Syariah Islam Bukanlah Islam !!!
Mari kita tanyakan kepada setiap ulama Islam, "apakah agama Islam itu hanya
syahadat atau satu dua saja ayat2 Quran?" Jawabnya "tidak."
Kemudian kita tanyakan, "apakah Islam itu hanya Hadist-nya saja?" Juga jawabnya
"tidak."
Jadi kalo cuma satu dua ayat2 Quran saja bukanlah Islam, meskipun merupakan
cuplikan ayat saja yang ada dalam Islam.
Jadi yang disebut "Islam" adalah ajaran agama yang menyeluruh kesemua ayat2
yang ada dalam Quran dan Hadistnya bukan sepotong2.
Demikianlah paham ini HARUS anda camkan dulu dalam sanubari anda untuk bisa
memahami apakah "Syariah Islam" itu sendiri, barulah kemucain anda cermati
tulisan yang lebih detail dari website dibawah ini:
http://www.cephas-library.com/allnations/allnations_how_did_islamic_sharia_develop.html
If you visit an Islamic bookstore in order to buy all volumes of the Islamic
law, you will see the surprised face of the assistant who will tell you that
all volumes are at the moment out of stock. Ordering an edition in Arabic you
get the answer that they are not available. Continuing to ask you might be
offered numerous books about the Shari'a. Finally the buyer realizes that there
is no Shari'a in Islam at all and never has been!
Syariah Islam yang umum dikenal adalah hukum Islam, ternyata apabila anda
mencari dimanapun diseluruh toko2 buku didunia maupun dinegara Islam, ternyata
tidak pernah ada yang anda cari itu karena setiap cetakan buku yang berjudul
syariah hanyalah berisi cuplikan2 dari ayat2 Quran saja sehingga Syariah Islam
bukan merupakan hukum tersendiri yang melengkapi AlQuran, melainkan cuma
cuplikan2 tertentu saja dari ayat2 Quran yang dipilih oleh masing2 sekte2 dari
agama Islam.
Atas dasar inilah, negara2 ber-Syariah Islam tidak bisa anda perdebatkan dengan
membandingkan isi ayat2 yang ada dalam Quran yang kadang kala anda anggap
bertentangan. Contohlah, dari ayat2 Quran yang anda cuplik itu menyatakan
"melarang perbudakan", dilain pihak dalam Syariah Islam seperti di Arab Saudia
malah melindungi perbudakan karena Syariah Islam yang dijadikan hukumnya
mencuplik ayat lainnya yang membolehkan perbudakan. Akibatnya memperdebatkan
Islam yang anda yakini dengan hukum2nya yang dianut oleh Arab Saudia tidak akan
pernah ketemu selain adu pedang hingga yang kepalanya jatuh duluan dialah yang
salah, dan yang benar yang kepalanya utuh ditubuhnya.
Syariah Islam Iran, hanyalah satu model Islam didunia ini tidak ada yang negara
Islam lain yang menyamakannya. Demikian juga model Syariah di Arab Saudia,
adalah satu model yang tidak ada kesamaannya dengan Islam manapun yang ada
didunia ini. Jadi kalo anda mau menciptakan Syariah Islam di Indonesia, maka
satu2nya jalan adalah singkirkan dulu model2 Islam lainnya, barulah model
Syariah yang anda cita2kan itu cuma satu2nya ada didunia. Islam di Indonesia
memerlukan lebih dari 10 juta jiwa sekedar untuk menyingkirkan satu model Islam
yang beraliran Nasakom. Lalu masih berapa puluh juta jiwa lagi ongkos yang
anda perlukan untuk membangun Islam yang anda cita2kan dalam menyingkirkan jiwa
Islam Ahmadiah, Islam Kejawen, Islam Pancawarna, Islam Liberal, Islam Pancasila
dan Islam2 lainnya??? Tentu masih panjang jalannya, dan masih banyak
membutuhkan tumpahan darah untuk membangun Syariah Islam di Indonesia.
Perlukah hal ini terjadi ??? itu terserah anda karena ongkosnya ini anda
sendiri yang membayarnya nanti. Karena masing2 umat Islam tentunya memiliki
Syariahnya sendiri dari yang dicupliknya dari ayat2 Quran yang dipilihnya dalam
membangun hukum Islam yang ideal bagi yang berhasil memenangkan pertumpahan
darah ini.
Kekuasaan Syariah Islam itu murni otokrasi sama dengan kerajaan2 dizaman dulu
dimana rakyat wajib menjamin kesejahteraan keluarga rajanya sehingga berbagai
pungutan dipaksakan kepada rakyatnya. Namun pada suatu tingkat tertentu karena
berkembangnya keluarga rajanya sangat pesat karena banyaknya isteri2, juga
banyak anak2 cuku yang harus ditanggungnya sehingga tak mungkin lagi cukup
hanya menarik pajak dari rakyatnya saja, maka mulailah expansi kenegara
tetangganya yang muncul kemudian kekuatan imperial seperti imperialisme dizaman
dulu.
Lahirnya negara Amerika yang menghapuskan system raja2 untuk diganti system
Demokratik, maka terbalik bahwa penguasa wajib mensejahterakan rakyatnya
berbeda dengan system kerajaan ataupun syariah. Barulah system ini bisa
mencegah terjadinya imperialisme. Namun tetap tidak menutup kemungkinan
timbulnya tragedi disuatu negara yang memaksanya untuk menyerang negeri
lainnya. Untuk itulah oleh Amerika dibangun system kerja sama saling bantu
antar negara2 diseluruh dunia yang kesemuanya ini berada dibawah naungan United
Nation yang sekarang sudah terbukti banyak berhasil menyelesaikan berbagai
konflik didunia sekarang ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/