http://www.pikiran-rakyat.com/node/130717

Sikap Apatis Masyarakat Terhadap Pemilu Meningkat

Minggu, 26/12/2010 - 20:56 
JAKARTA, (PRLM).- Terus turunnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum 
(Pemilu), dirasa sangat mengkhawatirkan sistem demokrasi. Hal itu menunjukkan 
meningkatnya sikap apatis masyarakat terhadap Pemilu dan partai politik 
(parpol). Oleb karena itu, paket UU Politik yang tengah dibahas di parlemen 
harus mengantisipasi hal ini.

Hal tersebut dikatakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan 
Ishaaq ketika menjadi keynote speech (pembicara kunci) dalam acara Seminar 
Refleksi Akhir Tahun 2010 "Perkembangan Politik, Ekonomi, dan Sosial Bangsa 
dalam Perspektif Platform PKS" yang diselenggarakan bersama oleh Majelis 
Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Fraksi PKS DPR RI, dan Forum Dewan Pakar PKS, di 
Hotel Sahid Jakarta, Minggu (26/12).

Hadir dalam acara ini antara lain Ketua Fraksi PKS DPR , Mustafa Kamal, Ketua 
Badan Kerja Sama Antar parlemen (BKSAP) DPRR dari FPKS Hidayat Nurwahid, 
Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta, dan sejumlah petinggi PKS lainnya. 
Pembicara dari luar adalah pengamat poitik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Indonesia Indria Samego, Suzaina Kadir dan Burhanuddin Muhtadi (menyampaikan 
pandangan politik).

Sedangkan pandangan di bidang ekonomi disampaikan pengamat ekonomi Hendri 
Saparini dan Anggito Abimayu dengan pembahas Sohibul Iman dari PKS. Refleksi 
bidang sosial budaya menampilkan pembicara Fahmi alaydroes, Cecep Effendi dan 
Fachry Ali.

PKS, kata Luthfi, sangat konsern dengan berbagai upaya meningkatkan kepercayaan 
masyarakat terhadap partai politik dan Pemilu. "Karenanya, Paket RUU politik 
yang bertolak belakang dengan semangat meningkatkan jumlah pemilih tidak 
sejalan dengan pemikiran PKS," katanya.

Luthfi mengharapkan parpol yang ada di parlemen melahirkan paket UU Politik 
yang dapat meningkatkan kembali jumlah pemilih dalam Pemilu 2014 mendatang. 
Dalam catatan Lembaga Survei Indonesia (LSI ) tingkat partisipasi masyarakat 
dalam pemilihan umum legislatif (pileg) tahun 1999 adalah 92 persen, pileg 
tahun 2004 tingkat partisipasi masyarakat turun menjadi 84 persen, dan dalam 
pileg 2009 turun lagi menjadi 71 persen.

Dikatakannya, untuk menyelematkan demokrasi harus ada upaya dari segenap 
komponen bangsa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah 
memperbesar tingkat keterwakilan masyarakat dalam pemilu. "Sistem pemilu 
mendatang harus lebih baik, sehingga tingkat keterwakilan masyarakat pemilih 
benar-benar diperhatikan. Suara mereka harus benar-benar dihargai," katanya.

Ia juga mengungkapkan mengenai perkembangan politik selama tahun 2010. Ia 
berpandangan, terdapat kecenderungan monopoli atau dominasi oleh beberapa 
entitas politik tertentu. Seolah-olah, pengelolaan negara ini tidak perlu 
melibatkan komponen bangsa yang lain.

Sikap semacam itu, kata Luthfi, bukan hanya kontraproduktif bagi upaya 
membangun kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara, tetapi juga berarti 
membiarkan adanya potensi bangsa yang idle (diam). Sikap itu tidak memunculkan 
semangat kebersamaan dalam berbangsa dan bernegara. (A-75/das)***


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke