Harian Komentar
13 Desember 2010

Lima rumah tempat ibadah disegel 
Dievakuasi Saat Ibadah, Jemaat Pulang Menangis


Bandung, KOMENTAR
Ibadah yang digelar Jemaat HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di Kelurahan 
Rancaecek, Minggu (12/12) kemarin, terusik. Bahkan 95 anggota jemaat harus 
dievakuasi dari rumah tempat mereka beribadah. Para jemaat yang mayoritas 
ibu-ibu itu dibawa keluar dari rumah dengan pengawalan aparat kepolisian. 
Beberapa jemaat, terutama ibu-ibu tampak tak kuasa menahan tangis. Sambil 
berjalan di bawah pengamanan polisi, mereka terlihat mengucurkan air mata.

Beberapa jemaat memilih pulang ke rumah masing-masing, sementara jemaat lainnya 
tampak berkumpul tidak jauh dari lokasi mereka beribadah. Sementara ratusan 
ormas Islam masih bertahan di lokasi. Sebelumnya, sekitar 100 aktivis Front 
Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Reformasi Islam (Garis) mendatangi dua rumah di 
Jalan Teratai Raya nomor 57 Kelurahan Rancekek Wetan Kecamatan Rancaekek 
Kabupaten Bandung, sejak Minggu (12/12) pagi.

Mereka menuding kedua rumah tersebut selama ini digunakan untuk tempat 
peribadatan jemaat Gereja Perwalian HKBP sehingga harus ditutup karena tidak 
sesuai peruntukan atau liar. Di hadapan para jemaat, massa Ormas Islam tampak 
berorasi menyerukan agar rumah tersebut ditutup.

Aparat kepolisian gabungan dari Polres Bandung dan Polsek Rancaekek tampak 
membuat barikade di depan gerbang dua rumah tersebut. Sementara para jemaat 
berada di belakang barikade aparat kepolisian. Namun polisi akhirnya menuruti 
tuntutan pendemo, dengan mengevakuasi para jemaat. 

Namun begitu, sebagian jemaat tetap menjalankan ibadah di tempat lain, 
pascaevakuasi di Rancaekek tersebut. "Kita mengalah bukan berarti kalah, kita 
juga punya hak yang sama di mata negara, jadi kita tetap akan beribadah, namun 
untuk tempat saya belum bisa pastikan," ujar Lintina sembari menangis usai 
dievakuasi Polisi ke luar rumah yang dikepung warga serta massa dari ormas 
Islam.

Selain jemaat dan para petinggi gereja perwalian HKBP tersebut, sejumlah 
asesoris serta peralatan peribadatan seperti keyboard, lilin serta beberapa 
asesoris lainnya juga dibawa oleh pengurus gereja. Minggu kemarin, lima buah 
rumah yang dijadikan tempat beribadah di kompleks Rancaekek, disegel ormas 
Islam dan Pemerintah Kabupaten Bandung. 
Penyegelan dilakukan dengan cara menempelkan kertas bertuliskan 'Rumah Ini 
Disegel Pemerintah' di tembok masing-masing rumah warga. Tak hanya ormas Islam, 
sejumlah aparat Satpol PP Kabupaten Bandung juga ikut memasang segel tersebut.

Menurut aktivis Gerakan Reformasi Islam, Suryana, dari data yang diterima, di 
Kompleks Bumi Kencana Rancaekek terdapat tujuh rumah yang selama ini dijadikan 
tempat peribadatan liar. "Dari tujuh tersebut, kita baru menyegel lima rumah. 
Dua rumah lagi masih belum disegel," kata Suryana kepada wartawan.(inc/*)


 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke