Jangan percoyo ocehan Genduk,silahkan datang kebenteng peninggalan Londo Benteng Van der Brook yg dipinggir Jl.Malioboro.Nanti anda akan percoyo bahwa Londo itu memang kangkrengane soale meriam2 Benteng tsb diarahkan kekraton Yogya.La yg pro Londo itu namanya patih danuredjo itu memang pengkianat.Nek Sultan pejuang tenan.
Shalom, Tawangalun. --- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote: > > Raja Jogya Sahabat Akrab Dengan Ratu Belanda !!! > > Raja Jogya menyesal dan menangis karena tidak berdaya untuk memberikan > bantuan sewaktu kerajaan Belanda sobatnya dilindas hancur lebur oleh > balatentara Jerman. > > Memang pernah Raja Jogya mendapatkan bantuan Belanda dalam menumpas > pemberontak yang ingin merebut kerajaannya. Kalo Belanda kemudian berhasil > berdiri lagi akibat bantuan Amerika yang menolong kerajaan Belanda, namun > tidak beruntung Raja Jogya yang tadinya beraliansi dengan Ratu Belanda > dipaksa harus beraliansi dengan pejuang2 kemerdekaan RI yang dibantu Jepang. > > Akibatnya, perjalanan nasib raja Jogya berbeda dengan sobatnya ratu Belanda. > Kerajaan Belanda yang sudah hancur lebur itu berhasil berdiri lagi dengan > beraliansi dengan Amerika. Sebaliknya kerajaan Jogya yang berhasil selamat > karena beraliansi dengan pejuang2 bekas pemberontak yang dibantu Jepang ini, > malah akhirnya secara perlahan dan pasti dilindas oleh aliansinya sendiri > yaitu Republik Indonesia yang berdirinya pun dulunya dibantu sang sultan Raja > Jogya. > > Kalo dulunya Raja Jogya menangisi rekannya Ratu Belanda, sekarang ini Ratu > Belanda gantian menangisi Raja Jogya yang dikhianati aliansinya sendiri RI. > > > rifky pradana <rifkyprdn@> wrote: > > Dengan bantuan VOC sengkongkolannya > > itu, pemberontakan Raden Mas Said atau > > Pangeran Samber Nyowo berhasil ditumpas. > > Janganlah prejudice menuduh kerajaan Jogya itu sekongkolan VOC, lebih tepat > kita gunakan istilah "Aliansi". Memang kenyataannya, kerajaan Jogya pernah > menjadi aliansi VOC untuk menumpas pemberontakan yang ingin merebut > kerajaannya. > > Pada hakekatnya, Belanda itu bukan penjajah Indonesia, karena negara > Indonesia sendiri belum lahir dan belum pernah ada. Tidak demikian halnya, > sejak Belanda datang pun kerajaan Jogya ini sudah ada meskipun dulu namanya > kerajaan Mataram. Meskipun kemudian Raja Jogya menjadi aliansi Belanda, > tetap pihak kerajaan Belanda menghormati dan tidak melindas kedaulatan > kerajaan Jogya untuk menjajahnya. > > Masalah raja Jogya pernah beraliansi dengan Belanda, bukanlah suatu > kesalahan, karena memang itu adalah hak raja Jogya untuk menentukan > kebijaksanaan beliau dalam mempertahankan kerajaannya, lalu dimana salahnya > ??? Apalagi kalo mau mengingat bahwa lahirnya Republik Indonesia itupun atas > jasa2 raja Jogya ini yang bersedia beraliansi dengan pejuang2 kemerdekaan RI > belakangannya. Dalam hal inipun raja Jogya tidak merasa menghianati kerajaan > Belanda karena hakekatnya kerajaan Belanda sendiri sudah hancur lebur > dilindas bala tentara Jerman sehingga ratunya kabur mengungsi keluar negeri > Belanda. > > Demikianlah, kita harus hargai kebijaksanaan raja Jogya yang kemudian membina > aliansi baru dengan para pejuang kemerdekaan yang dibina Jepang yang > menghasilkan terciptanya Republik Indonesia. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
