http://www.dailychilli.com/news/7822-indonesian-maid-found-in-saudi-dumpster

Indonesian maid found in Saudi dumpster was killed by boss 
In another tragic maid abuse case in Saudi Arabia, Indonesian domestic worker, 
Kikim Komalasari, 36, was killed by her boss and her body thrown into a 
dumpster.

Her neck was slashed and she had severe cuts to the rest of her body, reports 
The Jakarta Globe.

"It's shocking to hear this... It's beyond inhumane,' said President Susilo 
Bambang Yudhoyono.

Indonesia has demanded that the Saudi authorities investigate the death of 
Kikim who was allegedly killed by her employers and whose body was thrown into 
a dumpster - the second case of maid abuse involving Saudi employers this week.


Activists demonstrate outside the Saudi Arabia embassy in Jakarta


President Susilo spoke to reporters after attending a Cabinet meeting convened 
to discuss how the government can protect the thousands of Indonesians who head 
to the Middle East in search of work.

Too many, human rights groups say, face slavery-like conditions, sexual abuse 
and even death.

An Indonesian lawmaker, Rieke Diah Pitaloka, expressed anger over the death of 
Kikim.

She and activists from Migrant Care Indonesia held a protest outside the Saudi 
Embassy in Jakarta yesterday.

A banner carried by one of the protesters read, 'Saudi Arabia: Cruelty to 
Humanity'.

Indonesia's Labour Minister Muhaimin Iskandar said an embassy team had been 
dispatched to the Saudi town of Abha to look into allegations that Kikim was 
killed by her employers.

Earlier, another abused Indonesian maid, Sumiati Salan Mustapa has been 
hospitalized in the Saudi city of Medina since Nov 8.

The 23-year-old's employers allegedly burned her, broke her middle finger and 
cut her lips with scissors.

Source: The Jakarta Globe, AP
Published Nov 20 2010



+++++

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=31804

SABTU, 20 November 2010 | 


Lagi, TKW Tewas di Arab Saudi

Jakarta, AE.- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) 
Jumhur Hidayat menyatakan, Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta 
(PPTKIS) wajib 

memfasilitasi tuntutan hukum atas kasus pembunuhan Tenaga Kerja Wanita (TKW) 
oleh majikannya di Arab Saudi. Keputusan ini merupakan kesepakatan BNP2TKI 
dengan pemerintah. Jumhur menyebutkan, TKI yang tewas tersebut bernama Kikim 
Komalasari. Korban tinggal di Kampung Citeuyeum Rt 03/01 Desa Mekar Wangi, 
Kecamatan Ciranjang, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kikim pergi pada Juni 2009 
yang diberangkatkan oleh PT Bantal Perkasa Sejahtera. "Mengenai penyebab 
kematian TKI, saat ini masih sedang dilacak oleh perwakilan PT Bantal Perkasa 
Sejahtera yang ada di Jeddah. 

Perusahaan sendiri pun juga belum dapat memastikan penyebab kematian Kikim 
sebagaimana yang dilansir oleh beberapa media massa baik di Arab Saudi dan 
Indonesia," ungkap Jumhur di Kantor BNP2TKI, Jakarta, Jumat (19/11). 
Berdasarkan pendataan, majikan Kikim bernama Kafil Ali Said Al Gahtani. 

PPTKIS juga akan menyelesaikan dokumen guna penuntutan hukum, memfasilitasi 
pendampingan hukum, memfasilitasi biaya kepulangan jenazah. Sementara asuransi 
akan memberikan santunan senilai Rp 55 juta, memfasilitasi biaya penjemputan 
keluarga untuk satu orang dari Indonesia ke negara penempatan sekitar Rp 15 
juta hingga Rp 20 juta. Masih di tempat yang sama, Ketua Umum Asosiasi Advokat 
Indonesia (AAI) Humphrey R Djemat menambahkan, pihaknya akan membantu dan 
mendampingi hingga selesai atas kasus hukum yang menimpa Sumiati dan Kikim. 
"Kami menggratiskan bantuan ini hingga korban mendapatkan keadilan hukum atas 
penganiayaan yang dialaminya," ungkapnya. 

Di samping itu, Sekretaris Jenderal AAI Johnson Panjaitan menyatakan, jika 
merujuk ke peraturan hukum di Arab Saudi, maka pelaku penganiayaan atas Sumiati 
dapat dikenakan hukuman penjara dan denda. Katanya, bisa saja pelaku dibawa ke 
ranah hukum internasional atas dugaan pelanggaran hak azasi. Sementara untuk 
pelaku pembunuhan Kikim, pelaku dapat dihukum pasung. (cha/jpnn)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke