Kamis, 05 Nov 2009

Subhanallah, Miliader Amerika Masuk Islam

"Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat 
petunjuk . . . " (QS. Al-A'raf: 178)

Gambaran ayat di atas terlihat pada diri seorang miliader asal negeri kafir 
Amerika. Mark Shaffer namanya. Dia mendeklarasikan keislamannya pada Sabtu, 17 
Oktober 2009 yang lalu. Saat itu Mark sedang berwisata ke Saudi Arabia untuk 
mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Najran, dan Jeddah selama 10 
hari.

Mark adalah seorang miliader terkenal dan pengacara kawakan di Los Angeles 
Amerika Serikat, khususnya terkait hukum perdata. Kasus besar terakhir yang 
ditanganinya ialah terkait dengan penyanyi pop terkenal Amerika Michel Jackson 
sepekan sebelum ia meninggal.

Menurut pengakuannya, yang mengilhaminya masuk Islam adalah dorongan pribadinya 
yang kuat mengenal Islam. Dan setelah membaca informasi yang benar tentangnya, 
dia yakin bahwa Islam adalah agama yang benar.

Sebenarnya, Mark sudah memiliki sedikit pengetahuan tentang Islam. Dan ketika 
berada di Saudi dan menyaksikan langsung kehidupan kaum Muslimin, khususnya 
ketika mereka shalat berjamaah, dorongan untuk lebih mendalami Islam makin kuat.

Seorang guide wisata yang menemani Mark selama 10 hari di Saudi, Dhawi Ben 
Nashir menjadi saksi perjalanan keislaman Mark Shaffer. Ben Nasher menceritakan 
bahwa Mark mulai bertanya-tanya padanya tentang Islam sejak pertama kali 
menginjakkan kakinya di Saudi.

Sesampainya di Saudi, Mark menginap di kota Riyadh selama dua hari. Selama itu, 
Mark sangat concern pada Islam.

Setalah dari Riyadh, Mark pindah ke Najran, terus ke Abha dan Al-Ula. Di 
sanalah ketertarikannya pada Islam sangat terlihat. Ketika itu, dia sedang 
berwisata ke padang pasir.

Di sana, dia melihat tiga pemuda Saudi yang mendampinginya sedang shalat di 
atas bentangan padang pasir yang amat luas. Sungguh sebuah pemandangan yang 
sangat menakjubkan baginya.

    Dia melihat tiga pemuda Saudi yang mendampinginya sedang shalat di atas 
bentangan padang pasir yang amat luas. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat 
menakjubkan baginya.

Ben Nasher melanjutkan ceritanya, "Setelah dua hari di Al-Ula, kami, pergi ke 
Al-Juf. Sesampai di Al-Juf, Mark minta dicarikan buku-buku tentang Islam. Lalu 
saya berikan beberapa buku tentang Islam. Semua buku tersebut dibaca habis oleh 
Mark. Esok paginya, dia minta saya mengajarkannya shalat. Sayapun 
mengajarkannya shalat dan bagaimana cara berwudhu'. Lalu dia ikut shalat di 
samping saya."

Setelah ikut shalat bersamanya, Mark merasakan jiwanya sangat tentram. Sebuah 
kenikmatan yang tidak bisa dibayangkannya.

Kamis sorenya, Mark dan guidenya meninggalkan Al-Ula menuju kota Jeddah. Selama 
di perjalanan dia terlihat serius sekali membaca buku-buku tentang Islam. Dan 
pada Jum'at paginya, mereka mengunjungi kota tua Jeddah.

    Setelah ikut shalat bersamanya, Mark merasakan jiwanya sangat tentram. 
Sebuah kenikmatan yang tidak bisa dibayangkannya.

Sebelum waktu shalat Jumat tiba, mereka kembali ke hotel. Ben Nasher minta izin 
untuk shalat Jumat. Saat itu Mark ingin ikut bersamanya untuk shalat Jumat agar 
bisa menyaksikannya seperti apa shalat Jumat itu. "Welcome…," jawab Ben Naher 
dengan semangat.

"Kamipun pergi ke sebuah masjid yang tidak jauh dari hotel tempat kami menginap 
di Jeddah. Karena agak terlambat, saya dan sebagian jamaah shalat di luar 
masjid karena jamaahnya yang mebludak. Terlihat Mark mengamati jamaah apalagi 
setelah selesai shalat Jumat, mereka saling bersalam-salaman dengan wajah yang 
cerah dan gembira. Mark semakin kagum dengan pemandangan tersebut," tutur Ben 
Nasher.

Setelah pulang ke hotel, tiba-tiba Mark menyampaikan kepada Ben Nasher tentang 
keinginannya untuk masuk Islam. Ben Nasher pun menyambutnya dengan gembira, 
"Silahakan Anda mandi terlebih dulu," sarannya.

Setelah mandi, Ben Nasher membimbing Mark mengucapkan dua kalimat syahadat lalu 
shalat sunnah dua rakaat. Setelah itu, Mark mengungkapkan keinginannya untuk 
mengunjungi Masjid Haram di Makkah dan shalat di sana sebelum dia meninggalkan 
Saudi Arabia.

Agar dapat memasuki kota Makkah dan Masjidil Haram, Mark ditemani Ben Nasher 
pergi ke kantor Dakwah dan Irsyad di kawasan Al-Hamro' Jeddah untuk mengambil 
bukti formal keislamannya. Lalu Mark diberi sertifikat sementara masuk Islam. 
Karena beberapa anggota kru yang mengikuti kunjungan Mark ke Saudi Arabia sudah 
harus kembali ke Amerika sore Sabtunya. Al-Hamdullah, Ustadz Muhammad 
Turkistani bersedia mengantarkan Mark ke tanah haram Mekkah pagi itu juga.

Terkait kunjungan Mark ke Masjidil Haram, Ustazd Muhammad Turkistani 
menceritakan, "setelah Mark medapatkan sertifikat Islam sementara kamipun 
langsung berangkat menuju Masjidil Haram yang mulia. Ketika dia menyaksikan 
Masjidil Haram, tampak sekali wajahnya sangat cerah dan memancarkan kegembiraan 
yang luar biasa. Ketika kami masuk ke dalam Masjidil Haram dan menyaksikan 
langsung Ka'bah, kegembiraannya semakin bertambah. Demi Allah saya tidak bisa 
mengungkapkannya dengan lisan akan pemandangan tersebut. Setelah dia tawaf 
mengelilingi Ka'bah yang mulia, kami shalat sunnah dan kemudian keluar dari 
Masjid Haram. Saya lihat Mark sangat berat untuk berpisah dengan Masjid Haram."

Setelah Mark mengumumkan keislamannya, dia sempat mengungkapkan kebahagiaanya 
pada Koran Al-Riyadh sambil berkata, "Saya tidak sanggup mengungkapkan perasaan 
saya saat ini. Sekarang saya baru dilahirkan kembali dan kehidupan saya baru 
dimulai…" Mark menambahkan, "saya sangat bahagia. Kebahagiaan yang saya rasakan 
tidak sanggup saya ungkapkan pada Anda saat saya berkunjung ke Masjidil Haram 
dan Ka'bah yang mulia."

    Mark menambahkan, "saya sangat bahagia. Kebahagiaan yang saya rasakan tidak 
sanggup saya ungkapkan pada Anda saat saya berkunjung ke Masjidil Haram dan 
Ka'bah yang mulia."

Setelah menjadi muslim, Mark bertekat akan lebih serius mendalami Islam dan 
akan kembali lagi ke Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah Haji.

Pagi Ahad 18 Okteber 2009, Mark meninggalkan Bandara King Abdul Aziz Jeddah 
menuju Amerika. Sebelum meninggalkan Jeddah, saat mengisi fomulir imigrasi, 
Mark mencantumkan agamanya adalah ISLAM.

Selamat jalan saudaraku . . . semoga Allah senantiasa menjagamu dan memilihmu 
untuk menjadi duta Islam di Amerika. Semoga Allah menganugerahkan hidayah 
kepada rakyat Amerika melalui tanganmu. Membuka mata hati pemimpin negerimu 
melalui sebab dirimu. . . . (PurWD/era)

Shalom,
Tawangalun.




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke