Refleksi : Lambang negara saja ada pedangnya, jadi tidak mengherankan kalau 
besar resikonya bagi TKW diperkosa, dibutakan dan dibunuh.

http://www.antaranews.com/berita/1290108444/haryatin-buta-disiksa-majikan-arab-di-riyadh

Haryatin Buta Disiksa Majikan Arab di Riyadh
Jumat, 19 November 2010 02:27 WIB | Peristiwa | Naker | 


Surabaya (ANTARA News) - Haryatin, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Blitar 
menderita kebutaan pada kedua matanya akibat disiksa majikannya di Arab Saudi.

Ditemui di ruang BC Kelas III-B, Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, Kamis, 
wanita berusia 32 tahun tersebut mengaku sudah tiga tahun ini harus menerima 
siksaan.

"Baru dua bulan bekerja disana, sudah sering saya mendapat tamparan, pukulan, 
bahkan tendangan. Benar - benar tersiksa dan tidak pernah saya bayangkan 
sebelumnya," ujar Haryatin sembari mengeluh kesakitan di kedua matanya.

Diceritakannya, pada Desember 2006, ibu satu anak itu memutuskan bekerja di 
Arab Saudi melalui PT. KBS yang berkantor pusat di Jakarta Timur. Disana, 
Haryatin ditempatkan di rumah majikannya bernama Hayyak di Riyadh.

Namun, oleh sang majikan ia disuruh bekerja di rumah anaknya, Fatma, seorang 
ibu dari 10 anak. Dikatakannya, pada bulan pertama semua berjalan lancar, 
tetapi memasuki bulan kedua, beberapa perlakuan kasar mulai diterimanya.

"Saya juga tidak tahu alasan majikan memukul. Pokoknya dia selalu mencari 
kesalahan dan suka marah-marah. Puncaknya, ketika selang air mesin cuci 
diarahkan tepat ke mata saya. Itu terjadi sekitar bulan ke sepuluh saya 
bekerja," tutur wanita yang tinggal di Desa Bakalan RT 03 - RW 05, Kecamatan 
Wonodadi, Blitar tersebut.

Yang mengenaskan, Haryatin sudah mengalami kebutaan sejak tiga tahun lalu. 
Kendati demikian, ia tetap dipaksa bekerja mengurusi rumah dan anak sang 
majikan. "Kalau tidak kerja, malah saya dipukul lagi. Jadi ya mau bagaimana 
lagi," ucapnya sambil menangis.

Usaha pengobatan pernah dilakukannya, namun tidak membuahkan hasil karena 
persyaratan adminitrasi yang sulit dari pihak rumah sakit.

"Pernah saya diantar ke rumah sakit, tapi selalu gagal karena syarat 
adminitrasi. Padahal surat-surat saya ada di majikan. Sehingga saya hanya bisa 
pasrah dan sudah tidak kuat ingin pulang ke Indonesia," papar ibu dari Wulan 
Asna Ningrum (6) itu.

Keinginannya untuk pulang terhalang oleh kontrak kerja yang dimilikinya. Dalam 
perjanjian, tertera bahwa Haryatin tidak bisa pulang sebelum bekerja selama 2,5 
tahun. Beruntung, istri Samsul Huda tersebut ditolong oleh seseorang yang masih 
tercatat sebagai saudara majikannya.

"Saya dibantu pulang ke Indonesia oleh dia. Namanya juga Hayyak, tapi 
lengkapnya saya tidak tahu. Kemudian, gaji saya juga diberikan berupa cek 
sebesar 23 ribu Real dan uang tunai 500 Real," jelasnya.

"Sebenarnya gaji saya 600 Real per bulan. Tapi tidak pernah diberi, dan baru 
dibayar ketika saya mau pulang," ucapnya menambahkan. (ANT-165/K004)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke