Refleksi : Ada apa menyebabkan Kalla mengulangi pernyataan toleransi seperti 
tertera di bawah in?

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/06/22373926/Pentingnya.Harmonisasi.Mayoritas.dan.Minoritas


Pentingnya Harmonisasi Mayoritas dan Minoritas
Senin, 6 Desember 2010 | 22:37 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia adalah negara yang punya kelebihan tersendiri. 
Tidak banyak negara yang punya banyak perbedaan suku, bahasa, warna kulit 
sampai rambut. "Tapi, kita tetap satu bangsa, meski ada konflik di mana-mana," 
kata mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Senin ( 6/12/2010 ) saat memberikan 
kata sambutan dalam peluncuran buku "Dialog Peradaban untuk Toleransi dan 
Perdamaian" di Pusat Kebudayaan Sako Gakkai,Jakarta Pusat.

Kalla menilai semua pihak perlu menghargai pluralisme Gus Dur karena itu 
merupakan gagasan sangat baik. "Pemikiran Gus Dur (soal pluralisme) itu baik 
dan penting. Tapi, tak cukup untuk melakukan perdamaian," ujarnya. 

Dia mencontohkan konflik yang terjadi di Poso, Ambon dan Sampit yang terjadi di 
saat Gus Dur berkuasa. Itu memperlihatkan bahwa rakyat butuh waktu lama untuk 
melaksanakan gagasan Gus Dur.

Kalla memunculkan pemikiran tambahan di samping toleransi, perdamaian dan anti 
kekerasan. "Gagasan harmonisasi yang berintikan pada bagaimana ciptakan 
keadilan. Bagi saya, itu yang penting," pungkas pria Bugis itu.

Kalla mengaku dirinya sering mendapat beberapa pertanyaan dari kalangan 
minoritas. Ia pun meminta kaum minoritas dan kaum mayoritas untuk menjaga 
harmonisasi. Sebab, ia sering melihat kelompok minoritas tampil benar-benar 
minoritas dan sering juga memperlihatkan sikap mayoritasnya.

"Kadang minoritas tampil sebagai minoritas, tapi kadang pula sebagai mayoritas. 
Jangan hanya masalah KTP, kita mengeluh," kata dia.

Untuk mencapai toleransi, lanjut Kalla, yang mampu harus membantu yang tidak 
mampu. "Toleransi itu saling menghargai satu sama lain. Mayoritas menghargai 
minoritas, dan sebaliknya," tegas mantan pendamping Presiden SBY ini.

Masyarakat juga diperbolehkan untuk sering susah, asalkan bersama-sama. Kalla 
mencontohkan banjir di Manggarai, sedangkan di Menteng tidak tergenang. "Warga 
Manggarai itu mengeluh dan mendesak pintu air dibuka. Benar saja ketika petugas 
membukanya dibuka, kawasan elit Menteng pun kena banjir. Itulah namanya 
solidaritas," ungkap Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu yang disambut tepuk 
tangan hadirin.

Akhirnya, tegas Kalla, yang tidak mampu akan berusaha dan bekerja untuk jadi 
mampu.

++++

http://nasional.kompas.com/read/2010/12/06/18491156/Kalla:.Semua.Agama.Punya.Pesan.Damai



Kalla: Semua Agama Punya Pesan Damai
Senin, 6 Desember 2010 | 18:49 WIB

KOMPAS/DAHONO FITRIANTO
JUSUF KALLA 
JAKARTA, KOMPAS.com - Pada dasarnya kehidupan manusia itu dipenuhi cinta damai. 
Semua agama mengajarkan kedamaian tanpa kekerasan di dalamnya.

"Jangan bertindak kekerasan pada kaum yang lain. Mari utamakan dialog. 
-- Jusuf Kalla "
"Untuk itulah, kita semua perlu menghayati buku yang penuh gagasan pemikiran 
penting ini demi kehidupan manusia yang toleran dan antikekerasan," ujar mantan 
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat memberi kata sambutan dalam peluncuran buku 
Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian di Jakarta, Senin (6/12/2010).

Kalla menunjukkan kedamaian itu ada di setiap agama dalam bentuk salam yang 
diucapkan pada saat seorang umat bertemu dengan sesamanya. "Setiap muslim 
bertemu dengan muslim lainnya, diucapkan assalamualaikum. Seorang kristiani 
mengucapkan shalom, dan umat-umat lainnya. Semua salam itu bermakna 
keselamatan," terang Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

Menurut Kalla, yang jadi pertanyaan adalah kenapa konflik dan kekerasan itu 
masih ada. Ia memastikan ada penyebab di balik munculnya konflik-konflik itu.

Ketika semua orang mendengungkan gagasan toleransi dan perdamaian, Kalla 
memandang perlunya dicari asal mula konflik itu sendiri. "Semua konflik dimulai 
dari ketidakadilan. Sebab itu, pelaksanaan keadilan yang makmur dan sejahtera 
di tengah masyarakat sangatlah menentukan," ungkapnya.

Kalla berharap masyarakat Indonesia mengedepankan sikap saling menghargai satu 
sama lain disertai upaya dialog untuk mengatasi konflik di suatu daerah. 
"Jangan bertindak kekerasan pada kaum yang lain. Mari utamakan dialog," ujar 
tokoh perdamaian di Poso itu.









[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke