http://riaupos.com/news/2010/11/15/sapi-kurban-dan-merapi/
Sapi, Kurban dan Merapi - 15 November 2010Posted in: Tajuk Rencana TAK lama lagi, umat Islam akan merayakan Idul Adha atau hari raya kurban. Selain identik dengan jamaah haji, Idul Adha tentu identik dengan kurban atau hewan ternak, terutama sapi dan kambing. Di saat-saat ini pula, Indonesia tengah berduka dengan bencana yang datang silih berganti, salah satunya bencana meletusnya Gunung Merapi. Saat bencana itu terjadi, bencana lain pun muncul dengan aktor-aktor berasal dari manusia Indonesia juga. Bencana lain itu datang dalam bentuk ''bantuan'' memelihara sapi calon kurban itu. Merapi yang tak terkendali memang membuat pusing para peternak di sekitar gunung teraktif di dunia itu. Ratusan ternak telah mati. Yang masih hidup terlantar karena ketiadaan pakan ternak. Tak hanya rumah, kandang sapi, atau pedesaan saja, pohon kayu dan rumput-rumput pun telah binasa oleh keganasan erupsi Gunung Merapi. Maka stok pakan ternak pun habis di sepanjang lereng Merapi. Data dari Kementan terdapat 61.884 sapi di kawasan Merapi. Sebanyak 868 sapi di antaranya telah dievakuasi, yang tersebar di 19 titik penampungan yang dibuat pemerintah. Di tengah situasi yang berat itu, para peternak hanya memiliki opsi yang sedikit. Salah satu opsi adalah menunggu realisasi pemerintah tentang ganti rugi yang pernah dijanjikan Presiden SBY. SBY pernah berjanji akan mengganti sapi yang mati atau membeli sapi yang masih hidup dengan harga yang pantas. Menteri Pertanian Suswono kemudian menerjemahkan harga yang pantas itu dengan harga berkisar Rp7 juta hingga Rp10 juta. Untuk anak sapi dihargai Rp7 juta, sedangkan sapi perah, sapi penggemukan dihargai lebih tinggi sesuai berat badannya. Tentu saja janji-janji itu memberikan harapan bagi petani dan peternak. Namun hingga saat ini, realisasi janji-janji itu belum dapat terwujud. Birokrasi memang menjadi sulit ditebak sementara para korban bencana tak dapat berkompromi dengan waktu. Di saat itulah datang ''dewa penolong''. Sapi-sapi yang terlantar itu akan diurus atau dibeli. Hanya saja, harga yang disodorkan kepada petani tergolong sangat murah. Ada yang menawar hanya Rp1 juta, bahkan ada yang menawar hanya Rp500 ribu. Tentu sebuah kesempatan dalam kesempitan yang sangat tidak manusiawi, seperti pernah tertangkapnya para pencuri sapi ketika orang-orang sibuk mengungsi beberapa waktu lalu. Tapi itulah orang-orang kita, dengan mental koruptif, tak hanya penguasa tapi hingga rakyat jelata. Adakah mungkin kita juga di antaranya? Idul Adha dapat jadi renungan, berkurban demi orang lain, tanpa pamrih.** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
