri bagi negara-negara miskin yang telah terbukti menjadi sebab keterbelakangan di segala aspek kehidupan. Kami menuntut satu penyelesaian fundamental dengan mengganti sistem ekonomi politik neoliberal yang mendominasi selama ini. Kami mendesak kerjasama yang setara diantara negara-negara senasib, dan solidaritas kaum buruh, petani dan kaum miskin untuk menyelesaikan masalah-masalah global secara lebih fundamental dan membangun sistem alternatif yang berkeadilan bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat. * * *Bangun solidaritas Internasional, Lawan G20, Hentikan Neoliberal !!!* *Hidup Buruh, Hidup Petani, Hidup Rakyat !!!* * * *Seoul, 11 November 2010* * * -- Yuyun Harmono Program Officer Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673, Hp. 081807867506 website : www.kau.or.id weblog : blog.kau.or.id HOW MUCH IS OWED? WHO DO WE OWE? WHY IS IT OWED? DEBT AUDIT NOW ! [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
