FREE E-BOOKS
Jawaban 111 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Lama
Jawaban 155 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Baru
101 Penjelasan tentang TUDUHAN KONTRADIKSI dalam ALKITAB
Perang Suci - Oleh Abd Al Masih
Secrets Behind Burqa - Oleh Rosemary Sookhdeo
Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
Ilusi Negara Islam - Editor Gus Dur
Mutiara Dari Surga - 1
The Truth About Muhammad - by Robert Spencer
Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros
Islam Reviewed oleh M. Ali
The Hidden Life of Prophet Muhammad oleh Dr. A.A. Ahmed
Rahasia Jalan Yang Lurus
Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik oleh Ali Sina
Inilah Ismael (Here Comes Ishmael) oleh Faisal Malick
Hidup Dari Ujung Tombakku (Living by the Point of My Spear)
oleh Zaki Ameen
Akar Terror Islam oleh Abul Kasem
Membedah Asal Usul Quran (The Origins of the Koran) oleh Ibnu
Warraq
SON of HAMAS oleh Mosab Hassan Yousef
Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam oleh Rosemary Sookhdeo
Kerudung Yang Terkoyak
Why I'm Not Muslim oleh Ibnu Waraq
Komik Muhammad
Achievement and Heritage of Muhammad oleh: Zaky Rawdat
Sejarah Ka'bah Yang Tak Pernah Diceritakan
Sang Putera dan Sang Bulan oleh Curt Fletemier
Yahudi Menggenggam Dunia oleh William G. Carr
The Secret of Qur'an oleh Don Richardson
Ismail Saudaraku oleh Umar Tariqas
Islam diakhir Zaman oleh Ellis Skolfield
Ismael Akan Diberkati oleh: Ahmad Agyei
Islamic Invasion oleh Robert Morey
Siapakah Allah Ini
Mesias yang Dinantikan Islam oleh Joel Richardson
Christ Muhammad and I oleh Mohammed Ghazoli
Kebenaran Tentang Muhammad
Beriman Tanpa Takut oleh Irshad Manji
Yesus dan Muhammad oleh Mark Gabriel PhD
Mengapa Kami Meninggalkan Islam oleh Susan Crimp dan Joel
Richardson
ARTICLES
Hukum Kemurtadan Dalam Islam Harus Diubah
Hancurnya Sifat Keilahian Quran oleh Sujit Das
Muslim Pop - Oleh Matt Edwards
Jawaban atas hadiah BMW dari Pertanyaan Insan L Mokoginta
Batalkan Hari Membakar Quran - Oleh Jochen Katz
60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros
Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen
Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas
QRS 6 - Apa Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Manager Sebelum
Menutup Kontrak Bisnis Dengan Seorang Muslim
Heboh Film Iran - Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan
Aktor Film
QRS 5 - Apa Yang Harus Diketahui Oleh Wanita Mengenai
Pernikahan Islami
Heboh Film YESUS Buatan Iran
QRS - 4 Perang Suci Dalam Islam
Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
QRS 3 - Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
QRS 2 - Marilah Sholat - Mari Mencapai Kemenangan
Arsip Gambar Muhammad
Wahyu Mana Yang Asli
Quran Diinterview
Mengenal Islam
A Letter To Gaza - Oleh Nonie Darwis
FQR 6 - Injil Kristus Yang Tanpa Salah
Klaim Islam - Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim
FQR 4 - Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran
FQR 5 - Perawan Maria - Sebuah Tanda Dari Allah - Ayatollah
Sejati
FQR 3 - Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa
Diselamatkan
FQR 1 - Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus
FQR 2 - Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh
Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
QRS 1. Bagaimana Syariah Islamik Berkembang
DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam
Pengesahan Mutilasi di Amerika
Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit
Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros
Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya
Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan
Muhammad-Tidak-Buta-Huruf
Tipu-Muslihat-Dalam-Islam
Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran
Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA
Kebohongan-Isra-Miraj
Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri
Alexander Agung, Si Kafir Nabi Islam
Fenomena Murtad Dlm 20 Thn Terakhir
Basis Differences 6 - Apakah Mereka Akan Pergi Ke Neraka dan
Kita Akan Pergi Ke Surga
Basic Differences 5 - Keselamatan Dalam Alkitab Dan Dalam
AlQuran
Basic Differences 4 - Penyangkalan Islam Terhadap Salib Kristus
Basic Differences 3 - Terkutuklah Orang Yang Mengatakan Kristus
Adalah Anak Allah
Basic Differences 2 - Panggilan Dari Minaret
Basic Differences 1 - Apakah Orang Kristen dan Muslim Berdoa
Kepada Tuhan Yang Sama
Jibril as - Ahli Menyamar
Kemana Mencari Keselamatan
Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam
Tagiyya - Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros
Panggilan Dari Minaret
Pemimpin Muslim UK - Islam Bukanlah Agama Damai
Konflik GAZA berakar pada SYARIAH
Mari Bicara Fatwa Haram
Marilah Kita Memikirkan Kembali Soal Burqa!
Hubungan Islam-Machiavelli
Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan
Para Rabbi di Medinah
Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad
Digantung di Iran Karena Murtad
Pandangan Islam mengenai Neraka
Islam - Berperang Dalam Dirinya Sendiri
Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini
Ibn Mas'ud Saksi Ketidakberesan Quran
Penjajahan Wanita Dalam Islam
Anak Ketua Hamas Murtad
Tanpa Jihad Islam Akan Mati oleh Mohammad Asghar
TESTIMONIES
Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan - Oleh Alhajji Aliyu
Kebohongan Para Wanita Saudi Arabia
Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati
Kesaksian Hamran Ambrie
Kesaksian Bassam
Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS
Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros
Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi
Kerudung Yang Terkoyak
Arifin Zaelani - Alasan Saya Meninggalkan Islam
Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan
Kesaksian Saya Meninggalkan Islam
Islam Sejati
Duladi - Mengapa Saya Benci Islam
Ali Sina - Dari Beriman Menuju Pencerahan
Mengapa Kami Meninggalkan Islam
QUESTION & ANSWERS
Islam Bertanya Kristen Menjawab oleh Paulus M
Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen
Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap
Non-Muslim
Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama
Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
Geller - No 11 September Mosque
Mengritisi Pemikiran Dr. Yahya Waloni
Sumber-Penulisan-Alquran oleh Zakharia Boutros
Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros
Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat
Tidak Ada Jalan Kembali
Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat
Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts
Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah
Masakan Allah Kok Punya Anak Allah
Bukankah Alkitab Itu Korup
Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT
Injil Digugat Karena Ahmad
Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu
Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas Apa
Kata Quran tentang ALKITAB? (Ep 16)http://conversationwithmuslim.wordpress.com/
EPISODE 16
Pembawa Acara: Pemirsa
yang saya kasihi, selamat datang kembali dalam program kami “Questions
About Faith” (Pertanyaan-pertanyaan Tentang Iman). Kami sangat senang
bertemu Anda kembali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Juga
merupakan kehormatan bagi kami dengan hadirnya Bapak Pendeta Zakaria
Butrous. Selamat datang Bapak Pendeta.
Pendeta Zakaria: Terima kasih banyak.
Pada episode yang lalu, kita telah
berbicara tentang ketidak-mungkinan adanya penyimpangan dalam Alkitab
dan Anda telah menjelaskan kepada kami apa itu Alkitab, dan apakah isi
dari Alkitab, dan kita juga telah menyebutkan ayat-ayat yang menegaskan
keaslian Alkitab. Kita telah sampai pada ayat yang menyatakan bahwa ada
penyimpangan dalam Alkitab, dan sekarang jika Anda tidak keberatan,
bisakah Anda menjelaskan kepada kami ayat-ayat Qur’an yang menyatakan
bahwa ada penyimpangan dalam Alkitab.
Ya, paling sedikit ada 4 ayat yang saya
akan menerimanya, dan saya hanya akan menyebutkan sisanya. Dalam Suratt 2
: 75, “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,
padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka
merusaknya setelah mereka memahaminya, sedangkan mereka mengetahui”.
Ayat yang kedua adalah dari Suratt 4 : 46, “Beberapa orang Yahudi,
mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya”, dan Suratt 5 : 13,
“Mereka suka merubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, dan mereka
sengaja melupakan bagian dari apa yang telah diperingatkan kepada
mereka”, dan dalam Suratt 5 : 41, “Beberapa dari orang Yahudi itu amat
suka mendengar berita-berita bohong, mereka merubah perkataan-perkataan
Taurat dari tempat-tempatnya”. Ini adalah 4 ayat Qur’an yang menyebutkan
mengubah, penyimpangan dan merusak perkataan dalam Alkitab.
Pembawa Acara : Pada episode yang lalu Anda sudah cukup menjelaskan kepada kami
ayat yang pertama. Bisakah Anda jelaskan ayat yang kedua?
Bpk. Zakaria : Ya, ayat
yang kedua mengatakan … itu ada di dalam Suratt 4 : 46, “Beberapa orang
Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata
“kami mendengar” tetapi kami tidak menurutinya dan : “Dengarlah” sedang
kamu sebenarnya tidak mendengarkan apa-apa dan dengan memutar-mutar
lidahnya”. Semua ini membutuhkan penjelasan dan sebagainya. Dari
pernyataan “beberapa orang Yahudi” menjelaskan bahwa itu tidak
mengatakan “tidak termasuk mereka, orang-orang …”
Pembawa Acara : Kristen.
Bpk. Zakaria : Orang-orang Kristen.
Pembawa Acara : Jadi disini dia membicarakan orang-orang Yahudi.
Bpk. Zakaria : Ya, dan
saya meminta setiap orang untuk mencari satu ayat yang menyatakan bahwa
orang-orang Kristen telah merubah Alkitab mereka sendiri. Semua
ayat-ayat seperti yang baru saja kita lihat, menunjukkan penyimpangan
kepada orang-orang Yahudi. Semua ayat-ayat ini. Disini, lihatlah!
Pembawa Acara : Tidak juga merusak perbendaharaan kata-nya.
Bpk. Zakaria : Tidak.
Pembawa Acara : Ini berhubungan dengan pengertian.
Bpk. Zakaria :
Pengertian. Sebagai contoh, : “Apakah kamu masih mengharapkan mereka
akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman
Allah”, yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi, dan “Beberapa orang
Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya”. Juga dalam
Suratt 4 : 46 dan Suratt 3. Jadi, “mereka yang merubah perkataan dari
tempat-tempatnya” dan “beberapa orang Yahudi suka mendengarkan
berita-berita bohong” adalah orang-orang Yahudi yang dimaksud, bukan
orang-orang Nasrani. Tidak ada satu ayat pun dalam Qur’an yang
menyatakan orang-orang Nasrani telah merusak Alkitab mereka sendiri.
Tidak perbendaharaan-katanya dan juga artinya. Benar, bukan? OK. Dalam
pernyataan yang sama, penyimpangan juga tidak ditujukan kepada semua
orang Yahudi, tetapi hanya beberapa dari mereka : “Beberapa orang Yahudi
…” dan juga “Beberapa dari orang-orang Yahudi …”. Jadi, tidak semua
orang Yahudi dan banyak juga orang Yahudi yang percaya pada Alkitab yang
benar, yang mereka miliki. Tetapi beberapa dari mereka salah
menterjemahkannya dan salah mengartikannya, ini dapat dilihat dari ayat
yang mengatakan “mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya”.
Perhatikan frase : “tempatnya”. Apa yang dimaksud “tempatnya”? Imam al
Baydawi mengatakan dalam ulasannya mengenati kata ini. Kalimat “Beberapa
dari orang-orang Yahudi merubah perkataan-perkataan dari tempatnya”,
artinya: mereka memutar-mutar perkataan-perkataan itu dari tempat dimana
Allah telah menempatkannya, dengan menterjemahkan perkataan tersebut
sesuai yang mereka inginkan.
Pembawa Acara : Mereka memutar-mutar arti perkataan.
Bpk. Zakaria : Mereka
berputar-berputar dalam menterjemahkannya dan dalam memahami maksud, dan
bukan isinya. Kitab suci Qur’an menyebutnya dengan “memutar-mutar”,
seperti tertulis “memutar-memutar lidah mereka” atau “perhatikanlah kami
dengan memutar-memutar lidah mereka”. Apa arti dari “memutar-mutar
lidah mereka”? Itu berarti mereka mengubah cara mengucapkan kata-kata
menurut lidah Yahudi mereka. Alkitab ditulis dengan menggunakan
kata-kata khusus, lalu mereka memberikan warna dalam mengucapkan kata
tersebut dengan memutar-mutar lidah mereka. Mereka telah mengubah cara
pengucapan perkataan yang berarti “perhatikan kami” atau “peliharalah
kami”. Mereka mengubahnya menjadi “Engkau bodoh”, yang bukan berarti
“perhatikan kami”. Perkataan “Engkau bodoh” adalah suatu perkataan yang
mencela. Dimana penjelasan ini ditemukan?
Pembawa Acara : Dimana?
Bpk. Zakaria : Dalam
buku ulasan Qur’an oleh Imam Abdullah Youssef Ali, halaman 200. Buku ini
merupakan terjemahan kitab Qur’an dalam Bahasa Inggris yang dicetak di
Amerika Serikat. Jadi, apa yang telah mereka lakukan adalah mengubah
perkataan dengan lidah mereka. Bukannya berkata “perhatikanlah kami”,
melainkan mereka mengutuknya: “Engkau bodoh”. Mengubah disini tidak
terjadi pada kata-kata yang ada didalam teks, tetapi dalam hal apa?
Dalam pengucapan. Mereka telah mengucapkan sesuatu tidak seperti yang
seharusnya terdengar.
Pembawa Acara : Kita masih membahas ayat yang ke-dua?
Bpk. Zakaria : Ya, dan
Imam Razi…, Ya, masih mengenai ayat yang kedua. Mari kita dengar apa
yang dikatakan Imam Razi: “Sebuah buku yang disebarkan dengan menurunkan
dari satu generasi ke generasi berikutnya tidak dapat mengalami –
perhatikan – perubahan dalam kosa katanya. Pernyataan ini dikutip dari
buku yang berjudul Duha El islam halaman 346 dan 358. Dan buku siapa
ini? Penulisnya adalah Ahmed Amin. Ini berarti dia menolak tuduhan
adanya perubahan dalam kosa kata pada Alkitab. Perkataan tidak diubah.
Seorang Muslim mungkin mengatakan “mereka mengangkat kata-kata” yang
berarti mereka merubah kata-kata dalam buku tersebut. Mereka
mengeluarkan seluruh perkataan.
Pembawa Acara : Mereka mengubah kata.
Bpk. Zakaria : Mereka
mengganti seluruh halaman. Tidak, Al Razi mengatakan bahwa perubahan
kosa kata tidak mungkin terjadi. Dan dalam Saheeh El Bukhary dikatakan:
“mereka mengubah kata-kata dari tempat-tempatnya”. Itu berarti, mereka
memindahkannya dan tak seorangpun dapat memindahkan satupun kata dari
buku-buku Allah yang Maha Tinggi. Tetapi mereka menterjemahkannya dengan
arti yang tidak sesuai.
Pembawa Acara : Tolong diulang lagi, Bapak Pendeta.
Bpk. Zakaria : Lagi?
Pembawa Acara : Ya, silahkan diulang lagi.
Bpk. Zakaria : Saheeh
El Bukhary: “mereka mengubah kata-kata dari tempat-tempatnya”. Dia
menjelaskan maksudnya adalah mereka memindahkannya dan tak seorangpun
dapat memindahkan satupun kata dari buku-buku Allah Maha Tinggi. Tidak
seorangpun telah dapat memindahkan satu kata dari buku manapun, mereka
hanya menterjemahkan dengan arti yang tidak sesuai. Mereka salah
mentafsirkannya dan itu adalah penyimpangan yang mereka maksud. Tetapi
perubahan dalam teks Alkitab? Tidak ada. Tidak mungkin. Tak seorangpun
dapat merubah apapun dalam teks buku-buku Allah. Lalu kemana perkataan
“kami telah menurunkan buku petunjuk itu dan kami melindunginya”?
Benarkan?
Pembawa Acara : Bagaimana dengan ayat yang ke-tiga?
Bpk. Zakaria : OK. Ayat
yang ketiga datang dari Suratt 5 (Al Maidah) : 13, “Allah telah
mengambil perjanjian dari Bani Israel …”, hingga ayat yang mengatakan
“Mereka suka merubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, dan mereka
sengaja melupakan bagian dari apa yang telah diperingatkan kepada
mereka”. Saya memiliki beberapa ulasan disini. Apa penjelasan mengenai
ayat ini? Penjelasan Imam Al Razi adalah sebagai berikut: “pengertian
dari kata penyimpangan adalah membuat prasangka palsu dan merusak
tafsiran, dan memalingkan sebuah kata dari arti yang sesungguhnya kepada
arti yang tidak benar. Dengan maksud menipu secara lisan, seperti yang
dilakukan oleh bida’ah – bida’ah sekarang ini.
Pembawa Acara : Jika Anda berkenan, hal ini masih membutuhkan penjelasan.
Bpk. Zakaria : Ya,
tentu. Dia mengatakan, “Pengertian dari kata penyimpangan berdasarkan
ayat “mereka mengangkat kata-kata”, adalah membuat prasangka palsu
terhadap teks dan merusak tafsiran atau penjelasan, dan membawa
perkataan – perkataan tetap sama – tetapi membawa perkataan keluar dari
arti yang sesungguhnya.”
Pembawa Acara : Masih arti yang diubah, bukan perkataannya sendiri.
Bpk. Zakaria : Tidak,
tidak pernah. Itu berarti mereka memahami segala sesuatu menurut cara
mereka sendiri dengan arti yang disesuaikan dengan keinginan mereka
sendiri. Benar bukan? Dan untuk membuktikan apa yang dikatakan Al Razi
itu benar, kami mengutip pernyataan yang tertulis dalam Saheeh El
Bukhary. Dia menyebutkan hal yang sama sebagai sebuah penjelasan
mengenai ayat 15 dari Surat yang sama. Dikatakan: “Ahli kitab, utusan
kami telah datang kepada mu untuk menjelaskan banyak hal yang telah kamu
sembunyikan dari kitab tersebut.” Menyembunyikan. Kitab suci Qur’an
menjelaskan pengertian dari kata penyimpangan, seperti hanya
menyembunyikan beberapa bagian dari buku. Perkataan masih terletak di
tempatnya, tetapi apa yang terjadi? Tersembunyi. Benar, dan itulah arti
dari perubahan: Masih terletak disana, tetapi tersembunyi.
Pembawa Acara : Hal ini merupakan penjelasan lebih lanjut yang menyatakan bahwa
tidak ada perubahan dalam teks Alkitab.
Bpk. Zakaria : Tentu
saja. Sekarang saya akan mengutip ulasan dari Al Jalalayn dimana Anda
akan menemukan sebuah pernyataan yang tidak biasa, tentang penyimpangan
kata.. Penyimpangan kata terdapat dalam Taurat. Perhatikan kekhususan
ini. Penyimpangan kata yang terdapat dalam kitab Taurat. Dia
menunjukkan penyimpanan yang dimaksud dalam Qur’an mengenai kitab
Taurat – berhubungan dengan nabi Muhamad, damai dan doa Allah
menyertainya. Dan apa yang mereka sembunyikan dari kitab adalah perintah
yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti nabi Muhamad, damai dan
doa Allah menyertainya. Dia mengatakan suatu nubuat tentang nabi
Muhamad. Nubuat tentang nabi Muhamad terdapat dalam Alkitab dan mereka
telah menyembunyikannya. Nubuat itu adalah tentang nabi yang akan
datang, dan mereka mengacaukannya menjadi “nabi yang tidak bisa
membaca”. Dengar bagaimana mereka merusak kata “yang akan datang” dan “the ummy”
dan kebenaran dari masalah ini adalah bahwa ketidaksepakatan tentang
kata penyimpangan, yang menurut ayat ini adalah pembacaan nubuat Musa
yang terdapat dalam kitab Taurat, tentang nabi yang akan datang, yang
dia maksud adalah Yesus. Dan mereka mengubahnya dengan: nabi yang tidak
dapat membaca. Maksud saya adalah orang-orang Arab dan nabi Muhamad
mengartikannya sebagai nabi yang tidak dapat membaca. Nabi Musa
berbicara tentang nabi yang akan datang, “Tuhan akan membangkitkan bagi
kamu seorang nabi seperti aku, seseorang yang berasal dari kamu. Kepada
Nya kamu mendengar.” Lalu mereka berkata, ya, itu sama artinya dengan
nabi yang “tidak dapat membaca”. Dengar! Dikatakan “yang akan datang”.
Dia berkata, Tidak, yang dikatakan adalah “tidak dapat membaca”. Jadi
siapa sebenarnya yang melakukan penyimpangan? Bukan orang-orang Yahudi.
Mereka adalah orang lain, melainkan, maksud saya adalah nabi Muhamad.
Tetapi mungkin seseorang akan bertanya kepada saya: “Siapa nabi yang
akan datang yang dimaksud nabi Musa?” Ya, karena dikatakan: “Tuhan akan
membangkitkan bagi kamu seorang nabi seperti aku yang berasal dari
kamu”, itu berarti dari orang-orang (keturunan) Allah.
Pembawa Acara : Orang-orang (keturunan) Allah.
Bpk. Zakaria : Dari suku bangsa Israel. Muhamad bukanlah keturunan Israel.
Pembawa Acara : Bukan.
Bpk. Zakaria : Benar,
bukan. Muhamad adalah keturunan Ismael, bukan keturunan Israel. Jadi,
ayat yang mengatakan tentang penyimpangan dalam Qur’an tidak pernah
bermaksud mengubah perkataan, kalau tidak, itu tidak akan memberikan
bukti tentang Alkitab. Itu tidak akan memberikan bukti tentang
kebenarannya.
Pembawa Acara : O K. Apakah kita akan melanjutkan ke ayat yang ke-empat?
Bpk. Zakaria : Ayat
yang berikut mengenai penyimpangan kata yang diambil dari Surat 5 : 41,
“Beberapa dari orang Yahudi itu amat suka mendengar berita-berita
bohong, dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang
belum pernah datang kepadamu. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini
kepada kamu, maka terimalah, dan jika kami diberikan yang bukan ini,
maka hati-hatilah.” Apakah maksud dari ayat ini? Imam Abdullah Youssef
Ali, pada halaman 260, menjelaskan : “Banyak orang Yahudi suka sekali
mendengarkan nabi berbohong. Mereka tetap bertanya kepada nya, kemudian
mereka akan berkata: “Kamu bohong akan hal itu” atau “Kamu berbohong
disini”. Kamu baru saja salah mengatakan sesuatu.” Hal ini tidak pernah
terjadi. Mendengar nabi berbohong dan telinga mereka terbuka untuk
kebohongan yang tersebar tentang nabi, bahkan dari orang-orang yang
tidak datang kepadanya.. Sebagai contoh, orang akan mengatakan: “Kamu
tahu bahwa saya mendengar nabi Muhamad mengatakan itu dan itu, lalu
mereka akan berkata, sekarang dia berkata salah lagi.” Ya, tetapi mereka
tidak pernah menjadi Muhamad, dan itulah yang dimaksud Muhamad dalam
Qur’an.
Pembawa Acara : Tetapi ini masih diluar teks Alkitab.
Bpk. Zakaria : Diluar
teks Alkitab. Anda tahu, akar dari masalah ini adalah orang yang menolak
tidak mengerti dan tidak ingin untuk mengerti. Sayang sekali, orang itu
mengambil sebuah kata dan terbang bersama kata tersebut. Dikatakan:
“mereka mengubah kata-kata”, lalu kitab Anda berubah. Disini dikatakan
“berubah”, tetapi apakah Anda mengerti apa arti dari pengubahan?
Mengapa Anda mengambil ayat dan perkataannya dan periksa apa yang
dikatakan para komentator Anda sendiri mengenai ayat tersebut untuk
mengetahui bahwa penyimpangan tidak terdapat dalam teks Alkitab. Tidak
perkataan dalam teks Alkitab, tetapi hanya penyimpangan dalam memahami
teks Alkitab.
Pembawa Acara : Penyembunyian makna.
Bpk. Zakaria : Ya, penyembunyian segala sesuatu, itulah yang dimaksud Qur’an.
Pembawa Acara : Bukan perubahan teks.
Bpk. Zakaria : Benar,
dan Abd Allah Youssef Ali, mengenai frase dari “mereka mengubah
kata-kata dari tempat-tempatnya”, menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi
tidak percaya pada buku mereka, karenanya mereka merusak artinya, dan
bukan teksnya. Ini penjelasan dari Imam Abdullah Youssef Ali.
Sekarang kita sampai pada Zamakhshari. Imam Zamakhshari berkata: Pernah
diceritakkan. Ini adalah pengkhususan. Telah diceritakan tentang
seorang bangsawan dari Khaibar yang telah melakukan perzinahan dengan
seorang bangsawan wanita dari Khaibar. Dari Khaibar berarti orang Yahudi
yang telah menikah, yaitu setiap orang dari mereka yang menikah dengan
suami/istri orang lain. Dia telah menikah dengan wanita lain, dan wanita
itu telah menikah dengan pria lain, dan mereka melakukan perzinahan.
Jadi, mereka harus dihukum rajam sampai mati sesuai dengan kitab Taurat.
Tetapi mereka menolak. Orang-orang Yahudi menolak untuk menghukum
mereka dengan hukuman rajam, karena status mereka yang bangsawan. Mereka
pun mengirim orang untuk bertanya kepada utusan Tuhan mengenati hal
tersebut. Mereka menanyakan, “apakah kami harus membunuh orang itu atau
tidak? Apakah kami harus merajam mereka atau tidak?” Dan mereka berkata
kepada orang yang dikirim kepada nabi Muhamad: “Jika Muhamad
memerintahkan kepada mu untuk mencambuk mereka, terimalah. Dan jika dia
memerintahkan mu untuk merajam mereka, janganlah diterima.”
Pembawa Acara : Mereka telah dinasehati terlebih dahulu.
Bpk. Zakaria : Dan
mereka membawa dua orang penzinah tersebut bersama mereka, lalu nabi
meminta mereka untuk dihukum rajam, setelah masalah diselidiki. Tetapi
mereka menolak perkataan nabi Muhamad, lalu dia menunjuk seorang
penengah antara mereka dan dia sendiri. Dia membawa seorang penengah
yang adalah seorang Yahudi, yaitu Rabbi Ibn Suriya – seorang penengah
Yahudi yang diminta untuk merajam mereka. Dan dikatakan pada akhir
cerita bahwa sesudah kesaksian Rabbi Ibn Suriya tersebut, nabi
memerintahkan untuk merajam mereka, dan mereka dihukum rajam di pintu
gerbang mesjid untuk mengukuhkan hukuman kitab Taurat terhadap mereka.
Pembawa Acara : Kita telah mendapatkan banyak hal dari penjelasan ini.
Bpk. Zakaria : Ya, dan
karenanya para komentator setuju akan alasan ayat ini telah diungkapkan,
yaitu ayat “mengubah kata-kata” yang terdapat dalam Surat 5 adalah
mengenai cerita tersebut diatas. Ayat itu memang khusus untuk cerita
tersebut, bukan berbicara tentang penyimpangan terhadap keseluruhan isi
Alkitab, tetapi salah dalam penyajian/penggambaran. Mereka tidak ingin
penzinah tersebut dihukum hingga mati. Lalu mereka salah mentafsirkan
arti dari merajam menjadi “hanya mencambuk”, bukan hukuman rajam. Jadi,
maksud dari penyimpangan disini adalah salah menterjemahkan dari kata
“hukuman rajam” menjadi “hanya mencambuk”, dan bukan mengenai merusak
teks Alkitab. Dan itu adalah alasan Al Jalalyn dalam ulasannya : “ayat
ini telah diungkapkan karena dua dari orang-orang Yahudi telah melakukan
perzinahan. Mereka menggugat sebelum nabi, yang menghukum mereka dengan
hukuman rajam. Kitab Taurat – “Ambillah kitab Taurat kemari”. Mereka
mengambilnya dan kitab itu menjadi hakim atas mereka. Itu adalah nabi
Muhamad, yang mengatakan “Ambillah kitab Taurat kemari” dan kitab itu
merupakan hakim atas mereka untuk dihukum rajam hingga mati. Perhatikan
dengan benar disini, karena ini penting. Apakah pengakuan nabi Muhamad
terhadap kitab Taurat adalah sebuah bukti yang pasti atas kebenarannya?
Bagaimana dia dapat membuktikannya? Bagaimana dia dapat mengakui sebuah
buku bila mengetahui buku itu telah dirusak isinya? Sayu ingin tahu.
Pembawa Acara : OK.
Sekarang kita kembali pada pertanyaan, apakah ada ayat-ayat dalam
Alkitab yang menyatakan bahwa Alkitab tidak mengalami penyimpangan? Kita
telah menyebut ayat-ayat Qur’an yang membuktikan bahwa Alkitab telah
diungkapkan dan juga ayat-ayat yang menyebutkan penyimpangan. Dan kita
telah membuktikan tidak adanya penyimpangan dalam Alkitab, dan sekarang
kita ingin ayat-ayat dari Alkitab itu sendiri yang membuktikan
keasliannya.
Bpk. Zakaria : Ini
benar-benar sebuah pertanyaan yang sangat penting. Baiklah, dalam
Alkitab, kita menemukan dari sekian banyak pernyataan Tuhan Yesus. Dalam
Matius 24 : 35, Dia berkata “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi
perkataanKu tidak akan berlalu.” Untuk tujuan apapun perkataanKu tidak
akan berlalu. Dan dalam pasal 5 : 18, dikatakan: “Karena Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu
iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari khukum Taurat,
sebelum semuanya terjadi.” Tidak satu hurufpun. Dalam ayat sebelumnya,
dikatakan: “PerkataanKu tidak akan berlalu”, yang dimaksud adalah
seluruh perkataan dan kemudian ayat: “tidak satupun iota akan berlalu”
dan “tidak satu titikpun dari perkataanKu akan berlalu”. Mengapa
demikian? Karena ada peringatan dalam Alkitab.
Pembawa Acara : Ya
Bpk. Zakaria :
Peringatan dan hukuman atas penyimpangan. Dalam kitab Wahyu 22 : 18 dan
19, dikatakan: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada
perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya
malapetaka-malapetaka yang tertulis didalam kitab ini. Dan jikalau
seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat
ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari
kota kudus seperti yang tertulis dalam kitab ini.” Siapa yang berani
mengurangi dengan resiko dikurangi? Siapa yang mengurangi sesuatu dan
siapa yang menambahkan, dengan resiko malapetaka akan ditambahkan
kepadanya. Apakah terbayangkan bagi siapa saja yang berani melakukan
tindakan semacam itu? Anda mengerti sekarang?
Pembawa Acara : Saya
ingin mundur lagi kepada Qur’an, Apakah ada ayat-ayat dalam Qur’an yang
membuktikan keaslian Alkitab dan kebebasannya dari penyimpangan? Karena
ini sangat penting untuk membuktikan hal ini menurut kitab mereka.
Bpk. Zakaria : Tentu
ada banyak ayat dalam Qur’an yang menyatakan bahwa isi Alkitab sempurna
dan tetap utuh. Kesaksian yang jelas berdasarkan ayat-ayat seperti: dan
dengan maksud untuk mengerti dengan benar, kami harus bertanya: “Apakah
Anda ingin mengatakan bahwa penyimpangan, menurut pendapat Anda, terjadi
sebelum masa nabi Muhamad atau sesudah masa nabi Muhamad? Kapan itu
terjadi? Beberapa mengatakan itu terjadi sebelum masa nabi Muhamad.
Tentu saja, kalau tidak, nabi Muhamad tidak akan datang untuk membuatnya
benar. OK. Kita lihat apa yang dikatakan Qur’an tentang hal itu. Dalam
Surath 5 : 46, “ Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang
didalamnya petunjuk dan cahaya dan membenarkan kitab yang sebelumnya dan
menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
Pembawa Acara : Apakah Anda akan menjelaskan kata “membenarkan” (mussaddiqal)?
Bpk. Zakaria :
Pertanyaan yang bagus. Apa arti dari kata “membenarkan” (mussaddiqal)?
Lagi, saya tidak berhak untuk menjelaskan nya sendiri. Kalau tidak,
seseorang akan membantah. Jadi mari kita mengambil jalan dengan merujuk
kepada ulasan mengenai “untuk membenarkan apa yang telah ada”. Para
komentator setuju bahwa Tuhan telah menurunkan kitab dengan kebenaran
untuk menegaskan apa yang telah ada dari buku sebelumnya, yaitu
menegaskan kitab yang telah ada pada masa nabi Muhamad. Kitab tersebut
adalah Taurat dan Injil. Dan kata “melindungi” berarti memberi kesaksian
tentang itu. Ini dikutip dari ulasan Al Jalalayn mengenai Surat 5 : 47.
Apa lagi yang dikatakan? “Untuk membenarkan apa yang telah ada”,
berarti menegaskan kitab yang telah ada pada masa nabi Muhamad; kitab
Taurat dan Injil, dan memberi kesaksian atas keasliannya. Dan dalam
Surat 3 : 3, dikatakan: “Dia telah menurunkan Kitab kepadamu dengan
kebenaran untuk menegaskan apa saja yang telah ada sebelum kitab
tersebut. Dia telah menurunkan kitab Taurat dan Injil di masa lalu
sebagai petunjuk bagi manusia.” Dikatakan bahwa sebagai petunjuk, tidak
dikatakan bahwa kitab itu telah diubah, tetapi untuk menegaskan dan
sebagai petunjuk. Apakah itu telah mengalami penyimpangan, dikatakan
tidak. Untuk menyingkap adanya penyimpangan, juga tidak. Itu bukanlah
petunjuk untuk tujuan seperti itu. Dan dalam Surath 10 : 37, dikatakan:
“Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi
membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang
telah ditetapkannya” Ayat ini mengesahkan keberadaan kitab tersebut.
Lalu bagaimana bisa mereka merubah isi kitab tersebut? Hal ini tidak
mungkin, dan bagaimanapun ada 12 ayat lain. Tetapi tidak perlu
membacakannya. Saya hanya akan memberikan referensi. Dari Alkitab?
Pembawa Acara : Maksud Anda satu ayat yang mengandung kata “membenarkan”
(mussaddiqal)?
Bpk. Zakaria : Ya. Menegaskan apa yang telah Dia miliki.
Pembawa Acara : Karena ini benar-benar sering mengalami pengulangan.
Bpk. Zakaria : Ya,
Surat 2 : 41, 89, 51 dan 57, Surat 4 : 46, Surat 6 : 92, Surat 12 : 111,
Surat 35 : 31, Surat 46 : 22. OK. Apakah Alkitab telah mengalami
penyimpangan, akankah semua ayat ini menyatakan dan mengatakan
“menegaskan apa yang telah Dia miliki”? Dan memberikan bukti? Anda tahu,
terlebih lagi Qur’an benar-benar menjelaskan bahwa Tuhan memerintahkan
nabi Muhamad dan memerintahkan kaum Muslim untuk mundur kepada kitab
suci Taurat dan Injil. Lalu apakah kitab tersebut telah mengalami
penyimpangan, akankah Dia memerintahkan mereka merujuk kepada kitab
tersebut? Dan bagaimana Dia memberikan kitab tersebut sebagai rujukan
kepada mereka? Saya katakan kepada Anda, Surat 10 : 94, “Jika kamu ragu
mengenai apa yang telah kami turunkan kepada mu”, ini ditujukan kepada
nabi Muhamad. Jika Saya ragu pada Qur’an, apa yang harus saya lakukan?
Bagaimana saya bisa merasa yakin? “Maka bertanyalah kepada mereka yang
sudah membaca kitab tersebut sebelum kamu.” Jika kamu meragukan Qur’an,
bertanyalah kepada mereka yang telah membaca kitab tersebut sebelum
kamu. Kitab yang dimaksud tentu saja adalah Alkitab. Apa maksud semua
ini? Dan Qur’an memerintakan Muhamad untuk dibimbing oleh Alkitab dan
menyalinnya, meniru para nabi. Dalam Surat 6 : 90, dikatakan “Mereka
itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab dengan
hikmat dan kenabian. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi
petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” Ikutilah petunjuk
mereka, berarti bahwa Anda harus dibimbing oleh Alkitab dan mengikuti
petunjuk Alkitab.
Pembawa Acara : Ya, ada ayat yang lain?
Bpk. Zakaria : Tentu
saja ada. Dia juga memerintakan mereka untuk menrujuk kepada orang-orang
yang punya pengetahuan. Dalam Surat 16 : 43, “Dan Kami tidak mengutus
sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada
mereka, maka bertanyalah kepada orang mempunyai pengetahuan, jika kamu
tidak mengetahui.”
Pembawa Acara : Orang yang mempunyai pengetahuan adalah orang-orang dari kitab
Taurat dan Injil.
Bpk. Zakaria : Ya, dan
lagi, sebagai tambahan, nabi Muhamad mengutip kitab Taurat dan Injil,
yang ada pada masanya, yang membuktikan keaslian kitab tersebut. Dalam
Surat 28, dia mengatakan, “Katakanlah: Datangkanlah olehmu sebuah kitab
dari sisi Allah yang kitab itu lebih dapat memberi petunjuk daripada
keduanya, niscaya aku mengikutinya.“ Dan dalam Surat 5 : 68 dikatakan:
“Katakanlah: Hal Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun
hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil.” Apakah kedua
kitab tersebut telah dirusak? Lalu mengapa nabi Muhamad berkata pada
meeka untuk merujuk kepada kitab Taurat dan Injil? Benar, bukan? Surat 5
: 45, “Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka,
padahal mereka mempunyai Taurat, yang didalamnya ada hukum Allah?”
Pembawa Acara : Ini
adalah sebuah diskusi yang sangat panjang dan saya dapat melihat bahwa
ayat-ayat yang diberikan sangat banyak. Kita akan melanjutkan diskusi
kita pada episode mendatang. Di akhir episode ini, saya ingin
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pendeta atas penjelasannya.
Pemirsa yang saya kasihi, saya ulangi lagi, silahkan Anda mengirimkan
kepada kami pertanyaan-pertanyaan Anda dan bila Anda menginginkan
Alkitab, kami akan mengirimkannya ke alamat Anda. Terima kasih dan sampai jumpa.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/