Bedah buku "G30S 1965, Perang Dingin dan Kehancuran Nasionalisme" di UIN

Komunitas Bambu berkerjasama dengan Lembaga Kajian Sinergi Indonesia dan Badan 
Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 
mengundang Anda untuk hadir dalam acara:

Bedah Buku

G30S 1965, Perang Dingin dan Kehancuran Nasionalisme; Pemikiran Cina Jelata 
Korban Orba

Karya Tan Swie Ling

...

Kegiatan ini akan diadakan pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 22 Desember 2010

Pukul: 09.30-12.00

Tempat: Aula Student Center Fakultas Adab dan Humaniora UIN
Jl. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat, Jakarta Selatan

Pembicara:

1. Tan Swie Ling (penulis buku G30S 1965, Perang Dingin dan Kehancuran 
Nasionalisme)

2. Uswatul Chabibah (Pemimpin Redaksi Komunitas Bambu)

***

Dalam rangka berpartisipasi pada kegiatan mahasiswa yang diadakan oleh BEM 
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah, Komunitas Bambu bersama 
dengan Lembaga Kajian Sinergi Indonesia kembali menggelar acara bedah buku G30S 
1965, Perang Dingin dan Kehancuran Nasionalisme setelah sebelumnya mengadakan 
diskusi serupa tanggal 8 Desember 2010 di Auditorium Perpustakaan Nasional.

Tan Swie Ling adalah satu dari dua saksi yang berani melawan arus dalam 
persidangan terhadap Sudisman, ketua PKI terakhir di Mahmilub tahun 1967. 
Akibat 
dari kesaksiannya tersebut, Tan Swie Ling divonis penjara selama 4747 hari atau 
lebih dari 13 tahun. Ia mengalami siksaan fisik secara brutal dan sadis selama 
di penjara. Kejahatan kemanusiaan tidak lantas berhenti setelah dibebaskan dari 
penjara. Ia bersama eks-tapol lainnya harus mengalami segala macam 
diskriminasi, 
ancaman dan pemerasan yang dialami selama masa Orde Baru.

Buku ini berangkat dari pengalaman hidup Tan Swie Ling, seorang eks tapol G30S, 
tetapi penulis tidak cerita sedikit pun tentang orangtua, tempat kelahiran, 
sekolah, aktivitas-aktivitas politiknya ketika masih muda, dsb. Riwayat 
hidupnya 
“dimulai” pada 1 Oktober 1965, ketika dia dapat berita tentang G30S. Saat dia 
harus mulai sembunyi dan membantu mencari tempat aman untuk Ketua PKI terakhir, 
Sudisman. Lantas akhir tahun 1966, keduanya ditangkap karena dikhianati Ketua 
Komisi Verifikasi PKI dan anggota CC, Sujono Pradigdo yang takut disiksa. 
Selama 
13 tahun, dia dipenjara sambil disiksa secara buas dan sadis. Setelah lepas, 
dia–seperti eks tapol lainnya–harus mengalami segala macam penghinaan, 
diskriminasi, ancaman dan pemerasan. Tetapi dia tak patah hati, otaknya tidak 
ambruk, semangat dan disiplinnya tetap utuh. Dan inilah refleksinya atas G30S, 
awal dari kehancuran nasionalisme Indonesia dan Indonesia itu sendiri.

***

Dapatkan potongan harga buku-buku terbitan Komunitas Bambu sampai dengan 40% 
dan 
Obral Buku dari harga Rp. 8.000 di tempat acara.

Informasi:

Komunitas Bambu

Jl. Pala No. 4B
Beji Timur, Depok 16422
telp: 021-77206987
CP: Tina 0815 6028 439 

 
http://herilatief.wordpress.com/
http://akarrumputliar.wordpress.com/
http://sastrapembebasan.wordpress.com/


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke