PSSI bukan mengurus atlit bolanya tetapi ngurus PENGURUSNYA mana bisa maju??? 
Yang maju paling-paling dunia percaloan tiket untuk tambahan ongkos 
Pengurusnya. Ya ada baiknya Malaysia mengalahkan dan menyulap tim Garuda 
menjadi tim Perkutut (cuma bisa manggung = bernyanyi merdu) 
hhee...hhee....Malaysia tim Elang Ganas melawan tim Perkutut berbulu 
Garuda...hhhaa..hhaaa.... udah dunia modern jual tiket masih traditional apa 
kata dunia??? Maka tak heran FIFA langsung reject permintaan Indonesia menjadi 
tuan rumah sepak bola akbar dunia thn. 2022 karena FIFA tak mau dipermalukan 
dengan cara penjualan tiket model PSSI, banyak korup, kong kalikong, dan 
percaloan HIDUP PSSI, HIDUP CABOL (CALO BOLA)......



--- Pada Kam, 30/12/10, muskitawati <[email protected]> menulis:

Dari: muskitawati <[email protected]>
Judul: [proletar] Setiap Kesebelasan Wajar Mau Menang !!!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 30 Desember, 2010, 2:40 AM







 



  


    
      
      
      Setiap Kesebelasan Wajar Mau Menang !!!

                                          

Maksudnya yang enggak wajar itu justru yang memaksa dirinya harus menang, harus 
dianggap menang meskipun realitasnya kalah.  Yaaa... ini memang menyangkut 
harga diri, apalagi sudah keluar banyak duit ngebon pemain naturalisasi.



Bagi Rajagopal rasa nasionalisme-nya lebih tinggi kualitasnya kalo tidak ngebon 
pemain naturalisasi.  Dari semua kesebelasan yang ikut bertanding dalam AFF ini 
tidak satupun ada yang ngebon pemain naturalisasi kecuali Indonesia.  
Sebetulnya perbuatan ngebon begini merupakan pelanggaran amateurisme, karena 
dimanapun diseluruh dunia ngebon pemain itu hanya berlaku dalam pertandingan 
professional yang mengatas namakan club bolanya.  Tetapi kalo sudah menyangkut 
nama negara maka semuanya kembali ke pangkalnya dinegara masing2.



UU negara sendiri rela dilanggarnya untuk bisa ngebon pemain asing.  
Naturalisasi yang syaratnya harus tinggal 5 tahun, harus bisa berbahasa 
Indonesia, ternyata bisa diabaikan, masuk sebagai orang asing sudah bisa ikut 
kejuaraan sepak bola Nasional, dan setelah 2 tahun sudah keluar naturalisasinya 
meskipun belum memenuhi syarat belum bisa bahasa Indonesia.  Lebih memalukan 
lagi, masuk Islam menjadi mualaf yang diiklankan disemua media, tapi setiap si 
Gonzales berhasil menciptakan Gol, dia mengucapkan doa terima kasihnya secara 
katolik dengan menyentuh keningnya dengan jari telunjuknya dan tiga titik 
didada dan di kiri kanan bahunya.  Itupun bisa dimaklumi, karena selama masuk 
Islam dia belum belajar caranya bershalat, meskipun resmi sudah muslim dia cuma 
bisa berdoa dengan cara2 katolik.



Bayangin deh kalo saja Malaysia menang lagi di Senayan, entah gimana nasib para 
pemainnya yang menghadapi kemarahan penonton yang brutal.  



Tetapi bukanlah berarti karena menghindari kebrutalan supporter maka Malaysia 
harus mengalah dan kalah !!!  Seperti apa yang sudah direncanakan Rajagopal, 
yang penting sarangkan dulu gol pertama untuk Malaysia, setelah itu boleh 
rileks sampai waktu habis.  Ternyata semuanya berjalan mulus, gol pertama 
berhasil disarangkan Malaysia, dan supporter Indonesia menjadi beringas, 
setelah hampir usai score-nya jadi 1-1 maka kebringasan supporter berkurang 
banyak, dan pada akhirnya score menjadi 2-1 untuk Garuda, maka supporternya 
mulai me-muja muji Malaysia yang katanya bermain cantik.



Begitulah solusi yang cantik dari Rajagopal, memberi kemenangan kepada angan2 
supporter Indonesia meskipun kenyataannya "kalah".  Tim Malaysia berhasil 
pulang dengan menerima perasaan bangsa Indonesia yang berterima kasih karena 
masih memberi harga diri meskipun kalah.



Tapi kemenangan bohong ini dimanfaatkan oleh ketua PSSI yang harusnya mundur, 
dia bilang: "mana ada tim sepak bola menang tapi ketuanya disuruh mundur?"



Tapi biarlah itu urusan para penguasa negara yang mengatur bagian masing2 dalam 
menjarah negara ini secara berjamaah.



Ny. Muslim binti Muskitawati.





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke