WNI di Kolong Kandara Masih Akan Menderita
Selasa, 14 Desember 2010 05:02 WIB    

MI/Adam Dwi/ip

JAKARTA--MICOM: Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di kolong jembatan 
Kandara, Jeddah, Arab Saudi, dipastikan akan tetap hidup menderita untuk jangka 
waktu lama. Pasalnya, upaya pemerintah untuk membantu mereka, termasuk 
memulangkan ke Tanah Air terkendala berbagai masalah.

Kemenakertrans menyatakan kemampuan shelter di KJRI Jeddah hanya bisa menampung 
150 orang saja sementara orang yang berada di bawah jembatan Kandara saja 
mencapai 300-400 orang. Pemulangan para TKI terlantar karena overstay 
(kelebihan masa tinggal) tidak mudah juga diupayakan mengingat mereka harus 
melewati karantina pemerintah Arab Saudi.

"Jumlah WNI di shelter pada 12 titik di 2009 mencapai 17.152 orang, sementara 
tahun ini mencapai 15.766 orang. Kita sering dikeluhkan karena kedutaan sering 
dijadikan shelter dimana menurut UU setempat kedutaan tidak bisa dijadikan 
shelter. Tapi, sementara dikesampingkan karena ada kebutuhan mendasar," kata 
Menlu Marty Natalegawa di Jakarta, Senin (13/12).

Upaya deportasi sudah dilakukan dimana jumlah deportan mencapai 13.660 orang. 
Selain itu, pemerintah juga mengupayakan repatriasi dan berhasil memulangkan 
1.236 orang. Jumlah itu berasal dari Arab Saudi pada 2010 saja.

"Proses repratriasi berjalan sepanjang tahun. Ini terus menerus. Tapi, masih 
juga ada warga negara yang membutuhkan proses lebih lanjut. Persoalannya bukan 
tidak ada paspor karena itu yang paling mudah. Itu bukan masalah. Masalahnya 
memang proses deportasi harus lewat tahapannya. Proses repratriasi juga ada 
permasalahannya yakni surat legalisasi dari pihak pertama. Kita bekerja 
maksimal tapi ada ruang untuk bekerja lebih baik lagi," sambungnya.

Ia tidak bisa menjanjikan pemulangan dalam waktu cepat. Persoalan Kandara 
merupakan persoalan klasik dimana Kemenlu juga tak mempunyai jumlah pasti warga 
negara yang tinggal di bawah jembatan tersebut. Ia berharap ada akselerasi dari 
proses repatriasi sehingga para TKI bisa segera dipulangkan.

"Ini proses, ada yang diproses kembali ke tanah air. Muncul lagi, identitasnya 
berubah. Harus ada akselerasi dari proses repatriasi," tandasnya. (Din/OL-04)




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke