Refleksi : Rupanya kantor berita dunia kurang cepat mengabarkan Madona masuk 
Islam seperti Eramuslim sempat memberitakan masalah TKW diperkosa dan dibunuh 
di ASrab Saudia.

http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/dalam-islam-madonna-menemukan-kedamaian.htm

Dalam Islam, Madonna Menemukan Kedamaian

Selasa, 09/11/2010 02:00 WIB | 
Kelahiran dan kematian putrinya menjadi titik perubahan dalam hidupnya. Ketika 
tahu dirinya hamil, Madonna Johnson tahu bahwa ia akan menjadi orang tua 
tunggal. Jika karena bukan rasa cinta, pengabdian dan dukungan dari ibunya, 
Madonna mungkin tidak akan pernah bisa melewati semua persoalan hidupnya.
Namun Madonna harus kehilangan putri yang baru dilahirkannya. Pada usia 5 
bulan, bayinya meninggal akibat "Sudden Infant Death Syndrome" (SIDS) yang 
dalam dunia kedokteran dikenal sebagai kematian tiba-tiba pada balita yang 
tidak diketahui penyebabnya. Kematian putrinya yang mendadak, membuat Madonna 
sangat berduka.

"Saya belum pernah mengalami rasa sakit seperti itu, panik dan merasa sangat 
hampa. Tapi saat pemakaman, saya mengatakan pada orang-orang bahwa saya percaya 
sepenuh hati Tuhan tidak akan memberikan rasa sakit jika Dia tidak memiliki 
sesuatu yang luar biasa untuk saya di masa depan, apa yang harus saya lakukan 
adalah tetap berada di jalan yang benar dan Tuhan akan menunjukkannya begitu 
saya siap," ujar Madonna mengenang saat pemakaman bayinya.

Ia mengungkapkan, ketika itu teman-temannya mengatakan bahwa ia akan bertemu 
dengan putrinya lagi kelak. Madonna menanyakan bagaimana orang tahu bahwa ia 
akan masuk surga? Hanya karena ia seorang Kristiani, tidak ada jaminan ia masuk 
surga apalagi ia bukan seorang Kristiani yang taat. Begitu banyak pertanyaan 
Madonna yang tak terjawab. Tanpa sadar ia mulai mempertanyakan soal "satu agama 
yang benar" yang bisa menjaminnya masuk surga untuk bertemu lagi dengan 
putrinya.

Madonna sejenak melupakan pertanyaan itu. Ia mendapat pekerjaan di sebuah bar 
di Indianapolis dan bertemu seorang perempuan yang kemudian menjadi sahabat 
baiknya. Temannya itu memiliki sejumlah bisnis, tapi bisnisnya tidak terlalu 
sukses. Suatu hari, temannya itu menanyakan apakah Madonna mau pergi ke 
Malaysia. Ia mengatakan butuh tenaga Madonna untuk membeli busana model 
Malaysia, membuat foto-fotonya dan mencari sesesorang yang bisa menangani 
ekspor impor. Tanpa pikir panjang, Madonna menerima ajaka temannya itu.

"Saya tiba di Kuala Lumpur di pertengahan bulan Ramadan. Saya belum pernah 
mendengar soal agama Islam dan tidak tahu bahwa Malaysia adalah negara Muslim. 
Saya melihat hampir semua perempuan menutupi kepalanya dengan kerudung bahkan 
dalam cuaca yang sangat panas. Saya juga menyaksikan bagaimana orang-orang 
berusaha bersikap baik pada saya," tutur Madonna.

"Seorang sahabat yang sangat spesial menjelaskan pada saya bahwa Malaysia 
adalah negara Islam, dan Muslim meyakini jika mereka berbuat baik pada orang 
lain, Allah akan senang dan akan memberikan pahala bagi mereka di Hari Akhir 
nanti," sambungnya menirukan penjelasan sahabat spesialnya.

Di sisi lalin Madonna melihat sisi negatif Islam, seperti pandangan orang-orang 
yang sebenarnya tidak banyak tahu tentang Islam. Ia lalu membeli beberapa buku 
Islam, termasuk Al-Quran dan mulai mempelajari Islam. Banyak pertanyaan yang 
diajukannya tentang ajaran Islam, misalnya; mengapa perempuan harus menutup 
seluruh tubuhnya kecuali tangan dan wajah, mengapa muslim sangat bahagia dan 
mau berpuasa sepanjang siang hari, mengapa ada orang mau berlapar-lapar dan itu 
membuat mereka bahagia? Madonna merasa tidak ada orang yang bisa berbahasa 
Inggris dengan baik untuk menjelaskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya 
itu, sehingga Madonna memilih untuk mencarinya dalam Al-Quran.

"Semakin saya mendalami agama Islam, saya makin sering bertanya-tanya apakah 
ini jalan untuk bertemu dengan putri saya, apakah agama ini akan membawa saya 
ke surga?" imbuh Madonna.

Ganjalan terbesar bagi Madonna tentang Islam adalah perbedaan konsep Yesus 
(Nabi Isa) dalam Kristen dan Islam. Ia membayangkan betapa sulitnya menjelaskan 
pada keluarganya soal perbedaan itu. "Saya punya persoalan di sini, haruskah 
saya mengambil tantangan ini ... menjadi seorang muslim dan berjalan menuju 
surga? Atau saya menolak kebenaran yang telah saya yakini dalam hati hanya 
karena takut akan penentangan dari keluarga dan teman-teman saya ... dan hanya 
untuk tinggal di neraka selama-lamanya?" hati Madonna masih risau.

Pikiran apakah ia seharusnya segera masuk Islam atau tidak membuatnya merasa 
gelisah setiap hari. Bagi Madonna, keputusan itu tidak mudah. Islam bukan agama 
paruh waktu, seorang muslim sejati tidak mempratekkan Islam satu kali seminggu. 
Islam adalah agama yang menyeluruh dengan tantangan dan perjuangan yang berat, 
tapi juga memberikan banyak keindahan. "Makin banyak Anda belajar dan memahami 
(Islam), semakin Anda menyadari bahwa Anda hanya harus memulai sebuah langkah, 
yang membuat Anda harus berusaha keras dan belajar lebih banyak lagi," ungkap 
Madonna.

Dan sampailah ia pada suatu hari dimana ia dengan mantap mengatakan,"Ok, saya 
yakin, saya akan masuk Islam" dan sejak itu segala keresahan dan kegundahannya 
sirna. "Alhamdulillah. Semua rasa pedih yang saya alami di masa lalu, termasuk 
rasa sakit akibat kematian putri saya, semuanya sirna. Tak ada lagi mimpi buruk 
dan saya merasakan kedamaian yang luar biasa," tandas Madonna.

Madonna mengunjungi PERKIM, sebuah organisasi muslim di Malaysia dan ia di sana 
ia mengucapkan dua kalimat syahadat. "Hati saya diliputi kedamaian dan rasa 
cinta pada Allah Swt. Alhamdulillah," tukasnya.

"Tentu saja tantangan masih menghadang. Menjadi seorang muslim bukan berarti 
saya tidak menghadapi masalah. Tapi menjadi seorang muslim, saya punya solusi 
atas semua persoalan yang menghampiri saya, dengan mengikuti jalan kebenaran, 
jalan Islam. di ujung jalan ini, terbentang surga, ada putri saya dan banyak 
kenikmatan lainnya."

"Segala puji bagi Allah Swt. yang telah membawa saya ke dalam kebenaran dan 
atas rahmat-Nya yang telah menjadikan saya seorang muslim," tandas Madonna. 
(ln/oi)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke