KOMPAS.com — Apa bedanya antara menikmati makanan dan seks? Menikmati makanan 
bisa sendiri, kalau seks sendirian kurang nikmat. Persamaannya? Masing-masing 
perlu tiga tahap agar sempurna, yaitu appetizer, main course, dan dessert saat 
makan, atau foreplay, intercourse, dan afterplay saat berhubungan seks.

Entah mengapa, umumnya orang makan tidak merencanakan set menu lengkap. Lebih 
dulu ada camilan asin-gurih-asam yang bisa menggugah selera, lalu menyantap 
makanan utama lengkap gizi, dan mengakhiri dengan makanan penutup manis. 
Mungkin kebiasaan makan to the point, langsung ke menu utama, itu juga 
menggambarkan bagaimana kebanyakan orang berhubungan seks: langsung ke hubungan 
kelamin! Dan, setelah itu tidur pulas.

"Layaknya hidangan full set menu yang terdiri dari tiga tahap, seks yang 
memuaskan dapat tercapai bila mencakup tiga tahap, yaitu foreplay, intercourse, 
dan afterplay," ujar Prof DR Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, Guru Besar dan Ketua 
Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 
Bali.

Mulai dengan foreplay

Foreplay ini ibarat appetizer atau makanan pembuka alias umpan tekak saat makan 
yang sangat penting untuk membangkitkan selera. "Rasa memang utama, tetapi 
penampilan harus!" ujar Rudy Choirudin, pakar memasak, tentang penyajian 
appetizer.

Membersihkan tubuh hingga wangi, lalu tampil dengan pakaian yang memberi kesan 
seksi, itu penting untuk dilakukan. "Jangan lupa melontarkan pujian dan 
mengungkapkan kata-kata mesra kepada pasangan," kata Dra Zoya D Jusung, MPsi.  

Menurut dosen Fakultas Psikologi UI yang mendalami seksologi ini, bila 
komunikasi yang intim dibandingkan dengan keterampilan berhubungan seks hingga 
jungkir balik, ternyata komunikasi intim justru lebih penting secara emosional.

Tentu setelah itu harus dilakukan sentuhan fisik, berupa belaian, ciuman, 
pelukan, dan sebagainya, yang meningkatkan rangsangan bagi diri sendiri ataupun 
pasangan. Menurut Prof Wimpie, "Tanpa foreplay, ereksi penis bisa tidak 
optimal, sedangkan pada wanita lubrikasi tidak terjadi."

Tanpa lubrikasi (vagina basah), hubungan seksual berlangsung menyakitkan, 
seperti layaknya orang diperkosa. Sementara jika penis tidak ereksi optimal, 
sudah pasti wanita akan sangat kecewa.

Saatnya menikmati intercourse

Untuk dapat menikmati hubungan kelamin yang memuaskan, diperlukan ereksi penis 
yang sempurna. "Kegagalan orgasme pada wanita, antara lain, karena kurangnya 
kekerasan penis pria. Penyebab kurangnya kekerasan penis itu antara lain 
penyakit yang menyangkut pembuluh darah, misalnya diabetes melitus," ujar Prof 
Wimpie.

"Kalau untuk menu utama, selain sayuran dan daging, harus ada karbohidratnya 
biar bisa `nendang'," kata Rudy.

Untuk mengetahui apakah ereksinya betul-betul mampu nendang, pria dapat 
melakukan uji penis sendiri dengan menggunakan skor yang dibuat oleh Pfizer 
berikut ini.

Apakah penis membesar tetapi tidak keras, seperti tape? Ataukah penis ereksi 
keras tetapi tidak cukup keras untuk melakukan penetrasi, seperti pisang rebus 
dikupas? Mungkin cukup keras untuk melakukan penetrasi tetapi tidak seluruhnya 
keras, seperti sosis? Harapannya penis seperti timun, keras seluruhnya dan 
tegang sepenuhnya.

Berbagai macam posisi hubungan seks dapat dicoba selama Anda dan pasangan 
sama-sama merasa nyaman dan dapat menikmati. Pria tak harus di atas. Pria dan 
wanita bisa bergantian di atas, di bawah, di depan, di belakang, dan sebagainya.

Akhiri dengan afterplay

Jika ejakulasi telah terjadi, orgasme sama-sama dapat dicapai, jangan buru-buru 
membalikkan tubuh dan mengorok. Saran Dra Zoya, gunakan saat itu untuk 
berbincang dengan pasangan, misalnya, mengungkapkan bagian mana yang tadi 
sangat menyenangkan, saat kapan Anda senang melihat pasangan, dan sebagainya.

Hal ini penting karena kepuasan seksual bukan sekadar orgasme. "Dalam 
psikologi, kalau semata urusannya dengan genital itu pleasure, kalau 
satisfaction itu adalah kepuasan emosional," kata Dra Zoya.

Kalau kata Rudy, "Untuk penutup harus ada rasa yang manis-manis, biar lidah 
terpuaskan dan tak terlupakan." @ Widya Saraswati



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke