Siapa yang dibodohi untuk sering berteriak?
http://cetak.kompas.com/read/2010/12/06/04014855/arab.dan.israel.berkolaborasi..
DOKUMEN WIKILEAKS
Arab dan Israel Berkolaborasi
Senin, 6 Desember 2010 | 04:01 WIB
Bocoran dokumen rahasia lewat situs Wikileaks terus menguak apa yang dilakukan
para pemimpin Arab. Disebutkan, telah terjalin hubungan diplomatik rahasia
cukup intensif antara negara-negara Arab Teluk dan Israel.
Negara-negara Arab Teluk di permukaan tampak sebagai musuh klasik Israel.
Namun, Arab ternyata melakukan tukar-menukar informasi intelijen dengan Israel,
khususnya menyangkut isu Iran.
Sebuah kawat diplomatik tahun 2009 mengungkapkan soal pertemuan diplomatik
rahasia tingkat tinggi antara Israel dan Arab Saudi, Qatar, Kesultanan Oman,
dan Uni Emirat Arab (UEA).
Para diplomat negara Arab Teluk itu meminta bantuan secara rahasia kepada
Israel untuk menyampaikan surat mereka kepada Amerika Serikat agar Washington
bersikap lebih keras terhadap Iran.
Kawat diplomatik tertanggal 19 Maret 2009 mengungkapkan, Deputi Dirjen
Departemen Luar Negeri Israel Yaacob Hadash menyampaikan kepada salah seorang
diplomat AS bahwa negara Arab Teluk menyadari nilai peran yang bisa dimainkan
Israel karena kekuatan hubungan dengan AS.
Ditambahkan, negara Arab Teluk juga mengakui kemampuan diplomasi maupun militer
Israel untuk menghadapi Iran.
Dokumen rahasia itu menyebutkan, adanya hubungan pribadi yang kuat antara
mantan Menlu Israel yang kini Ketua Partai Kadima Tzipi Livni dan Menlu Uni
Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan.
Bocoran dokumen rahasia itu mengungkapkan pula, Presiden Yaman Ali Abdullah
Saleh menawarkan kepada AS untuk membuka pintu negaranya guna memburu pengikut
Al Qaeda. Presiden Ali Abdullah Saleh mengakui membohongi rakyatnya menyangkut
serangan rudal AS terhadap sasaran Al Qaeda di negaranya pada bulan Desember
2009.
Abdullah Saleh saat itu mengatakan kepada publik Yaman bahwa serangan rudal itu
dilakukan pasukan Yaman, bukan AS. Padahal, adalah AS yang menembakkan rudal
itu.
Disebutkan pula, Mesir mengancam akan berusaha memiliki senjata nuklir jika
Iran memiliki senjata nuklir. Mesir juga memutuskan untuk merancang perekrutan
agen-agen untuk disusupkan ke Iran bila Iran menyusupkan agen-agennya ke Mesir.
China dicurigai
Bocoran dokumen rahasia itu juga mengungkapkan, Pemimpin Libya Moammar Khadafy
membuat kekalutan terkait nuklir selama satu bulan pada tahun 2009. Pasalnya,
dia menunda pengangkutan uranium yang sudah diperkaya ke Rusia. Saat itu
Khadafy menolak memberikan izin bagi pesawat Rusia, yang akan mengangkut bahan
uranium, mendarat di Bandara Tajoura, Libya. Karena itu, uranium tersebut
dibiarkan begitu saja di bandara dan hanya dijagai seorang tentara.
Tindakan Khadafy tersebut merupakan balasan atas keputusan AS yang melarang
pemimpin Libya itu membangun kemah di New York sebagai tempat kediamannya. AS
juga menolak keinginan Khadafy untuk mengunjungi tempat terjadinya serangan 11
September 2001. Ketika itu Khadafy menghadiri acara pertemuan PBB di New York,
AS.
Diungkapkan pula, kaum oposisi di Mauritania merancang aksi pembunuhan terhadap
presiden negara itu, Mohamed Ould Abdel Aziz. Kaum oposisi itu meminta bantuan
AS dan Israel untuk melaksanakan pembunuhan tersebut.
Dalam dokumen rahasia itu juga disebutkan, Presiden Aljazair Abdel Aziz
Bouteflika pada tahun 2007 menyatakan, Perancis sesungguhnya tidak menerima
kemerdekaan Aljazair pada tahun 1962. Karena itu, kata Presiden, Perancis kini
berusaha melakukan balas dendam dengan mendukung Maroko soal isu Sahara Barat.
Bouteflika menandaskan, Perancis tidak bisa memainkan peran konstruktif soal
konflik Sahara Barat dan hanya AS yang bisa membantu mencari solusi atas
konflik tersebut.
Dikatakan pula, Rusia gagal membeli teknologi pesawat tanpa awak dari Israel
dengan nilai transaksi 1 miliar dollar AS. Ini didorong oleh kekhawatiran
Israel soal kemungkinan jatuhnya teknologi pesawat itu ke tangan China.
Terkait China, dokumen di Wikileaks juga menyebutkan bahwa situs Google
diperintahkan oleh otoritas China untuk diserang. Satu isi memo yang dikirimkan
diplomat AS yang bertugas di Beijing ke Washington menyebutkan, perintah itu
datang dari Komite Utama Politbiro, salah satu alat penting Partai Komunis
China. (mth)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/