Refleksi : Mungkin akan tersiar berita adanya supermisasi atau usaha 
pemurtadisasi umat.  


http://regional.kompas.com/read/2010/11/11/16190055/Kecurigaan.yang.Mencederai.Kemanusiaan

Korban Merapi

Kecurigaan yang Mencederai Kemanusiaan

Laporan wartawan KOMPAS Eny Prihtiyani
Kamis, 11 November 2010 | 16:19 WIB
 
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Warga korban letusan Gunung Merapi mengungsi di Posko Pengungsian TK Kirayan I, 
Dusun Kirayan, Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu 
(3/11/2010) malam. Pengungsian yang dihuni oleh korban letusan Gunung Merapi 
dari enam dusun yaitu Balong, Tangkisan, Plosorejo, Plosokerep, Sambisari, dan 
Polorejo tersebut penuh. 

KOMPAS.com - Pagi hari kemarin, Mbah Santo (70) terlihat melamun di pengungsian 
pendapa rumah dinas Bupati Bantul. Rupaya ia masih teringat kejadian Selasa 
(9/11/2010) malam, saat ia tiba-tiba dipindahkan dari pengungsian di Gereja 
Ganjuran ke rumah dinas. Ia pun bertanya, apa yang salah dengan kami?
"Saya tidak tahu kok kami dipindahkan lagi, padahal kami sudah capek 
pindah-pindah terus. Sebelum mengungsi ke Gereja Ganjuran, kami mengungsi di 
daerah Babadan, Ngemplak, Sleman. Namun, karena merasa tak aman, kami pun 
meluncur ke Bantul dan ternyata diterima oleh pihak gereja. Bagi kami, Bantul 
adalah daerah yang cukup aman karena lokasinya jauh dari Merapi," katanya.

Tak hanya Mbah Santo yang merasa heran dengan pemindahan tersebut. Hal serupa 
juga dirasakan Tukiyo (37), pengungsi lainnya. Ia sempat mendengar kabar dari 
para pedagang keliling di sekitar gereja tentang serombongan orang yang 
mendatangi gereja. Mereka menggunakan baju gamis dan bersorban. Mereka meminta 
pengungsi yang beragama Islam untuk keluar dari gereja karena curiga ada upaya 
pengaderan.

"Padahal, saya di gereja hanya mengungsi. Tidak ada ajaran apa pun. Saya ini 
beragama Islam, dan tidak keberatan kalau harus mengungsi di gereja. Yang 
penting aman. Mengungsi di masjid juga tidak apa-apa, jika ada yang mau 
menerima kami," paparnya.

Rombongan pengungsi tersebut berjumlah 98 orang. Mereka berasal dari Dusun 
Besalen, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Mereka mengungsi begitu 
mendengar letusan Merapi pada Jumat (5/11/2010) dini hari lalu.

Agus, bagian keamanan Gereja Ganjuran, mengatakan, meski serombongan pasukan 
bersorban tersebut tidak sampai masuk ke dalam gereja, kedatangan mereka sempat 
menciptakan kepanikan. "Kami khawatir ada penyerangan atau tindakan lainnya," 
katanya.

Hindari kecurigaan

Bupati Bantul Sri Surya Widati mengatakan, pemindahan tersebut dilakukan untuk 
menghindari kecurigaan dari kelompok tertentu. Selain itu, juga memberikan rasa 
aman bagi pengungsi. Kelompok tersebut mendatangi Gereja Ganjuran pada Senin 
(8/11/2010).

Untuk menenangkan kelompok tersebut, Sultan Hamengku Buwono X bersama dengan 
Gusti Kanjeng Ratu Hemas bahkan langsung mendatangi Gereja Ganjuran untuk 
menjadi mediator antara perwakilan pengungsi dan kelompok yang menaruh 
kecurigaan. Dalam mediasi tersebut, Kepala Kepolisian Resor Bantul Ajun 
Komisaris Besar Joas Feriko Panjaitan juga hadir.

Bencana seharusnya menimbulkan kepedulian dan melahirkan rasa kemanusiaan. 
Tidak lagi melihat korban bencana dari sudut pandang agama, ras, dan golongan. 
Semuanya harus ditolong tanpa batas-batas apa pun. Tanpa kecurigaan dan tanpa 
pamrih apa pun.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke