Refleksi: Kalau kader korup tidak dibela, apakah berarti pembelaan hanya 
dilakukan terhadap anggota dan petinggi Partai Demokrat serta keluarga mereka?

http://cetak.kompas.com/read/2010/11/28/02342620/kader.korup.tak.dibela.


Kader Korup Tak Dibela 
Minggu, 28 November 2010 | 02:34 WIB

Jakarta, Kompas - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono 
menegaskan tidak akan membela kadernya yang melanggar hukum, termasuk yang 
terlibat korupsi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat 
di Jakarta, Sabtu (27/11).

"Pandai-pandailah menjaga diri, jangan tergoda kegiatan yang menyimpang secara 
hukum, misalnya korupsi. Kita ingin semua selamat, kita ingin kader Partai 
Demokrat memberi contoh, jaga semuanya. Kalau ada yang terlibat melanggar hukum 
atau korupsi, saya tidak bisa dan tidak boleh membelanya," kata Yudhoyono.

"Saya hanya akan membela manakala ada pejabat pemerintah atau kader Partai 
Demokrat yang tidak salah tetapi disalah-salahkan atau difitnah. Ada yang 
difitnah dan dikriminalkan karena kebijakan, saya akan bela. Tetapi, kalau 
kasusnya korupsi yang dilakukan sendiri, tidak ada kaitannya dengan pemerintah, 
tidak ada kaitannya dengan policy Presiden, tentu tidak adil dan akan salah 
kalau saya harus membela," imbuhnya.

Jangan fitnah

Yudhoyono juga mengajak anggota Fraksi Partai Demokrat selalu siap menghadapi 
dinamika, tantangan, dan pasang surut politik yang terus berkembang. Selain 
itu, Fraksi Partai Demokrat juga harus turut membangun interaksi elemen 
politik, baik itu interaksi legislatif dan eksekutif maupun interaksi di 
parlemen sendiri, ke arah interaksi yang makin berkualitas dan substantif.

"Saya sungguh-sungguh berharap supaya (kader Partai Demokrat) tetap menjalankan 
politik yang cerdas, jangan asal bunyi, rendah logika, dan fitnah," katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengemukakan persoalan fundamental bangsa dengan 
memberikan contoh atas apa yang terjadi di tiga negara sahabat di Asia, yakni 
Jepang, Korea Selatan, dan China. Ketiga negara itu berhasil membangun kemajuan 
nasional sehingga menjadi negara industri yang terus tumbuh dan berpotensi 
menjadi raksasa ekonomi baru di dunia.

Menurut dia, ada tiga hal utama yang dimiliki tiga negara itu sehingga tumbuh 
demikian pesat. Pertama, kerja keras dan disiplin bangsa. Kedua, pendidikan 
yang maju, penguasaan ilmu pengetahuan-teknologi, serta pengembangan daya 
inovasi. Ketiga, sistem pemerintahan yang baik.

Ketua Fraksi Partai Demokrat M Jafar Hafsah menyatakan, raker Fraksi Partai 
Demokrat merupakan ajang refleksi setahun Partai Demokrat, wadah untuk 
merumuskan agenda setahun ke depan, serta konsolidasi partai. Raker yang 
dihadiri 148 anggota Fraksi Demokrat (sekitar 26 persen dari total kursi DPR) 
tersebut akan menghasilkan laporan tahunan sebagai pertanggungjawaban publik, 
rumusan grand strategi ke depan, rumusan manajemen dan tupoksi fraksi, serta 
program kerja fraksi tahun 2011.

Hadir dalam raker itu antara lain Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat 
Marzuki Alie dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.(why)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke