Refleksi : Membaca berita gembira menyenangkan pembaca. Membaca berita sedih 
membuat orang menjadi sedih. Apakah Al Quran menberitakan berita sedih sehingga 
 pembaca harus menanggis?

http://www.hidayatullah.com/kajian-a-ibrah/gaya-hidup-muslim/14286-menangislah-ketika-menbaca-al-quran

Menangislah, Ketika Membaca al-Quran 
Monday, 22 November 2010 15:54 

Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak bersenandung dengan al-Qur'an, 
demikian kata Nabi


 
Berbeda dengan Kitab Suci lain, al-Quran adalah firman Allah yang tidak 
mengandung kebatilan sedikit pun. Ia memberi petunjuk jalan yang lurus dan 
memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, 
agar selamat di dunia dan di akhirat.


Untuk itu tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang Muslim melebihi 
keutamaan mempelajari al-Quran. Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik kamu adalah 
orang yang mempelajari al Quran dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)


Karena begitu mulianya kedudukan al-Qur'an, maka ketika membaca al-Quran  
seseorang perlu memperhatikan adab-adabnya  agar mendapatkan kesempurnaan 
pahala dalam membaca Nya:


Pertama, ihlas dan menuluskan niat karena Allah semata. Ini merupakan adab yang 
paling penting di mana suatu amal selalu terkait dengan niat. Hal ini 
sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya semua amalan itu tergantung 
niat-niatnya dan setiap orang tergantung pada apa yang diniatkannya." 
(HR.al-Bukhari, kitab Bad'ul Wahyi, Jld.I, hal.9) 


Karena itu, wajib mengihlaskan niat dan memperbaiki tujuan serta menjadikan 
hafalan dan perhatian terhadap al-Qur'an demi-Nya, menggapai surga-Nya dan 
mendapat ridla-Nya. 


Siapa saja yang menghafal al-Qur'an atau membacanya karena riya', maka ia tidak 
akan mendapatkan pahala apa-apa. Nabi SAW bersabda, "Tiga orang yang pertama 
kali menjalani penyidangan pada hari Kiamat nanti.[Rasulullah SAW kemudian 
menyebutkan di antaranya].dan seorang laki-laki yang belajar ilmu lalu 
mengajarkannya, membaca al-Qur'an lalu ia dibawa menghadap, lalu Allah 
mengenalkan kepadanya nikmat-nikmat-Nya, maka ia pun mengetahuinya, lalu Dia 
SWT berkata, 'Untuk apa kamu amalkan itu.?" Ia menjawab, 'Aku belajar ilmu 
untuk-Mu, mengajarkannya dan membaca al-Qur'an.' Lalu Allah berkata, 'Kamu 
telah berbohong akan tetapi hal itu karena ingin dikatakan, 'ia seorang Qari 
(pembaca ayat al-Qur'an).' Dan memang ia dikatakan demikian. Kemudian ia dibawa 
lalu wajahnya ditarik hingga dicampakkan ke dalam api neraka."(HR.Muslim, 
Jld.VI, hal.47) 


Manakala seorang Muslim menghafal dan membaca al-Qur'an semata karena 
mengharapkan keridlaan Allah, maka ia akan merasakan kebahagian yang tidak 
dapat ditandingi oleh kebahagiaan apa pun di dunia. 


Kedua, menghadirkan hati (konsentrasi penuh) ketika membaca dan berupaya 
menghalau bisikan-bisikan syetan dan kata hati, tidak sibuk dengan 
memain-mainkan tangan, menoleh ke kanan dan ke kiri dan menyibukkan pandangan 
dengan selain al-Qur'an. 


Ketiga, mentadabburi (merenungi) dan memahami apa yang dibaca, merasakan bahwa 
setiap pesan di dalam al-Qur'an itu ditujukan kepadanya dan merenungi 
makna-makna Asma Allah dan sifat-Nya. 


Keempat, tersentuh dengan bacaan. Imam as-Suyuthi RAH berkata, "Dianjurkan 
menangis ketika membaca al-Qur'an dan berupaya untuk menangis bagi yang tidak 
mampu (melakukan yang pertama-red.,), merasa sedih dan khusyu'." (al-Itqan, 
Jld.I, hal.302) 


Kelima, bersuci. Maksudnya dari hadats besar, yaitu jinabah dan haidh atau 
nifas bagi wanita. 


Al-Qur'an merupakan zikir paling utama. Ia adalah kalam Rabb Ta'ala. Karena 
itu, di antara adab membacanya, si pembaca harus suci dari hadats besar dan 
kecil. Ia dianjurkan untuk berwudhu sebelum membaca. Hal ini berdasarkan hadits 
yang diriwayatkan dari 'Abdullah bin 'Umar RA, ia berkata, Rasulullah SAW 
bersabda, "Tidaklah menyentuh al-Qur'an kecuali orang yang suci." (Shahih 
al-Jaami', no.7657) 


Perlu diketahui, bahwa seseorang boleh membaca al-Qur'an asalkan tidak sedang 
berhadats besar, demikian pula disunnahkan baginya untuk mencuci mulut 
(menggosok gigi-red.,) dengan siwak sebab ia membersihkan mulut sedangkan mulut 
merupakan 'jalan' al-Qur'an. 


Keenam, sebaiknya, ketika membaca al-Qur'an, menghadap Qiblat sebab ia 
merupakan arah yang paling mulia, apalagi sedang berada di masjid atau di 
rumah. Tetapi bila tidak memungkinkan, baik karena ia berada di kios, mobil 
atau sedang bekerja, maka tidak apa membaca al-Qur'an sakali pun tidak 
menghadap Qiblat. 


Ketujuh, disunnahkan bagi seseorang untuk ber-ta'awwudz (berlindung) kepada 
Allah dari syaithan yang terkutuk. Allah Ta'ala berfirman, "Maka apabila kamu 
membaca al-Qur'an, berlindunglah kepada Allah dari syaithan yang terkutuk." 
(an-Nahl:98) 

kedelapan, memperindah suaranya ketika membaca al-Qur'an sedapat mungkin.


Rasulullah SAW bersabda, "Hiasilah al-Qur'an dengan suara-suara kamu sebab 
suara yang bagus membuatnya bertambah bagus." (dinilai shahih oleh al-Albani, 
Shahih al-Jaami', no.358)

"Disunnahkan memperbagus dan menghiasi suara dengan al-Qur'an. Terdapat banyak 
hadits yang shahih mengenai hal itu. Jika seseorang suaranya tidak bagus, maka 
ia boleh memperbagus semampunya asalkan jangan keluar hingga seperti karet 
(dilakukan secara tidak semestinya dan menyalahi kaidah tajwid-red.,)." 
(al-Itqaan, Jld.I, hal.302) 


Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak 
bersenandung dengan al-Qur'an (melantunkannya dengan bagus)." (Shahih 
al-Bukhari, Jld.XIII, hal.501, bab at-Tauhid, no.7527) 

Hendaknya pembaca al-Qur'an membaca sesuai dengan karakternya, tidak 
menyusah-nyusahkan diri (dibuat-buat) dengan cara menaklid salah seorang Qari' 
atau dengan intonasi-intonasi tertentu sebab hal itu dapat menyibukkan dirinya 
dari mentadabburi dan memahaminya serta menjadikan seluruh keinginannya hanya 
pada mengikuti orang lain (taqlid) saja. 


Kesembilan, membaca dengan menggunakan mushaf. Hal ini dikatakan oleh 
as-Suyuthi, "Membaca dengan menggunakan mushaf lebih baik dari pada membaca 
dari hafalan sebab melihatnya merupakan suatu ibadah yang dituntut." 
(al-Itqaan, Jld.I, hal.304) 


Hanya saja, Imam an-Nawawi dalam hal ini melihat dari aspek kekhusyu'an; bila 
membaca dengan menggunakan mushaf dapat menambah kekhusyu'an si pembaca, maka 
itu lebih baik. Demikian pula, bila bagi seseorang yang tingkat kekhusyu'an dan 
tadabburnya sama dalam kondisi membaca dan menghafal; ia boleh memilih membaca 
dari hafalan bila hal itu menambah kekhusyu'annya. 

Di antara hal yang perlu diperhatikan di sini, hendaknya seorang pembaca, 
khususnya bagi siapa saja yang ingin menghafal, untuk memilih satu jenis 
cetakan saja sehingga hafalannya lebih kuat dan mantap. 


Demikian pula, hendaknya ia menghormati mushaf dan tidak meletakkannya di 
tanah/lantai, tidak pula dengan cara melempar kepada pemiliknya bila ingin 
memberinya. Tidak boleh menyentuhnya kecuali ia seorang yang suci. 


Sepuluh, membaca di tempat yang layak (kondusif) seperti di masjid sebab ia 
merupakan tempat paling afdhal di muka bumi, atau di satu tempat di rumah yang 
jauh dari penghalang, kesibukan dan suara-suara yang dapat mengganggu untuk 
melakukan tadabbur dan memahaminya. Karena itu, ia tidak seharusnya membacakan 
al-Qur'an di komunitas yang tidak menghormati al-Qur'an.


Demikianlah adab-adab membaca firmal Allah, yang tiada duanya, dibanding dengan 
kitab-kitab suci agama lain. [SUMBER: Silsilah Manaahij Dauraat al-'Uluum 
asy-Syar'iyyah -fi'ah an-Naasyi'ah- al-Hadits karya Dr Ibrahim bin Sulaiman 
al-Huwaimil, hal.21-25/hidayatullah.com]
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke