Untuk kesekian kalinya nampak Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono

tidak belajar dari kekeliruan masa lalu. Pemerintah berencana menjamin

obligasi swasta untuk pembangunan infrastuktur. Obligasi adalah utang.

Dan apakah pemerintah tidak sedang memerosokkan diri lagi dalam skandal:

mengalihkan utang swasta menjadi utang publik ??.

--- On Thu, 11/11/10, yuyun harmono <[email protected]> wrote:

From: yuyun harmono <[email protected]>
Subject: [proletar] Pernyataan Sikap: Lawan Solusi Neoliberal G20 ; Bangun 
Solidaritas Rakyat Melawan Krisis
To: "milis tolak utang" <[email protected]>, "milis proletar" 
<[email protected]>, [email protected], [email protected]
Date: Thursday, November 11, 2010, 4:28 AM







 



  


    
      
      
      *Pernyataan Bersama Institute for Global Justice (IGJ) dan Koalisi Anti

Utang (KAU)*



*Merespon Pembukaan G20 Summit di Seoul Korea Selatan 11 November 2010.*



* *



*Lawan Solusi Neoliberal G20 ; Bangun Solidaritas Rakyat Melawan Krisis*



*

*



Pertemuan G20 Summit yang akan berlangsung pada tanggal 11-12 November 2010

akan melanjutkan kebijakan-kebijakan neoliberal dalam menyelesaikan krisis.

Resep-resep neoliberal seperti deregulasi sektor keuangan, liberalisasi

perdagangan, investasi model kolonial, dan utang luar negeri menjadi

proposal utama G20 summit, bukanlah langkah penyelesaian krisis akan tetapi

akan semakin memperdalam krisis yang dihadapi umat manusia di seluruh

penjuru dunia dewasa ini.



Neoliberalisme telah menjadi penyebab berlanjutnya masalah-masalah

perubahan iklim, krisis energi, krisis suplai pangan, pengangguran, dan

kemiskinan. Logika pembangunan yang semata-mata ditujukan pada pertumbuhan

ekonomi akan menimbulkan efek mendalam terhadap kesenjangan pendapatan antar

negara, dan kemiskinan mayoritas kaum buruh dan masyarakat.



G20 tidak membahas sama sekali akar dari krisis ini. Bahwa krisis ini

merupakan sifat antagonistik dari sistem kapitalisme yang menghancurkan

dirinya sendiri, yaitu over-produksi dan over-akumulasi. Ini jelas terlihat

fakta bahwa seluruh produk, mulai dari produk pangan, besi baja, otomotif,

dan manufaktur lainnya mengalami kelebihan kapasitas, sementara pada saat

yang sama mayoritas dari manusia di dunia ini mengalami *under

consumption *karena

tidak memiliki daya beli. Krisis over-produksi dan over-akumulasi juga

menyebabkan adanya krisis finansial, yang muncul dari *bubble*.



G20 melihat bahwa bahaya terbesar dari ekonomi global saat ini adalah

proteksionisme. Kelompok ini merekomendasikan agenda pedagangan bebas secara

lebih menyeluruh dan murni. Padahal agenda perdagangan bebas yang telah

disepakati melalui WTO dan ratusan FTA telah menjadi sumber dari kemiskinan

negara-negara berkembang pada khususnya.



G20 juga tidak mempersoalkan monopoli US Dollar dalam ekonomi global.

Monopoli US Dollar dari likuiditas finansial mereproduksi ketidakseimbangan

global dan, bersamaan dengan agenda deregulasi finansial, memaksa negara

yang mengeluarkan mata uang selain US Dollar, Yen, dan Euro untuk

mengakumulasi cadangan di dalam cara yang defensif, yang akan memberikan

dampak positif kepada monopoli US Dollar dan mengorbankan sumber daya untuk

investasi yang produktif, penciptaan lapangan kerja, dan generasi yang

sejahtera.



Dominasi US dolar telah meningkatkan ancaman terhadap negara-negara miskin

terhadap serangan mata uang asing. *Currency* *war* (perang mata uang) yang

terjadi menjelang pertemuan G20 di Seoul Korea merupakan bentuk ancaman yang

sangat membahayakan bagi stabilitas ekonomi Negara berkembang dan negara

miskin.



Kami menilai krisis tidak bisa diselesaikan dengan cara memperkuat peran

Lembaga Keuangan Internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Yang harus

dilakukan justru menghentikan kekuatan lembaga-lembaga keuangan

internasional tersebut dalam mengontrol pembangunan. Penyaluran

pinjaman-pinjaman yang tidak sah di masa lalu, menyebabkan negara berkembang

dan negara miskin terjerumus dalam perangkap neoliberal dan mengakumulasi

beban utang yang sangat besar. Karena itu, penambahan kuota bagi negara

berkembang di kedua lembaga tersebut merupakan ilusi bagi terciptanya sebuah

tatanan dunia yang lebih adil. Selain tidak berdampak bagi perubahan

fundamental di dalam lembaga tersebut, penambahan kuota tidak menggeser

dominasi AS di dalamnya.



Kami menolak segala bentuk manipulasi isu-isu perubahan iklim, krisis

pangan, krisis sosial untuk kepentingan kapitalisme. Kami menuntut

perusahaan multinasional dan pemerintah negara maju untuk membayar semua

kerusakan yang ditimbulkan oleh krisis dan menolak segala bentuk utang luar

negeri bagi negara-negara miskin yang telah terbukti menjadi sebab

keterbelakangan di segala aspek kehidupan.



Kami menuntut satu penyelesaian fundamental dengan mengganti sistem ekonomi

politik neoliberal yang mendominasi selama ini.  Kami mendesak kerjasama

yang setara diantara negara-negara senasib, dan solidaritas kaum buruh,

petani dan kaum miskin untuk menyelesaikan masalah-masalah global secara

lebih fundamental dan membangun sistem alternatif yang berkeadilan bagi

kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.



* *



*Bangun solidaritas Internasional, Lawan G20, Hentikan Neoliberal !!!*



*Hidup Buruh, Hidup Petani, Hidup Rakyat !!!*



* *



*Seoul, 11 November 2010*



* *



-- 

Yuyun Harmono

Program Officer

Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia



Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia

Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673,

Hp. 081807867506

website : www.kau.or.id

weblog : blog.kau.or.id



HOW MUCH IS OWED?

WHO DO WE OWE?

WHY IS IT OWED?

DEBT AUDIT NOW !



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke