http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/01/193921/3/1/Parpol-Menengah-Rapatkan-Barisan-Hadapi-Parpol-Besar


Parpol Menengah Rapatkan Barisan Hadapi Parpol Besar 


Sabtu, 08 Januari 2011 09:15 WIB      

Penulis : Aryo Bhawono
JAKARTA--MICOM: Konsolidasi partai politik (parpol) merupakan sarana mutlak 
untuk menghadapi hegemoni parpol besar. Meninggikan daya tawar merupakan 
satu-satunya peluang bagi parpol menengah dalam menghadapi hegemoni parpol 
besar. 

"Peluang ini terbuka karena kami memiliki kepentingan yang sama," ujar Wakil 
Ketua Kebijakan Publik DPP PKS Agoes Poernomo di Jakarta, Jumat (7/1). 

Ia mengungkapkan kepentingan yang sama antara lain terkait soal revisi UU 10 
Tahun 2008 tenang Pemilu. Parpol menengah merasa was-was dengan keinginan 
parpol besar untuk meninggikan parliamentary threshold (PT/ambang batas 
parlemen) dan peningkatan jumlah daerah pemilihan (dapil). 

Empat parpol menengah, PKS, PAN, PPP, dan PKB memiliki kepentingan yang sama, 
yakni ingin tetap bertahan di parlemen dalam Pemilu 2014. 

Ia menyatakan, parpol menengah memiliki peluang untuk melakukan konsolidasi. 
Selain kesamaan tekanan politik, parpol menengah memiliki kecenderungan 
ideologi yang sama. Keempat parpol merupakan parpol yang memiliki kedekatan 
agama. 

"Kami memiliki visi, misi, dan kepentingan yang sama. Jadi harusnya tak masalah 
kami melakukan konsolidasi ketika menghadapi hegemoni parpol besar," tuturnya. 
(AO/OL

++++
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/01/193844/3/1/Partai-Menengah-di-Posisi-Sulit


Partai Menengah di Posisi Sulit 


Jumat, 07 Januari 2011 23:21 WIB     
Penulis : Dinny Mutiah

JAKARTA--MICOM: Partai menengah berada di posisi sulit. Daya tawar mereka bisa 
dikatakan tak sebanding dengan partai besar. Meski demikian, keberadaan mereka 
diperlukan untuk menjaga keseimbangan berjalannya pemerintahan serta perwujudan 
kemajemukan. 

"Masalahnya, partai menengah itu berada di Setgab semua. Partai menengah masuk 
dalam koalisi semua. Kalau ingin ada peningkatan daya tawar, PKS, PPP, PAN dan 
PKB keluar dari koalisi. Itu kartu yang bisa dimainkan tapi saya tidak yakim 
mereka gunakan itu," kata peneliti Puskapol Fisip UI Sri Budi Eko Wardani 
kepada Media Indonesia, di Jakarta, Jumat (7/1). 

Eko menyebutkan cara lain untuk meyakinkan pemilih adalah mendorong agar partai 
menengah lebih diminati masyarakat. Tapi, usulan ini tidak mudah karena survei 
beberapa lembaga menunjukkan tren peningkatan sikap apatis terhadap keberadaan 
parpol. Hal ini mempersulit partai untuk meminta dukungan masyarakat soal isu 
pentingnya mempertahankan ambang batas karena isunya yang tak menyentuh 
langsung kepentingan masyarakat. 

"Ini bukan isu rakyat tapi isu elite. Kalau kita mengharapkan masyarakat ikut 
mendorong ini juga berat karena tak berhubungan langsung dengan kepentingan 
rakyat," sahutnya. 

Jika partai menengah kemudian menawarkan alternatif dengan perdebatan di UU 
lain, ia menilai hal itu tak etis. Pasalnya, tindakan itu tak lebih dari 
politik dagang sapi. Yang harus diperjuangkan adalah memberi pemahaman kepada 
partai yang ingin menerapkan PT tinggi bahwa tindakannya tak lebih dari 
menghilangkan kemajemukan. 

"Saya yakin peningkatan PT itu hanya untuk mengurangi kompetisi agar hanya ada 
hegemoni partai tertentu. Ini justru mendatangkan kekhawatiran. Padahal, partai 
tengah dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan. Kita kan ingin representasi yang 
ada itu berkualitas," tukasnya. (Din/OL-3

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke