Refleksi : Apakah tidak ditemukan  "growth hormone" supaya ayam gemuk besar dan 
juga "antibiotik" yang berlebihan? 

Mungkin saja maksud peternak atau penjual dengan ditaruh formalin agar ayam 
tidak cepat busuk dan manusia pun awet segar bugar. Hehehehe

http://megapolitan.kompas.com/read/2010/11/27/11311590/Petugas.Temukan.20.Kg.Usus.Berformalin

Jakarta Selatan

Petugas Temukan 20 Kg Usus Berformalin
Sabtu, 27 November 2010 | 11:31 WIB


Kompas.com
Ilustrasi 
JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan 
menemukan satu ember atau sebanyak 20 kilogram usus berformalin di tempat 
pemotongan ayam kelompok Arela (Arek Lamongan) di Jalan Masud RT 01 RW 01 
Cipulir, Kebayoran Lama, Sabtu (27/11/2010) dini hari. Selanjutnya usus 
berformalin tersebut disita untuk dijadikan barang bukti.

Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, Chaidir Taufik, 
mengatakan, sidak yang dilakukan memang difokuskan pada peredaran usus 
berformalin. Karena berdasarkan informasi yang diperoleh Sudin Peternakan dan 
Perikanan banyak usus masuk ke Jakarta Selatan yang berasal dari daerah 
Tanggerang.

"Kami bisa kenali dengan baunya yang sangat menyengat. Kemungkinan usus ini 
kadar formalinnya sangat tinggi," kata Chaidir di sela razia dini hari tadi.

Dia mengatakan, hampir semua usus yang dipasarkan menggunakan formalin karena 
usus tidak tahan lama, mengandung banyak air, dan merupakan sumber bakteri. 
Usus sendiri tidak disarankan untuk dikonsumsi. Jika dikonsumsi pun hanya untuk 
hewan.

Pihak Suku Dinas Peternakan kemudian melakukan penyitaan terhadap barang bukti 
berupa 20 kilogram usus ayam berformalin dari lokasi pemotongan milik Sutarjo 
tersebut. Nantinya barang bukti akan dimusnahkan.

"Kami akan lakukan pemanggilan pada Senin besok sebelum pelaku diserahkan pada 
pihak berwajib," tambahnya.

Menurut Chaidir, Sutarjo sebagai pengguna formalin dalam produk olahannya dapat 
dijerat Undang-Undang Nomor 7 tahun 1996 Tentang Perlindungan Pangan dengan 
ancaman hukuman berupa denda Rp 500 juta dan atau penjara enam bulan.

Ketua Kelompok Pemotongan Ayam Arela, Mat Lai menyatakan tidak mengetahui salah 
satu anggotanya menggunakan formalin sebagai pengawet. "Selama ini belum pernah 
kami temukan karena kami juga melakukan penyuluhan untuk mencegah pemakaian 
formalin," ujarnya.

Sementara Sutarjo, sang pemilik usus berformalin, tidak bisa dimintai 
keterangan. Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan juga melakukan sidak 
ke Pasar Cipete. Petugas menemukan satu jeriken atau lima liter cairan formalin 
berkadar 10 persen dari pemilik pemotong ayam bernama Alung, yang juga ikut 
disita.

TERKAIT:
  a.. Polisi Bongkar Bisnis Usus Ayam Formalin
  b.. Hati-hati, Tahu Formalin Masih Beredar
  c.. Balai POM Temukan Jajanan Berformalin
  d.. Hati-hati Ada Makanan Takjil Berformalin


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke