sesudah bumi berguncang air bah menerjang dan seisi kampung lintang-pukang alam pun kembali membentang
hening.. bening.. geming.. Begitulah tabiat alam yang kita kenal selama ini. Kekacauan, kehancuran, bahkan kematian, bukan akhir segalanya. Sebaliknya, ia adalah awal bagi kelahiran baru. Kehidupan baru, keadaan baru, yang muncul setelah keheningan menyelimuti porak-poranda bumi. Ya, alam memiliki irama. Keadaan alam bisa berubah-ubah. Tetapi keberadaan alam itu sendiri justru terjaga oleh perubahan yang berirama sepanjang waktu. Siang dan malam, kelahiran dan kematian, terus bergiliran memperbarui kehidupan. Hanya sang waktu yang terus berjalan dalam irama tetap. Entah, akan berhenti di mana nantinya dan sejak kapan sebetulnya sang waktu mulai berjalan. Dan, diam-diam, sekarang saya jadi kagum sama Pak Beye itu. Tampaknya dia berhasil menjiplak mentah-mentah irama alam yang terus melakukan pembauran dan menghasilkan pembaruan. Lihat saja, setiap bencana dan musibah yang terjadi di era pemerintahannya selalu dia campur-baur dengan urusan lain-lain dan ditangani sebagai sesuatu yang baru, seolah tak pernah terjadi sebelumnya. Seolah bencana dan musibah adalah sesuatu yang di luar kelaziman. Bukan bagian dari irama kehidupan yang alamiah dan tak seharusnya terjadi. Itu sebabnya setiap bencana dan musibah selalu dihadapi dengan panik hingga tergagap-gagap. Mengulang irama bloon yang sama. Padahal, sejak dia menjabat presiden, negeri ini tak putus dihantam bencana dan musibah. Di darat, di laut, maupun di udara. Harusnya sudah kenyang asam-garam penanganan bencana. Dengan masih bloonnya pemerintahan SBY dari pelajaran beruntun ini, tak heran jika banyak orang bilang era SBY inilah yang merupakan malapetaka bagi rakyat Indonesia. Pemerintahan yang tidak bisa belajar dari pengalamannya sendiri. Tambah seru lagi jika desas-desus orang betul terjadi. Pelajaran tentang irama alam ini konon mengilhaminya untuk ngarang lagu tentang bencana. Kita doakan saja semoga sassus itu betul. Setidaknya, itu menunjukkan bahwa SBY kepingin juga punya citra sebagai presiden yang peduli bencana, kendati lewat lagu karangan. Tapi, kalau mendengar lagu-lagu karangan SBY, kita wajib ragu dia mampu bikin "lagu bencana" yang indah. Lagu yang menggambarkan tabiat alam sesungguhnya. Yang memancarkan optimisme bahwa bencana itu ibarat `garis bar dengan dua titik' pada notasi lagu, yang menandakan seluruh irama harus dimainkan ulang. Bahwa apa yang manusia sebut "bencana" sesungguhnya adalah bagian terpenting dari keberlangsungan alam. Seperti misalnya lagu bencana yang memuja seru sekalian alam ini: http://www.youtube.com/watch?v=845rYcT5y-Y "they joined the choir in the hymn of life" ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
