FREE E-BOOKS
        
                Jawaban 111 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Lama         
                Jawaban 155 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Baru         
                101 Penjelasan tentang TUDUHAN KONTRADIKSI dalam ALKITAB        
        
                Perang Suci - Oleh Abd Al Masih         
                Secrets Behind Burqa - Oleh Rosemary Sookhdeo           
                Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani          
                Ilusi Negara Islam - Editor Gus Dur             
                Mutiara Dari Surga - 1          
                The Truth About Muhammad - by Robert Spencer            
                Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros      
        
                Islam Reviewed oleh M. Ali              
                The Hidden Life of Prophet Muhammad oleh Dr. A.A. Ahmed         
                Rahasia Jalan Yang Lurus                
                Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik oleh Ali Sina           
                Inilah Ismael (Here Comes Ishmael) oleh Faisal Malick           
                Hidup Dari Ujung Tombakku (Living by the Point of My Spear) 
oleh Zaki Ameen             
                Akar Terror Islam oleh Abul Kasem               
                Membedah Asal Usul Quran (The Origins of the Koran) oleh Ibnu 
Warraq            
                SON of HAMAS oleh Mosab Hassan Yousef           
                Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam oleh Rosemary Sookhdeo    
        
                Kerudung Yang Terkoyak          
                Why I'm Not Muslim oleh Ibnu Waraq              
                Komik Muhammad          
                Achievement and Heritage of Muhammad oleh: Zaky Rawdat          
                Sejarah Ka'bah Yang Tak Pernah Diceritakan              
                Sang Putera dan Sang Bulan oleh Curt Fletemier          
                Yahudi Menggenggam Dunia oleh William G. Carr           
                The Secret of Qur'an oleh Don Richardson                
                Ismail Saudaraku oleh Umar Tariqas              
                Islam diakhir Zaman oleh Ellis Skolfield                
                Ismael Akan Diberkati oleh: Ahmad Agyei         
                Islamic Invasion oleh Robert Morey              
                Siapakah Allah Ini              
                Mesias yang Dinantikan Islam oleh Joel Richardson               
                Christ Muhammad and I oleh Mohammed Ghazoli             
                Kebenaran Tentang Muhammad              
                Beriman Tanpa Takut oleh Irshad Manji           
                Yesus dan Muhammad oleh Mark Gabriel PhD                
                Mengapa Kami Meninggalkan Islam oleh Susan Crimp dan Joel 
Richardson            
        ARTICLES
        
                Hukum Kemurtadan Dalam Islam Harus Diubah               
                Hancurnya Sifat Keilahian Quran oleh Sujit Das          
                Muslim Pop - Oleh Matt Edwards          
                Jawaban atas hadiah BMW dari Pertanyaan Insan L Mokoginta       
        
                Batalkan Hari Membakar Quran - Oleh Jochen Katz         
                60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros             
                Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen            
                Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas              
                QRS 6 - Apa Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Manager Sebelum 
Menutup Kontrak Bisnis Dengan Seorang Muslim              
                Heboh Film Iran - Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan 
Aktor Film           
                QRS 5 - Apa Yang Harus Diketahui Oleh Wanita Mengenai 
Pernikahan Islami         
                Heboh Film YESUS Buatan Iran            
                QRS - 4 Perang Suci Dalam Islam         
                Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani          
                QRS 3 - Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani          
                QRS 2 - Marilah Sholat - Mari Mencapai Kemenangan               
                Arsip Gambar Muhammad           
                Wahyu Mana Yang Asli            
                Quran Diinterview               
                Mengenal Islam          
                A Letter To Gaza - Oleh Nonie Darwis            
                FQR 6 - Injil Kristus Yang Tanpa Salah          
                Klaim Islam - Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim            
                FQR 4 - Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran            
                FQR 5 - Perawan Maria - Sebuah Tanda Dari Allah - Ayatollah 
Sejati              
                FQR 3 - Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa 
Diselamatkan             
                FQR 1 - Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus         
                FQR 2 - Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh               
                Hari Semua Orang Menggambar Muhammad            
                QRS 1. Bagaimana Syariah Islamik Berkembang             
                DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam           
                Pengesahan  Mutilasi di Amerika         
                Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit               
                Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros                
                Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya                
                Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan            
                Muhammad-Tidak-Buta-Huruf               
                Tipu-Muslihat-Dalam-Islam               
                Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran          
                Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA              
                Kebohongan-Isra-Miraj           
                Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri               
                Alexander Agung, Si Kafir Nabi Islam            
                Fenomena Murtad Dlm 20 Thn Terakhir             
                Basis Differences  6 - Apakah Mereka Akan Pergi Ke Neraka dan 
Kita Akan Pergi Ke Surga          
                Basic Differences 5 - Keselamatan Dalam Alkitab Dan Dalam 
AlQuran               
                Basic Differences 4 - Penyangkalan Islam Terhadap Salib Kristus 
        
                Basic Differences 3 - Terkutuklah Orang Yang Mengatakan Kristus 
Adalah Anak Allah               
                Basic Differences 2 - Panggilan Dari Minaret            
                Basic Differences 1 - Apakah Orang Kristen dan Muslim Berdoa 
Kepada Tuhan Yang Sama             
                Jibril as - Ahli Menyamar               
                Kemana Mencari Keselamatan              
                Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam            
                Tagiyya - Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros              
                Panggilan Dari Minaret          
                Pemimpin Muslim UK - Islam Bukanlah Agama Damai         
                Konflik GAZA berakar pada SYARIAH               
                Mari Bicara Fatwa Haram         
                Marilah Kita Memikirkan Kembali Soal Burqa!             
                Hubungan Islam-Machiavelli              
                Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan 
Para Rabbi di Medinah              
                Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad          
                Digantung di Iran Karena Murtad         
                Pandangan Islam mengenai Neraka         
                Islam - Berperang Dalam Dirinya Sendiri         
                Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini          
                Ibn Mas'ud Saksi Ketidakberesan Quran           
                Penjajahan Wanita Dalam Islam           
                Anak Ketua Hamas Murtad         
                Tanpa Jihad Islam Akan Mati oleh Mohammad Asghar                
        TESTIMONIES
        
                Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan - Oleh Alhajji Aliyu      
        
                Kebohongan Para Wanita Saudi Arabia             
                Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati            
                Kesaksian Hamran Ambrie         
                Kesaksian Bassam                
                Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS          
                Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros   
        
                Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi             
                Kerudung Yang Terkoyak          
                Arifin Zaelani - Alasan Saya Meninggalkan Islam         
                Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan             
                Kesaksian Saya Meninggalkan Islam               
                Islam Sejati            
                Duladi - Mengapa Saya Benci Islam               
                Ali Sina - Dari Beriman Menuju Pencerahan               
                Mengapa Kami Meninggalkan Islam         
        QUESTION & ANSWERS
        
                Islam  Bertanya Kristen Menjawab oleh Paulus M          
                Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen            
                Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap 
Non-Muslim               
                Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama                
                Hari Semua Orang Menggambar Muhammad            
                Geller - No 11 September Mosque         
                Mengritisi Pemikiran Dr. Yahya Waloni           
                Sumber-Penulisan-Alquran oleh Zakharia Boutros          
                Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros      
        
                Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat              
                Tidak Ada Jalan Kembali         
                Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat         
                Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts            
                Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah             
                Masakan Allah Kok Punya Anak Allah              
                Bukankah Alkitab Itu Korup              
                Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT             
                Injil Digugat Karena Ahmad              
                Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu             
                Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas              Apa 
Kata Quran tentang ALKITAB? (Ep 16)http://conversationwithmuslim.wordpress.com/

EPISODE 16
Pembawa Acara: Pemirsa 
yang saya kasihi, selamat datang kembali dalam program kami “Questions 
About Faith” (Pertanyaan-pertanyaan Tentang Iman). Kami sangat senang 
bertemu Anda kembali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Juga 
merupakan kehormatan bagi kami dengan hadirnya Bapak Pendeta Zakaria 
Butrous. Selamat datang Bapak Pendeta.
Pendeta Zakaria: Terima kasih banyak.
Pada episode yang lalu, kita telah 
berbicara tentang ketidak-mungkinan adanya penyimpangan dalam Alkitab 
dan Anda telah menjelaskan kepada kami apa itu Alkitab, dan apakah isi 
dari Alkitab, dan kita juga telah menyebutkan ayat-ayat yang menegaskan 
keaslian Alkitab. Kita telah sampai pada ayat yang menyatakan bahwa ada 
penyimpangan dalam Alkitab, dan sekarang jika Anda tidak keberatan, 
bisakah Anda menjelaskan kepada kami ayat-ayat Qur’an yang menyatakan 
bahwa ada penyimpangan dalam Alkitab.
Ya, paling sedikit ada 4 ayat yang saya 
akan menerimanya, dan saya hanya akan menyebutkan sisanya. Dalam Suratt 2
 : 75, “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, 
padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka 
merusaknya setelah mereka memahaminya, sedangkan mereka mengetahui”. 
Ayat yang kedua adalah dari Suratt 4 : 46, “Beberapa orang Yahudi, 
mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya”, dan Suratt 5 : 13, 
“Mereka suka merubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, dan mereka 
sengaja melupakan bagian dari apa yang telah diperingatkan kepada 
mereka”, dan dalam Suratt 5 : 41, “Beberapa dari orang Yahudi itu amat 
suka mendengar berita-berita bohong, mereka merubah perkataan-perkataan 
Taurat dari tempat-tempatnya”. Ini adalah 4 ayat Qur’an yang menyebutkan
 mengubah, penyimpangan dan merusak perkataan dalam Alkitab.
 
Pembawa Acara : Pada episode yang lalu Anda sudah cukup menjelaskan kepada kami 
ayat yang pertama. Bisakah Anda jelaskan ayat yang kedua?
 
Bpk. Zakaria : Ya, ayat
 yang kedua mengatakan … itu ada di dalam Suratt 4 : 46, “Beberapa orang
 Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata 
“kami mendengar” tetapi kami tidak menurutinya dan : “Dengarlah” sedang 
kamu sebenarnya tidak mendengarkan apa-apa dan dengan memutar-mutar 
lidahnya”. Semua ini membutuhkan penjelasan dan sebagainya. Dari 
pernyataan “beberapa orang Yahudi” menjelaskan bahwa itu tidak 
mengatakan “tidak termasuk mereka, orang-orang …”
 
Pembawa Acara : Kristen.
 
Bpk. Zakaria : Orang-orang Kristen.
 
Pembawa Acara : Jadi disini dia membicarakan orang-orang Yahudi.
 
Bpk. Zakaria : Ya, dan 
saya meminta setiap orang untuk mencari satu ayat yang menyatakan bahwa 
orang-orang Kristen telah merubah Alkitab mereka sendiri. Semua 
ayat-ayat seperti yang baru saja kita lihat, menunjukkan penyimpangan 
kepada orang-orang Yahudi. Semua ayat-ayat ini. Disini, lihatlah!
 
Pembawa Acara : Tidak juga merusak perbendaharaan kata-nya.
 
Bpk. Zakaria : Tidak.
 
Pembawa Acara : Ini berhubungan dengan pengertian.
 
Bpk. Zakaria : 
Pengertian. Sebagai contoh, : “Apakah kamu masih mengharapkan mereka 
akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman 
Allah”, yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi, dan “Beberapa orang 
Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya”. Juga dalam 
Suratt 4 : 46 dan Suratt 3. Jadi, “mereka yang merubah perkataan dari 
tempat-tempatnya” dan “beberapa orang Yahudi suka mendengarkan 
berita-berita bohong” adalah orang-orang Yahudi yang dimaksud, bukan 
orang-orang Nasrani. Tidak ada satu ayat pun dalam Qur’an yang 
menyatakan orang-orang Nasrani telah merusak Alkitab mereka sendiri. 
Tidak perbendaharaan-katanya dan juga artinya. Benar, bukan? OK. Dalam 
pernyataan yang sama, penyimpangan juga tidak ditujukan kepada semua 
orang Yahudi, tetapi hanya beberapa dari mereka : “Beberapa orang Yahudi
 …” dan juga “Beberapa dari orang-orang Yahudi …”. Jadi, tidak semua 
orang Yahudi dan banyak juga orang Yahudi yang percaya pada Alkitab yang
 benar, yang mereka miliki. Tetapi beberapa dari mereka salah 
menterjemahkannya dan salah mengartikannya, ini dapat dilihat dari ayat 
yang mengatakan “mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya”. 
Perhatikan frase : “tempatnya”. Apa yang dimaksud “tempatnya”? Imam al 
Baydawi mengatakan dalam ulasannya mengenati kata ini. Kalimat “Beberapa
 dari orang-orang Yahudi merubah perkataan-perkataan dari tempatnya”, 
artinya: mereka memutar-mutar perkataan-perkataan itu dari tempat dimana
 Allah telah menempatkannya, dengan menterjemahkan perkataan tersebut 
sesuai yang mereka inginkan.
 
Pembawa Acara : Mereka memutar-mutar arti perkataan.
 
Bpk. Zakaria : Mereka 
berputar-berputar dalam menterjemahkannya dan dalam memahami maksud, dan
 bukan isinya. Kitab suci Qur’an menyebutnya dengan “memutar-mutar”, 
seperti tertulis “memutar-memutar lidah mereka” atau “perhatikanlah kami
 dengan memutar-memutar lidah mereka”. Apa arti dari “memutar-mutar 
lidah mereka”? Itu berarti mereka mengubah cara mengucapkan kata-kata 
menurut lidah Yahudi mereka. Alkitab ditulis dengan menggunakan 
kata-kata khusus, lalu mereka memberikan warna dalam mengucapkan kata 
tersebut dengan memutar-mutar lidah mereka. Mereka telah mengubah cara 
pengucapan perkataan yang berarti “perhatikan kami” atau “peliharalah 
kami”. Mereka mengubahnya menjadi “Engkau bodoh”, yang bukan berarti 
“perhatikan kami”. Perkataan “Engkau bodoh” adalah suatu perkataan yang 
mencela. Dimana penjelasan ini ditemukan?
 
Pembawa Acara : Dimana?
 
Bpk. Zakaria : Dalam 
buku ulasan Qur’an oleh Imam Abdullah Youssef Ali, halaman 200. Buku ini
 merupakan terjemahan kitab Qur’an dalam Bahasa Inggris yang dicetak di 
Amerika Serikat. Jadi, apa yang telah mereka lakukan adalah mengubah 
perkataan dengan lidah mereka. Bukannya berkata “perhatikanlah kami”, 
melainkan mereka mengutuknya: “Engkau bodoh”. Mengubah disini tidak 
terjadi pada kata-kata yang ada didalam teks, tetapi dalam hal apa? 
Dalam pengucapan. Mereka telah mengucapkan sesuatu tidak seperti yang 
seharusnya terdengar.
 
Pembawa Acara : Kita masih membahas ayat yang ke-dua?
 
Bpk. Zakaria : Ya, dan 
Imam Razi…, Ya, masih mengenai ayat yang kedua. Mari kita dengar apa 
yang dikatakan Imam Razi: “Sebuah buku yang disebarkan dengan menurunkan
 dari satu generasi ke generasi berikutnya tidak dapat mengalami – 
perhatikan – perubahan dalam kosa katanya. Pernyataan ini dikutip dari 
buku yang berjudul Duha El islam halaman 346 dan 358. Dan buku siapa 
ini? Penulisnya adalah Ahmed Amin. Ini berarti dia menolak tuduhan 
adanya perubahan dalam kosa kata pada Alkitab. Perkataan tidak diubah. 
Seorang Muslim mungkin mengatakan “mereka mengangkat kata-kata” yang 
berarti mereka merubah kata-kata dalam buku tersebut. Mereka 
mengeluarkan seluruh perkataan.
 
Pembawa Acara : Mereka mengubah kata.
 
Bpk. Zakaria : Mereka 
mengganti seluruh halaman. Tidak, Al Razi mengatakan bahwa perubahan 
kosa kata tidak mungkin terjadi. Dan dalam Saheeh El Bukhary dikatakan: 
“mereka mengubah kata-kata dari tempat-tempatnya”. Itu berarti, mereka 
memindahkannya dan tak seorangpun dapat memindahkan satupun kata dari 
buku-buku Allah yang Maha Tinggi. Tetapi mereka menterjemahkannya dengan
 arti yang tidak sesuai.
 
Pembawa Acara : Tolong diulang lagi, Bapak Pendeta.
 
Bpk. Zakaria : Lagi?
 
Pembawa Acara : Ya, silahkan diulang lagi.
 
Bpk. Zakaria : Saheeh 
El Bukhary: “mereka mengubah kata-kata dari tempat-tempatnya”. Dia 
menjelaskan maksudnya adalah mereka memindahkannya dan tak seorangpun 
dapat memindahkan satupun kata dari buku-buku Allah Maha Tinggi. Tidak 
seorangpun telah dapat memindahkan satu kata dari buku manapun, mereka 
hanya menterjemahkan dengan arti yang tidak sesuai. Mereka salah 
mentafsirkannya dan itu adalah penyimpangan yang mereka maksud. Tetapi 
perubahan dalam teks Alkitab? Tidak ada. Tidak mungkin. Tak seorangpun 
dapat merubah apapun dalam teks buku-buku Allah. Lalu kemana perkataan 
“kami telah menurunkan buku petunjuk itu dan kami melindunginya”? 
Benarkan?
 
Pembawa Acara : Bagaimana dengan ayat yang ke-tiga?
 
Bpk. Zakaria : OK. Ayat
 yang ketiga datang dari Suratt 5 (Al Maidah) : 13, “Allah telah 
mengambil perjanjian dari Bani Israel …”, hingga ayat yang mengatakan 
“Mereka suka merubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, dan mereka 
sengaja melupakan bagian dari apa yang telah diperingatkan kepada 
mereka”. Saya memiliki beberapa ulasan disini. Apa penjelasan mengenai 
ayat ini? Penjelasan Imam Al Razi adalah sebagai berikut: “pengertian 
dari kata penyimpangan adalah membuat prasangka palsu dan merusak 
tafsiran, dan memalingkan sebuah kata dari arti yang sesungguhnya kepada
 arti yang tidak benar. Dengan maksud menipu secara lisan, seperti yang 
dilakukan oleh bida’ah – bida’ah sekarang ini.
 
Pembawa Acara : Jika Anda berkenan, hal ini masih membutuhkan penjelasan.
 
Bpk. Zakaria : Ya, 
tentu. Dia mengatakan, “Pengertian dari kata penyimpangan berdasarkan 
ayat “mereka mengangkat kata-kata”, adalah membuat prasangka palsu 
terhadap teks dan merusak tafsiran atau penjelasan, dan membawa 
perkataan – perkataan tetap sama – tetapi membawa perkataan keluar dari 
arti yang sesungguhnya.”
 
Pembawa Acara : Masih arti yang diubah, bukan perkataannya sendiri.
 
Bpk. Zakaria : Tidak, 
tidak pernah. Itu berarti mereka memahami segala sesuatu menurut cara 
mereka sendiri dengan arti yang disesuaikan dengan keinginan mereka 
sendiri. Benar bukan? Dan untuk membuktikan apa yang dikatakan Al Razi 
itu benar, kami mengutip pernyataan yang tertulis dalam Saheeh El 
Bukhary. Dia menyebutkan hal yang sama sebagai sebuah penjelasan 
mengenai ayat 15 dari Surat yang sama. Dikatakan: “Ahli kitab, utusan 
kami telah datang kepada mu untuk menjelaskan banyak hal yang telah kamu
 sembunyikan dari kitab tersebut.” Menyembunyikan. Kitab suci Qur’an 
menjelaskan pengertian dari kata penyimpangan, seperti hanya 
menyembunyikan beberapa bagian dari buku. Perkataan masih terletak di 
tempatnya, tetapi apa yang terjadi? Tersembunyi. Benar, dan itulah arti 
dari perubahan: Masih terletak disana, tetapi tersembunyi.
 
Pembawa Acara : Hal ini merupakan penjelasan lebih lanjut yang menyatakan bahwa 
tidak ada perubahan dalam teks Alkitab.
 
Bpk. Zakaria : Tentu 
saja. Sekarang saya akan mengutip ulasan dari Al Jalalayn dimana Anda 
akan menemukan sebuah pernyataan yang tidak biasa, tentang penyimpangan 
kata.. Penyimpangan kata terdapat dalam Taurat. Perhatikan kekhususan 
ini. Penyimpangan kata yang terdapat dalam kitab Taurat. Dia 
menunjukkan  penyimpanan yang dimaksud dalam Qur’an mengenai kitab 
Taurat – berhubungan dengan nabi Muhamad, damai dan doa Allah 
menyertainya. Dan apa yang mereka sembunyikan dari kitab adalah perintah
 yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti nabi Muhamad, damai dan 
doa Allah menyertainya. Dia mengatakan suatu nubuat tentang nabi 
Muhamad. Nubuat tentang nabi Muhamad terdapat dalam Alkitab dan mereka 
telah menyembunyikannya. Nubuat itu adalah tentang nabi yang akan 
datang, dan mereka mengacaukannya menjadi “nabi yang tidak bisa 
membaca”. Dengar bagaimana mereka merusak kata “yang akan datang” dan “the ummy”
 dan kebenaran dari masalah ini adalah bahwa ketidaksepakatan tentang 
kata penyimpangan, yang menurut ayat ini adalah pembacaan nubuat Musa 
yang terdapat dalam kitab Taurat, tentang nabi yang akan datang, yang 
dia maksud adalah Yesus. Dan mereka mengubahnya dengan: nabi yang tidak 
dapat membaca. Maksud saya adalah orang-orang Arab dan nabi Muhamad 
mengartikannya sebagai nabi yang tidak dapat membaca. Nabi Musa 
berbicara tentang nabi yang akan datang, “Tuhan akan membangkitkan bagi 
kamu seorang nabi seperti aku, seseorang yang berasal dari kamu. Kepada 
Nya kamu mendengar.” Lalu mereka berkata, ya, itu sama artinya dengan 
nabi yang “tidak dapat membaca”. Dengar! Dikatakan “yang akan datang”. 
Dia berkata, Tidak, yang dikatakan adalah “tidak dapat membaca”. Jadi 
siapa sebenarnya yang melakukan penyimpangan? Bukan orang-orang Yahudi. 
Mereka adalah orang lain, melainkan, maksud saya adalah nabi Muhamad. 
Tetapi mungkin seseorang akan bertanya kepada saya: “Siapa nabi yang 
akan datang yang dimaksud nabi Musa?” Ya, karena dikatakan: “Tuhan akan 
membangkitkan bagi kamu seorang nabi seperti aku yang berasal dari 
kamu”, itu berarti dari orang-orang (keturunan) Allah.
 
Pembawa Acara : Orang-orang (keturunan) Allah.
 
Bpk. Zakaria : Dari suku bangsa Israel. Muhamad bukanlah keturunan Israel.
 
Pembawa Acara : Bukan.
 
Bpk. Zakaria : Benar, 
bukan. Muhamad adalah keturunan Ismael, bukan keturunan Israel. Jadi, 
ayat yang mengatakan tentang penyimpangan dalam Qur’an tidak pernah 
bermaksud mengubah perkataan, kalau tidak, itu tidak akan memberikan 
bukti tentang Alkitab. Itu tidak akan memberikan bukti tentang 
kebenarannya.
 
Pembawa Acara : O K. Apakah kita akan melanjutkan ke ayat yang ke-empat?
 
Bpk. Zakaria : Ayat 
yang berikut mengenai penyimpangan kata yang diambil dari Surat 5 : 41, 
“Beberapa dari orang Yahudi itu amat suka mendengar berita-berita 
bohong, dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang 
belum pernah datang kepadamu. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini 
kepada kamu, maka terimalah, dan jika kami diberikan yang bukan ini, 
maka hati-hatilah.” Apakah maksud dari ayat ini? Imam Abdullah Youssef 
Ali, pada halaman 260, menjelaskan : “Banyak orang Yahudi suka sekali 
mendengarkan nabi berbohong. Mereka tetap bertanya kepada nya, kemudian 
mereka akan berkata: “Kamu bohong akan hal itu” atau “Kamu berbohong 
disini”. Kamu baru saja salah mengatakan sesuatu.” Hal ini tidak pernah 
terjadi. Mendengar nabi berbohong dan telinga mereka terbuka untuk 
kebohongan yang tersebar tentang nabi, bahkan dari orang-orang yang 
tidak datang kepadanya.. Sebagai contoh, orang akan mengatakan: “Kamu 
tahu bahwa saya mendengar nabi Muhamad mengatakan itu dan itu, lalu 
mereka akan berkata, sekarang dia berkata salah lagi.” Ya, tetapi mereka
 tidak pernah menjadi Muhamad, dan itulah yang dimaksud Muhamad dalam 
Qur’an.
 
Pembawa Acara : Tetapi ini masih diluar teks Alkitab.
 
Bpk. Zakaria : Diluar 
teks Alkitab. Anda tahu, akar dari masalah ini adalah orang yang menolak
 tidak mengerti dan tidak ingin untuk mengerti. Sayang sekali, orang itu
 mengambil sebuah kata dan terbang bersama kata tersebut. Dikatakan: 
“mereka mengubah kata-kata”, lalu kitab Anda berubah. Disini dikatakan 
“berubah”, tetapi apakah Anda mengerti apa arti dari pengubahan? 
 Mengapa Anda mengambil ayat dan perkataannya dan periksa apa yang 
dikatakan para komentator Anda sendiri mengenai ayat tersebut untuk 
mengetahui bahwa penyimpangan tidak terdapat dalam teks Alkitab. Tidak 
perkataan dalam teks Alkitab, tetapi hanya penyimpangan dalam memahami 
teks Alkitab.
 
Pembawa Acara : Penyembunyian makna.
 
Bpk. Zakaria : Ya, penyembunyian segala sesuatu, itulah yang dimaksud Qur’an.
 
Pembawa Acara : Bukan perubahan teks.
 
Bpk. Zakaria : Benar, 
dan Abd Allah Youssef Ali, mengenai frase dari “mereka mengubah 
kata-kata dari tempat-tempatnya”, menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi 
tidak percaya pada buku mereka, karenanya mereka merusak artinya, dan 
bukan teksnya. Ini penjelasan dari Imam Abdullah Youssef Ali.
 Sekarang kita sampai pada Zamakhshari. Imam Zamakhshari berkata: Pernah
 diceritakkan. Ini adalah pengkhususan. Telah diceritakan tentang 
seorang bangsawan dari Khaibar yang telah melakukan perzinahan dengan 
seorang bangsawan wanita dari Khaibar. Dari Khaibar berarti orang Yahudi
 yang telah menikah, yaitu setiap orang dari mereka yang menikah dengan 
suami/istri orang lain. Dia telah menikah dengan wanita lain, dan wanita
 itu telah menikah dengan pria lain, dan mereka melakukan perzinahan. 
Jadi, mereka harus dihukum rajam sampai mati sesuai dengan kitab Taurat.
 Tetapi mereka menolak. Orang-orang Yahudi menolak untuk menghukum 
mereka dengan hukuman rajam, karena status mereka yang bangsawan. Mereka
 pun mengirim orang untuk bertanya kepada utusan Tuhan mengenati hal 
tersebut. Mereka menanyakan, “apakah kami harus membunuh orang itu atau 
tidak? Apakah kami harus merajam mereka atau tidak?” Dan mereka berkata 
kepada orang yang dikirim kepada nabi Muhamad: “Jika Muhamad 
memerintahkan kepada mu untuk mencambuk mereka, terimalah. Dan jika dia 
memerintahkan mu untuk merajam mereka, janganlah diterima.”
 
Pembawa Acara : Mereka telah dinasehati terlebih dahulu.
 
Bpk. Zakaria : Dan 
mereka membawa dua orang penzinah tersebut bersama mereka, lalu nabi 
meminta mereka untuk dihukum rajam, setelah masalah diselidiki. Tetapi 
mereka menolak perkataan nabi Muhamad, lalu dia menunjuk seorang 
penengah antara mereka dan dia sendiri. Dia membawa seorang penengah 
yang adalah seorang Yahudi, yaitu Rabbi Ibn Suriya – seorang penengah 
Yahudi yang diminta untuk merajam mereka. Dan dikatakan pada akhir 
cerita bahwa sesudah kesaksian Rabbi Ibn Suriya tersebut, nabi 
memerintahkan untuk merajam mereka, dan mereka dihukum rajam di pintu 
gerbang mesjid untuk mengukuhkan hukuman kitab Taurat terhadap mereka.
 
Pembawa Acara : Kita telah mendapatkan banyak hal dari penjelasan ini.
 
Bpk. Zakaria : Ya, dan 
karenanya para komentator setuju akan alasan ayat ini telah diungkapkan,
 yaitu ayat “mengubah kata-kata” yang terdapat dalam Surat 5 adalah 
mengenai cerita tersebut diatas. Ayat itu memang khusus untuk cerita 
tersebut, bukan berbicara tentang penyimpangan terhadap keseluruhan isi 
Alkitab, tetapi salah dalam penyajian/penggambaran. Mereka tidak ingin 
penzinah tersebut dihukum hingga mati. Lalu mereka salah mentafsirkan 
arti dari merajam menjadi “hanya mencambuk”, bukan hukuman rajam. Jadi, 
maksud dari penyimpangan disini adalah salah menterjemahkan dari kata 
“hukuman rajam” menjadi “hanya mencambuk”, dan bukan mengenai merusak 
teks Alkitab. Dan itu adalah alasan Al Jalalyn dalam ulasannya : “ayat 
ini telah diungkapkan karena dua dari orang-orang Yahudi telah melakukan
 perzinahan. Mereka menggugat sebelum nabi, yang menghukum mereka dengan
 hukuman rajam. Kitab Taurat – “Ambillah kitab Taurat kemari”. Mereka 
mengambilnya dan kitab itu menjadi hakim atas mereka. Itu adalah nabi 
Muhamad, yang mengatakan “Ambillah kitab Taurat kemari” dan kitab itu 
merupakan hakim atas mereka untuk dihukum rajam hingga mati. Perhatikan 
dengan benar disini, karena ini penting. Apakah pengakuan nabi Muhamad 
terhadap kitab Taurat adalah sebuah bukti yang pasti atas kebenarannya? 
Bagaimana dia dapat membuktikannya? Bagaimana dia dapat mengakui sebuah 
buku bila mengetahui buku itu telah dirusak isinya? Sayu ingin tahu.
 
Pembawa Acara : OK. 
Sekarang kita kembali pada pertanyaan, apakah ada ayat-ayat dalam 
Alkitab yang menyatakan bahwa Alkitab tidak mengalami penyimpangan? Kita
 telah menyebut ayat-ayat Qur’an yang membuktikan bahwa Alkitab telah 
diungkapkan dan juga ayat-ayat yang menyebutkan penyimpangan. Dan kita 
telah membuktikan tidak adanya penyimpangan dalam Alkitab, dan sekarang 
kita ingin ayat-ayat dari Alkitab itu sendiri yang membuktikan 
keasliannya.
 
Bpk. Zakaria : Ini 
benar-benar sebuah pertanyaan yang sangat penting. Baiklah, dalam 
Alkitab, kita menemukan dari sekian banyak pernyataan Tuhan Yesus. Dalam
 Matius 24 : 35, Dia berkata “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi 
perkataanKu tidak akan berlalu.” Untuk tujuan apapun perkataanKu tidak 
akan berlalu. Dan dalam pasal 5 : 18, dikatakan: “Karena Aku berkata 
kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu 
iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari khukum Taurat, 
sebelum semuanya terjadi.” Tidak satu hurufpun. Dalam ayat sebelumnya, 
dikatakan: “PerkataanKu tidak akan berlalu”, yang dimaksud adalah 
seluruh perkataan dan kemudian ayat: “tidak satupun iota akan berlalu” 
dan “tidak satu titikpun dari perkataanKu akan berlalu”. Mengapa 
demikian? Karena ada peringatan dalam Alkitab.
 
Pembawa Acara : Ya
 
Bpk. Zakaria : 
Peringatan dan hukuman atas penyimpangan. Dalam kitab Wahyu 22 : 18 dan 
19, dikatakan: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada 
perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya 
malapetaka-malapetaka yang tertulis didalam kitab ini. Dan jikalau 
seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat 
ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari 
kota kudus seperti yang tertulis dalam kitab ini.” Siapa yang berani 
mengurangi dengan resiko dikurangi? Siapa yang mengurangi sesuatu dan 
siapa yang menambahkan, dengan resiko malapetaka akan ditambahkan 
kepadanya. Apakah terbayangkan bagi siapa saja yang berani melakukan 
tindakan semacam itu? Anda mengerti sekarang?
 
Pembawa Acara : Saya 
ingin mundur lagi kepada Qur’an, Apakah ada ayat-ayat dalam Qur’an yang 
membuktikan keaslian Alkitab dan kebebasannya dari penyimpangan? Karena 
ini sangat penting untuk membuktikan hal ini menurut kitab mereka.
 
Bpk. Zakaria : Tentu 
ada banyak ayat dalam Qur’an yang menyatakan bahwa isi Alkitab sempurna 
dan tetap utuh. Kesaksian yang jelas berdasarkan ayat-ayat seperti: dan 
dengan maksud untuk mengerti dengan benar, kami harus bertanya: “Apakah 
Anda ingin mengatakan bahwa penyimpangan, menurut pendapat Anda, terjadi
 sebelum masa nabi Muhamad atau sesudah masa nabi Muhamad? Kapan itu 
terjadi? Beberapa mengatakan itu terjadi sebelum masa nabi Muhamad. 
Tentu saja, kalau tidak, nabi Muhamad tidak akan datang untuk membuatnya
 benar. OK. Kita lihat apa yang dikatakan Qur’an tentang hal itu. Dalam 
Surath 5 : 46, “ Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang 
didalamnya petunjuk dan cahaya dan membenarkan kitab yang sebelumnya dan
 menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
 
Pembawa Acara : Apakah Anda akan menjelaskan kata “membenarkan” (mussaddiqal)?
 
Bpk. Zakaria : 
Pertanyaan yang bagus. Apa arti dari kata “membenarkan” (mussaddiqal)? 
Lagi, saya tidak berhak untuk menjelaskan nya sendiri. Kalau tidak, 
seseorang akan membantah. Jadi mari kita mengambil jalan dengan merujuk 
kepada ulasan mengenai “untuk membenarkan apa yang telah ada”. Para 
komentator setuju bahwa Tuhan telah menurunkan kitab dengan kebenaran 
untuk menegaskan apa yang telah ada dari buku sebelumnya, yaitu 
menegaskan kitab yang telah ada pada masa nabi Muhamad. Kitab tersebut 
adalah Taurat dan Injil. Dan kata “melindungi” berarti memberi kesaksian
 tentang itu. Ini dikutip dari ulasan Al Jalalayn mengenai Surat 5 : 47.
 Apa lagi yang dikatakan? “Untuk membenarkan apa yang telah ada”, 
berarti menegaskan kitab yang telah ada pada masa nabi Muhamad; kitab 
Taurat dan Injil, dan memberi kesaksian atas keasliannya. Dan dalam 
Surat 3 : 3, dikatakan: “Dia telah menurunkan Kitab kepadamu dengan 
kebenaran untuk menegaskan apa saja yang telah ada sebelum kitab 
tersebut. Dia telah menurunkan kitab Taurat dan Injil di masa lalu 
sebagai petunjuk bagi manusia.” Dikatakan bahwa sebagai petunjuk, tidak 
dikatakan bahwa kitab itu telah diubah, tetapi untuk menegaskan dan 
sebagai petunjuk. Apakah itu telah mengalami penyimpangan, dikatakan 
tidak. Untuk menyingkap adanya penyimpangan, juga tidak. Itu bukanlah 
petunjuk untuk tujuan seperti itu. Dan dalam Surath 10 : 37, dikatakan: 
“Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah, akan tetapi 
membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang
 telah ditetapkannya” Ayat ini mengesahkan keberadaan kitab tersebut. 
Lalu bagaimana bisa mereka merubah isi kitab tersebut? Hal ini tidak 
mungkin, dan bagaimanapun ada 12 ayat lain. Tetapi tidak perlu 
membacakannya. Saya hanya akan memberikan referensi. Dari Alkitab?
 
Pembawa Acara : Maksud Anda satu ayat yang mengandung kata “membenarkan” 
(mussaddiqal)?
 
Bpk. Zakaria : Ya. Menegaskan apa yang telah Dia miliki.
 
Pembawa Acara : Karena ini benar-benar sering mengalami pengulangan.
 
Bpk. Zakaria : Ya, 
Surat 2 : 41, 89, 51 dan 57, Surat 4 : 46, Surat 6 : 92, Surat 12 : 111,
 Surat 35 : 31, Surat 46 : 22. OK. Apakah Alkitab telah mengalami 
penyimpangan, akankah semua ayat ini menyatakan dan mengatakan  
“menegaskan apa yang telah Dia miliki”? Dan memberikan bukti? Anda tahu,
 terlebih lagi Qur’an benar-benar menjelaskan bahwa Tuhan memerintahkan 
nabi Muhamad dan memerintahkan kaum Muslim untuk mundur kepada kitab 
suci Taurat dan Injil. Lalu apakah kitab tersebut telah mengalami 
penyimpangan, akankah Dia memerintahkan mereka merujuk kepada kitab 
tersebut? Dan bagaimana Dia memberikan kitab tersebut sebagai rujukan 
kepada mereka? Saya katakan kepada Anda, Surat 10 : 94, “Jika kamu ragu 
mengenai apa yang telah kami turunkan kepada mu”, ini ditujukan kepada 
nabi Muhamad. Jika Saya ragu pada Qur’an, apa yang harus saya lakukan? 
Bagaimana saya bisa merasa yakin? “Maka bertanyalah kepada mereka yang 
sudah membaca kitab tersebut sebelum kamu.” Jika kamu meragukan Qur’an, 
bertanyalah kepada mereka yang telah membaca kitab tersebut sebelum 
kamu. Kitab yang dimaksud tentu saja adalah Alkitab. Apa maksud semua 
ini? Dan Qur’an memerintakan Muhamad untuk dibimbing oleh Alkitab dan 
menyalinnya, meniru para nabi. Dalam Surat 6 : 90, dikatakan “Mereka 
itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab dengan 
hikmat dan kenabian. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi 
petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka.” Ikutilah petunjuk 
mereka, berarti bahwa Anda harus dibimbing oleh Alkitab dan mengikuti 
petunjuk Alkitab.
 
Pembawa Acara : Ya, ada ayat yang lain?
 
Bpk. Zakaria : Tentu 
saja ada. Dia juga memerintakan mereka untuk menrujuk kepada orang-orang
 yang punya pengetahuan. Dalam Surat 16 : 43, “Dan Kami tidak mengutus 
sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada 
mereka, maka bertanyalah kepada orang mempunyai pengetahuan, jika kamu 
tidak mengetahui.”
 
Pembawa Acara : Orang yang mempunyai pengetahuan adalah orang-orang dari kitab 
Taurat dan Injil.
 
Bpk. Zakaria : Ya, dan 
lagi, sebagai tambahan, nabi Muhamad mengutip kitab Taurat dan Injil, 
yang ada pada masanya, yang membuktikan keaslian kitab tersebut. Dalam 
Surat 28, dia mengatakan, “Katakanlah: Datangkanlah olehmu sebuah kitab 
dari sisi Allah yang kitab itu lebih dapat memberi petunjuk daripada 
keduanya, niscaya aku mengikutinya.“ Dan dalam Surat 5 : 68 dikatakan: 
“Katakanlah: Hal Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun 
hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil.” Apakah kedua 
kitab tersebut telah dirusak? Lalu mengapa nabi Muhamad berkata pada 
meeka untuk merujuk kepada kitab Taurat dan Injil? Benar, bukan? Surat 5
 : 45, “Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, 
padahal mereka mempunyai Taurat, yang didalamnya ada hukum Allah?”

Pembawa Acara : Ini 
adalah sebuah diskusi yang sangat panjang dan saya dapat melihat bahwa 
ayat-ayat yang diberikan sangat banyak. Kita akan melanjutkan diskusi 
kita pada episode mendatang. Di akhir episode ini, saya ingin 
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pendeta atas penjelasannya. 
Pemirsa yang saya kasihi, saya ulangi lagi, silahkan Anda mengirimkan 
kepada kami pertanyaan-pertanyaan Anda dan bila Anda menginginkan 
Alkitab, kami akan mengirimkannya ke alamat Anda. Terima kasih dan sampai jumpa.







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke