Arab Saudia Memperbaiki Syariah Islam !!!
Raja Arab Saudia berpendapat, bahwa Arab Saudia harus maju, harus mempersiapkan
diri untuk masa depannya. Karena masa depan Arab Saudia sudah tidak mungkin
lagi bergantung kepada minyak, oleh karena itu semua pembangunan dalam negeri
harus mampu ditangani rakyat Arab Saudi sendiri bukan bergantung kepada negeri2
lainnya.
Demikianlah satu2nya mengubah kondisi Arab Saudia untuk memajukan negaranya
adalah secara bertahap memperbaiki segala kekurangan2 yang ada sekarang,
memperbaiki system hukum Syariah sebelum maju ketahap selanjutnya.
Diskriminasi hak2 wanita secara bertahap juga akan dihapuskan tetapi tidak bisa
sekali gus karena hal ini sudah berlangsung ribuan tahun ditanah Arab ini.
Raja Arab telah membukan universitas yang masih terbatas hanya untuk keluarga
yang ada ikatannya dengan keluarga kerajaan belum bisa dibuka untuk umum.
Dilingkungan Universitas tidak diharuskan wanita mengenakan Burqa, wanita boleh
berjalan dan bekerja keluar rumah tanpa didampingi laki2 keluarganya atau
suaminya. Wanita boleh kerja bersama dengan laki2 lain diluar rumah seperti
semua stewardes pesawat2 kerajaan tidak ada yang mengenakan Burqa. Tentu
kesemuanya ini masih terbatas hanya pada keluarga kerajaan dan belum bisa
dinikmati semua masyarakat Arab Saudi karena sang raja tidak mau timbulnya
shock dalam masyarakat dan controversi dengan kaum ulamanya.
Untuk mengenal lebih mendalam wawasan raja Arab Saudi sekarang sebaiknya anda
mencermati wawancara langsung dengan sang Raja Arab Saudi melalui video dibawah
ini:
http://www.youtube.com/watch?v=wk_mvSp1xmA&feature=player_embedded#!
http://www.youtube.com/watch?v=sniYf5yd6k8&NR=1
http://www.youtube.com/watch?v=dNpsh4Vjha0&NR=1
http://www.youtube.com/watch?v=075AOoCeV-c&NR=1
http://www.youtube.com/watch?v=D52pmISKE5E&NR=1
http://www.youtube.com/watch?v=MiCnr0UtAu4&NR=1
Mulai tahun 2011, untuk pertama kalinya Arab Saudia mengeluarkan UU yang
membolehkan setiap wanita untuk mengendarai mobil, berhak memiliki KTP sendiri,
padahal sebelumnya dalam Syariah Islam seorang wanita tidak boleh memilik KTP
karena daftar nama mereka hanya dimiliki suaminya sebagai kepala keluarga:
http://www.youtube.com/watch?v=tB8vP3XW_oM&NR=1&feature=fvwp
http://www.youtube.com/watch?v=SviggsyPaN8&NR=1
Arab Saudi bertanggung jawab dalam controlling funding Jihad dalam operasi
alQaeda pada9/11/2010, dan bukti2 juga memperkuat dana pemboman Bali juga
berasal dari Arab Saudia. Kegagalan raja Arab Saudia mengontrol pembiayaan
teror2 ini mendorong Amerika menuntut Saudi Arab dan raja Arab sebanyak satu
trilliun dollar:
http://www.youtube.com/watch?v=E3hGpek48oU&feature=related
Syariah Islam dalam prakteknya tidak persis sama antara satu negara Islam dan
negara Islam lainnya. Di Arab Saudia, potong tangan yang dilakukan terhadap
pencuri berlaku apabila sudah tiga kali mencuri, sedangkan seperti di
Indonesia, hukuman terhadap pencuri bisa bervariasi, kalo ketangkap rakyat bisa
digebukin sampai mati, kalo tertangkap polisi bisa lepas dengan menyogok
sejumlah uang, kalo sampai diadili pengadilan tergantung hakimnya saja, bisa
cuma dipenjara 3 bulan. Demikianlah berbeda caranya Syariah Islam di Nigeria
yang bisa memotong tangan pencuri cukup sekali mencuri, dan itupun tidak
dilakukan ditempat umum melainkan di RS seperti yang dialami orang dibawah ini:
http://www.youtube.com/watch?v=LKIUtBCyt50&feature=related
Masa depan Syariah Islam tetap hanya bayangan, penyiksaan tkw dan tki juga
tidak ada perbaikan melainkan akan lebih ditutupi agar berita2nya jangan
menyebar, demikianlah prospek Syariah Islam disatu sisi didambakan rakyatnya
agar bisa berubah, tapi dilain sisi seperti dinegara RI yang berpancasila
justru mendambakan untuk berubah menjadi negara syariah.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/