> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Berarti wong Catholic itu sukak
> njual Yesusnya demi Gawuk ta.
> Buktinya kipernya Markus itu juga
> mbalik Islam karena demi gawuknya
> Kiki Amelia.

Enggaklah..., saya enggak menyalahkan katoliknya, juga saya enggak menyalahkan 
wong-nya.  Semua orang juga sama seperti si Gonzales atau di Markus.  Semua 
orang Islam di Indonesia juga begitu, di KTP dia ditulis Islam, dalam demo2 
mereka mendukung Syariah Islam, tapi begitu disurun noblos pemilu maka yang 
dipilihnya itu PDIP, PD, atau Golkar.

Biarpun di KTP mengaku Islam, tapi mereka mengutuk Syariah Islam dan menolak 
pemberlakuan Syariah Islam dalam Pancaslia-nya.

Bendera Indonesia itu Merah-Putih enggak ada warna ijo-nya, Bhineka Tunggal Ika 
itu semacam kendaraan bagi Dewa Trimurti Hindu, jadi itulah lambang negara RI 
bukan Buroq.

Begitu ya, saya setuju dengan si Markus, Gonzalez, maupun Hajah Irene Handono, 
agama itu di hati bukan di KTP dan enggak perlu diomongin keluar dari mulut 
tapi keluar dari perbuatan2.

Biarpun dia ngaku Islam, tapi kalo perbuatannya baik, dia bukan Islam.
Biarpun dia ngaku Islam, tapi dukung teror, dialah Islam aseli.

Gampang khan untuk ngetest Islam atau bukan ???  Karena hanya Islam aseli saja 
yang mendukung teror Jihad, sedangkan Islam Pancasila, Islam HAM, atau Islam 
Ahmadiah justru memerangi teror karena mereka bukan Islam aseli.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> >
> > Secara Fisik Gonzales Sudah Islami, Psikologis Tetap Catholics
> >                                      
> > Agama itu boleh jadi persayaratan tetapi tidak bisa dijadikan alat 
> > pemaksaan atau memaksakan.  Sebagai persyaratan beragama itu khan cuma apa 
> > yang terlihat.  Misalnya pakai baju koko, bawa pedang, pakai burqa, dll...  
> > Kesemuanya ini kita namakan persyaratan fisik, termasuk ijab kabul, 
> > mengucapkan Syahadat ataupun berbasa basi ikutan shalat 5 waktu berjamaah.
> > 
> > > Wal Suparmo <wal.suparmo@> wrote:
> > > Christian Gonzales menjadi Islam
> > > hanya karena alasan SEKS yaitu supaya
> > > bisa menikah dengan istri Indonesia
> > > yang beragama Islam. Padahal semuanya
> > > seperti biasa baginya sebagai orang
> > > beragama Katolik.
> > 
> > Setiap laki2 yang berpikiran maju, pasti akan mematuhi persyaratan yang 
> > diminta isterinya untuk menikah misalnya harus masuk Islam dan menikah 
> > dengan cara Islam.
> > 
> > Jadi masuk agama Islam untuk bisa menikah bukanlah berganti agama karena 
> > kepercayaan, melainkan berganti agama sebagai persyaratan pernikahan saja, 
> > dan nantinya setelah menikah sudah menjadi tanggung jawab suami isteri yang 
> > orang luar tak berhak mencampurinya.
> > 
> > Jadi jangan tersesat memahami bedanya kepercayaan dan persyaratan.  Hukum 
> > negara adalah contoh yang baik dari "persyaratan" baik anda percaya atau 
> > anda tidak percaya tetap saja harus memenuhi persyaratan tsb.
> > 
> > Jadi kalo UU atau hukum negara mempersyaratkan setiap pengemudi harus punya 
> > SIM, maka jangan didebat, biar anda ahli balap mobil, ahli montir mobil, 
> > ahli nyetir mobil sekalipun, tapi kalo enggak punya SIM yang menjadi 
> > persyaratannya...  Maka semuanya tidak bisa menggantikan kesalahan anda 
> > yang melanggar tidak memiliki SIM
> > 
> > Demikianlah, Christian Gonzalez percaya Tuhannya beragama Katolik, jadi apa 
> > salahnya kalo dia melakukan prosesi secara agama Katolik setiap gol yang 
> > dia hasilkan???  Setiap penonton di TV bisa melihatnya dengan jelas, si 
> > Gonzlez langsung berdoa dengan telunjuknya disentuhkan ke kening sebagai 
> > cara2 khas Katolik, meskipun dalam hal ini dia sendiri beragama Islam.  
> > Lahirnya dia beragama Islam, tapi jiwanya tetap Katolik.
> > 
> > Juga sama sekali tidak berbeda dengan kasus Hajah Irene Handono yang masuk 
> > menjadi Islam tetapi sering berkunjung ke Singapore untuk melanjutkan 
> > pendidikannya sebagai Nun-pendeta Katolik.
> > 
> > Hal inilah yang membuat muslimin kebanyakan jadi geram karena ketidak 
> > tahuannya bahwa kebebasan beragama itu begitulah cara2nya.  Karena 
> > pemahaman muslimin selama ini salah atau sesat karena salah dalam dakwah2 
> > para ulamanya.  Mereka selalu menganggap kebebasan beragaa adalah bahwa 
> > setiap muslimin bebas untuk memilih bershalat di mesjid manapun yang 
> > diingininya.  Sedangkan kebebasan umat Kristen di negara Syariah adalah 
> > kebebasan memilih mesjid dan imamnya dimana mereka mau masuk menjadi mualaf.
> > 
> > Semoga dengan tulisan saya ini para muslimin menjadi lebih terbuka dan 
> > bertambah luas wawasannya dalam berpikir, karena meningkatkan keimanan itu 
> > sama sekali tidak memperluas wawasan pemikiran bahkan mempersempit pikiran 
> > yang biasanya kita sebut sebagai memenjarakan pikirannya sendiri.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke