KATEBE gimana
--- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
>
> Refleksi : Jadi kalau PKS berkuasa  di  Nusantara berarti wanita harus
di dapur seperti yang dipraktekan oleh Mullah Omar dan sobat-sobat
Taliban?
>
>
> ----
>
> Harian Komentar
> 11 November 2010
>
>       Bukan Muhrim, Tifatul Salami Michelle Obama
>
>
>
>
>
> MENTERI Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring mempunyai prinsip
dan ke-biasaan untuk tidak menjabat tangan perempuan yang bu-kan
muhrimnya (istri atau saudara). Tapi terhadap istri Presiden AS,
Michelle Obama, tampaknya Tifatul memberi pengecualian.
>
>
> Pasalnya, sore kemarin (10/11) kemarin, Tifatul terlihat menjabat
tangan First Lady Michelle Obama, yang menyo-dorkan tangannya dengan
ramah.Tak heran jika pemandang-an yang ditangkap kamera TV itu langsung
jadi topik pem-bahasan ramai di Twitter, bahkan media dunia. Beberapa
saat setelah keja-dian, Avian Tumengkol, se-orang pemimpin surat kabar
di Medan, mempertanyakan 'insiden salaman' itu di akun Twitternya.
>
>
>
>
> "Hahaa!! @tifsembiring salaman sama Michelle! Tapi sama rakyat Sumut
yang perempuan tak pernah mau," Avian menulis, Selasa, 9 November 2010.
>
>
> Uni Lubis, anggota Dewan Pers dan Pemimpin Redaksi antv, juga
mempertanyakan di akun Twitternya. "Ini menteri PKS mau juga salaman
sama perempuan. Lihat Pak @tif-sembiring salaman dengan Bu Michelle.
Hayoo, sama kitakita kok gak mau?"
>
>
> Dan Tifatul yang mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu pun
berupaya membela diri. Ia menyatakan, salaman dengan tamu kehormatan
republik itu tak disengaja. "Cari-cari kesempatan? Astaghfirullaah!!
Benar-benar tidak sengaja...," Tifatul mengklarifikasi penuh penyesalan
melalui akun Twitternya. Tifatul mengaku sudah berusaha agar tak
menyentuh tangan Michelle Obama yang disodorkan kepadanya. Namun tangan
kanan Ibu Negara AS yang mantan pengacara itu, kata Tifatul, terlalu
maju... dan "Kena deh. @unilubis jadi tersungging," Tifatul menjawab,
sembari bercanda.
>
>
> Ternyata juga momen salaman Tifatul Sembiring de-ngan Michelle Obama,
menjadi berita di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Salah satu
kantor berita Amerika, The Associated Press (AP), ikut melaporkan soal
kejadian yang menurut Tifatul, "tidak disengaja" itu.
>
>
> AP melaporkan dengan judul "Minister admits reluctant Michelle Obama
handshake" alias Menteri mengakui enggan me-nyalami Michelle Obama. AP
lalu mengutip tweet Tifatul yang menyatakan, mantan Presiden Partai
Keadilan Sejahtera itu mengaku sudah berusaha agar tak menyentuh tangan
Michelle Obama yang disodorkan kepadanya. Namun tangan kanan Ibu Negara
AS yang mantan pengacara itu, kata Tifatul, terlalu maju sehingga
salaman tak terelakkan.
>
>
> Tak lupa, AP menaruh se-jumlah latar belakang sejumlah sensasi yang
dimunculkan Tifatul, mulai dari soal komentarnya soal bencana alam
disebabkan moral dan guyonannya soal kepanjangan dari penyakit AIDS.
>
>
> Sementara Yahoo! News juga menurunkan berita tersendiri di segmen
Upshot-nya. Yahoo! menulis, Tifatul menjadi perhatian karena salaman
dengan Michelle, padahal sebelumnya dia selalu menghindar bersalaman
dengan perempuan bukan muhrim. Tak lupa Yahoo! melampirkan tayangan
video yang menunjukkan salaman itu. Meski Tifatul membantah sengaja
menyalami Michelle, Yahoo! menulis, "video peristiwa itu terlihat
bertentangan dengan penjelasan Tifatul - namun Anda hakimnya."
>
>
> Masih di Amerika Serikat, sejumlah blogger juga mengulas peristiwa itu
di situs ternama seperti Washington Post dan Huffington Post. Sejumlah
media lokal seperti Chicago Tribune, kota asal Obama, juga menulis. Di
Australia, Daily Telegraph, juga menurunkan laporan soal insiden salaman
Tifatul dengan Michelle ini.(dtc/vvn)
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke