http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/12/11825

Jumat, 7 Januari 2011 

Pemerintah Temui Korban Pemerkosaan Menteri Malaysia
Migrant Care Sebut Sumber Data Faktual



      JAKARTA. Pemerintah tidak main-main menyikapi berita dugaan pemerkosaan 
terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) oleh Menteri Komunikasi dan Kebudayaan 
Malaysia Datuk Seri Rais Yatim. Hanya butuh 24 jam bagi Badan Nasional 
Perlindungan dan Penempatan TKI (BNP2TKI) untuk menemukan data mantan pembantu 
rumah tangga Datuk Yatim yang bekerja pada 2007 silam itu.


      Kepala BNP2TKI Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan bahwa TKI yang diduga 
menjadi korban nafsu bejat Yatim itu berinisial Rb (Rubingah) berusia 46 tahun. 
Rb berasal dari Desa Pagelak, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah. 
Wanita yang menjadi pembantu rumah tangga di kediaman Yatim itu pulang ke tanah 
air pada 2007. Kini Rb tinggal bersama suaminya Sk (54) dan kedua anaknya, Mu 
(26) dan Au (21) di Jawa Tengah. "Data sudah kami kantongi dan penyelidikan 
lebih lanjut juga siap digelar untuk membuktikan bahwa ini sekedar isu atau 
fakta," tegas Jumhur di Jakarta" kemarin (6/1).


      Saat ini, Jumhur Hidayat telah menugaskan Kepala Balai Pelayanan 
Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah AB 
Rochman untuk menemui keluarga Rb. Pihaknya akan meminta keterangan dan 
kesaksian otentik dari Rb. Jika benar Rb menjadi korban pemerkosaan pejabat 
tingggi Malaysia itu maka kasus ini akan diusut tuntas dan dibawa ke meja 
hijau. "Kita akan tangani kasus ini jika benar dengan mengedepankan pemulihaan 
hak-hak korban," kata Jumhur.


      Diakui, kasus yang diduga melibatkan Rb terjadi pada 2007. Ketika itu 
Datuk Rais Yatim menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Malaysia. Rb bekerja 
menjadi TKI PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga) di keluarga pasangan Datuk Rais 
dan Datin Masnah. Tapi hingga kini belum ada laporan ke pihak Kepolisian baik 
di Malaysia atau di Indonesia.
      "Kewajiban pemerintah memberikan perlindungan terhadap TKI maupun WNI di 
manapun dia berada. Karena itu, jika korban merasa dirugikan BNP2TKI siap 
memfasilitasi menyelesaikan kasus ini sesuai hukum yang berlaku," katanya. 
BNP2TKI akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) 
Kuala Lumpur dan pihak-pihak terkait, untuk menyelesaikan kasus yang menimpa Rb.


      Yatim adalah politikus senior yang sudah berganti-ganti jabatan di 
beragam kementerian. Ada sejumlah LSM dan media yang menuding Yatim terlibat 
dalam pemerkosaan kepada buruh migran asal Indonesia tersebut. Di antaranya, 
Asian Sentinel, Free Malaysia Today, dan salah satu situs berita politik 
oposisi pemerintah, Harakah Daily. Koran oposisi pemerintah itu mengutip 
bocoran data WikiLeaks.


      Pemberitaan seputar pemerkosaan itu tidak beredar di media mainstream di 
Malaysia. Informasi awalnya mencuat dari WikiLeaks yang mengacu link blog Rocky 
Bru, seorang wartawan Malaysia. Dalam blog itu, informasi soal dugaan 
pemerkosaan terhadap perempuan berinisial Rb tersebut mencantumkan laporan 
investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care. Dalam 
dokumen otentik investigasi itu nama pelaku dan tersangka telah dicoret dengan 
spidol hitam. Namun, belakangan ternyata nama itu berhasil diketahui.


      Datuk Yatim telah membantah isu itu. Kepada sejumlah media di Malaysia 
Yatim yang didukung keluarganya mengaku siap diperiksa secara menyeluruh atas 
kasus yang disebutnya menyesatkan itu. Dia menuding ada kepentingan politis 
dibalik isu tersebut.


      Secara terpisah, Migrant Care sebagai LSM yang merilis laporan 
investigatif itu mengatakan bahwa temuan dugaan pemerkosaan itu adalah hal yang 
faktual. Namun, Migrant Care sengaja tidak merilis temuan itu kepada publik 
atas permintaan korban dan keluarganya. Migrant care mengatakan telah 
memberikan laporan itu kepada pihak yang berwenang namun tidak kepada media 
karena itu isu yang sangat sensitif. Dalam keterangan resminya, Migrant Care" 
siap mempertanggungjawabkan data dan temuan yang telah beredar luas kepada 
media tersebut. Dalam waktu dekat, LSM itu akan memberikan keterangan untuk 
mempertegas fakta dalam berita pemerkosaan oleh pejabat tinggi Malaysia 
tersebut. (zul/
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke