http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=21552
Sabtu, 4 Desember 2010
NASIONAL
Bocoran WikiLeaks Sejak Era Soeharto Hingga SBY
JAKARTA (LampostOnline): Situs Whistleblower WikiLeaks sudah membocorkan
sekitar 3.059 dokumen yang berkaitan dengan Kedubes AS di Jakarta. Kawat
diplomatik yang dipublikasikan tercatat sejak era Presiden Soeharto hingga
Presiden SBY.
Seperti dilansir WikiLeaks, Sabtu (4-12), data yang muncul sejak 19
November 1990 hingga 27 Februari 2010. Tema yang dibahas menggunakan kode
khusus seperti PTER, PREL, PGOV, PHUM, KTIP, KCRM, KWMN, SNIG, KFRD, ASEC,
PREF, ELAB, dan KMCA. Belum semua kode-kode ini bisa diterjemahkan. Namun
beberapa sudah bisa diketahui artinya.
PTER adalah kode untuk isu terorisme, PREL kode untuk hubungan diplomatik
dengan luar negeri, sementara PGOC menyangkut permasalahan dalam negeri. PHUM
adalah untuk tema Hak Asasi Manusia. Artinya akan ada kasus-kasus pelanggaran
HAM yang akan dibongkar WikiLeaks. Ada juga ELAB yang terkait dengan isu-isu
buruh dan tenaga kerja.
Sedangkan PREF adalah soal pengungsi. Yang tentunya akan menarik adalah
dokumen Kedubes AS di Jakarta bertema ASEC. Ini adalah isu pertahanan.
Isu terorisme menjadi perhatian AS sejak zaman Presiden Soeharto. Hal ini
terlihat dari kode PTER yang muncul dalam dokumen sejak tahun 1990 sampai akhir
1998.
Sementara pada saat Pemilu tahun 2004 dan tahun 2009 kode PGOV atau
pemerintahan yang lebih banyak muncul. Tanggal terakhir yang dimunculkan oleh
WikiLeaks tentang Kedubes AS di Jakarta adalah 27 Februari 2010.
Isu-isu pertahanan juga muncul cukup dominan, terutama pada era SBY di
tahun 2009-2010. Data tersebut memang belum dipublikasikan secara rinci.
WikiLeaks mengeluarkan isi dokumen sedikit demi sedikit secara bertahap.
Satu hal yang sudah terungkap dalam data yang diperoleh Jumat (3-12),
adalah, Menlu AS Hillary Clinton meminta perwakilan AS untuk memata-matai di
Kantor PBB, New York, AS.
Dokumen itu tertanggal Jumat, 31 Juli 2009 dengan kode referensi STATE
048489.
Salah satu perintah Hillary adalah meminta data biografi dan biometrik
pada diplomat berbagai negara yang berada di PBB. Hal ini mulai dari Dewan
Keamanan sampai wakil tetap untuk PBB.
"Informasi biografi dan biometrik dari anggota tetap G-77 khususnya
China, Mesir, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afrika Selatan, Sudan,
Uganda, Senegal dan Syria," demikian kawat diplomatik dari Hillary.DTC/L-1
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/