Secara Fisik Gonzales Sudah Islami, Psikologis Tetap Catholics
Agama itu boleh jadi persayaratan tetapi tidak bisa dijadikan alat pemaksaan
atau memaksakan. Sebagai persyaratan beragama itu khan cuma apa yang terlihat.
Misalnya pakai baju koko, bawa pedang, pakai burqa, dll... Kesemuanya ini
kita namakan persyaratan fisik, termasuk ijab kabul, mengucapkan Syahadat
ataupun berbasa basi ikutan shalat 5 waktu berjamaah.
> Wal Suparmo <wal.supa...@...> wrote:
> Christian Gonzales menjadi Islam
> hanya karena alasan SEKS yaitu supaya
> bisa menikah dengan istri Indonesia
> yang beragama Islam. Padahal semuanya
> seperti biasa baginya sebagai orang
> beragama Katolik.
Setiap laki2 yang berpikiran maju, pasti akan mematuhi persyaratan yang diminta
isterinya untuk menikah misalnya harus masuk Islam dan menikah dengan cara
Islam.
Jadi masuk agama Islam untuk bisa menikah bukanlah berganti agama karena
kepercayaan, melainkan berganti agama sebagai persyaratan pernikahan saja, dan
nantinya setelah menikah sudah menjadi tanggung jawab suami isteri yang orang
luar tak berhak mencampurinya.
Jadi jangan tersesat memahami bedanya kepercayaan dan persyaratan. Hukum
negara adalah contoh yang baik dari "persyaratan" baik anda percaya atau anda
tidak percaya tetap saja harus memenuhi persyaratan tsb.
Jadi kalo UU atau hukum negara mempersyaratkan setiap pengemudi harus punya
SIM, maka jangan didebat, biar anda ahli balap mobil, ahli montir mobil, ahli
nyetir mobil sekalipun, tapi kalo enggak punya SIM yang menjadi
persyaratannya... Maka semuanya tidak bisa menggantikan kesalahan anda yang
melanggar tidak memiliki SIM
Demikianlah, Christian Gonzalez percaya Tuhannya beragama Katolik, jadi apa
salahnya kalo dia melakukan prosesi secara agama Katolik setiap gol yang dia
hasilkan??? Setiap penonton di TV bisa melihatnya dengan jelas, si Gonzlez
langsung berdoa dengan telunjuknya disentuhkan ke kening sebagai cara2 khas
Katolik, meskipun dalam hal ini dia sendiri beragama Islam. Lahirnya dia
beragama Islam, tapi jiwanya tetap Katolik.
Juga sama sekali tidak berbeda dengan kasus Hajah Irene Handono yang masuk
menjadi Islam tetapi sering berkunjung ke Singapore untuk melanjutkan
pendidikannya sebagai Nun-pendeta Katolik.
Hal inilah yang membuat muslimin kebanyakan jadi geram karena ketidak tahuannya
bahwa kebebasan beragama itu begitulah cara2nya. Karena pemahaman muslimin
selama ini salah atau sesat karena salah dalam dakwah2 para ulamanya. Mereka
selalu menganggap kebebasan beragaa adalah bahwa setiap muslimin bebas untuk
memilih bershalat di mesjid manapun yang diingininya. Sedangkan kebebasan umat
Kristen di negara Syariah adalah kebebasan memilih mesjid dan imamnya dimana
mereka mau masuk menjadi mualaf.
Semoga dengan tulisan saya ini para muslimin menjadi lebih terbuka dan
bertambah luas wawasannya dalam berpikir, karena meningkatkan keimanan itu sama
sekali tidak memperluas wawasan pemikiran bahkan mempersempit pikiran yang
biasanya kita sebut sebagai memenjarakan pikirannya sendiri.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/