http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=fa20edd0d318c837707f615853f53754&jenis=d645920e395fedad7bbbed0eca3fe2e0


Hasil Survei SBY Tahun Ini Tren Terburuk 
Sabtu, 8 Januari 2011 | 11:00 WIB
           
     
     


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah enam tahun menjadi presiden  dan 
Boediono telah setahun lebih menjadi wakil presiden. Secara umum kepuasan 
masyarakat akan kinerja duet SBY-Boediono menurun dalam setahun terakhir. Namun 
masyarakat berpendidikan SD masih sangat puas dengan kinerja presiden asal 
Partai Demokrat ini.

Oleh : Masita dan FA Aziz

Di awal tahun 2011, Lembaga Survei Indonesia (LSI) membeber hasil evaluasi 
kinerja pemerintah 2010. Dari hasil survei itu diketahui 63% publik menyatakan 
puas dengan kinerja SBY.  Namun tingkat  kepuasan publik pada Presiden SBY 
cenderung menurun sejak bulan Juli 2009 hingga Oktober 2010.

Sementara untuk kinerja Wakil Presiden Boediono, hanya 52%  responden saja yang 
puas. Tingkat kepuasan publik atas kinerja Boediono terus berfluktuasi sejak 
menjabat posisi sebagai wakil presiden. "Naik-turun di kisaran 49-53 persen," 
kata ," kata Kuskridho Ambardi, Direktur Eksekutif LSI, di Jakarta saat 
membeber hasil survei LSI di Jakarta belum lama ini.

Meski masih mendapat respon bagus publik, Kuskridho mengingatkan tren penurunan 
ini dianggap yang terburuk. "Walaupun total tingkat kepuasan mencapai 63 
persen. Tapi tren tersebut menurun dibanding setahun lalu yang mencapai sekitar 
84 persen pada Juli 2009. Ini bisa dikatakan yang terburuk," katanya.

Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden SBY telah menunjukkan tren menurun 
sejak bulan Juli 2009 hingga Oktober 2010. Survei dilakukan terakhir pada 18-30 
Desesember 2010 dan menggunakan sampel sekitar 1.229 responden melalui 
wawancara tatap muka.

Dari hasil survei  itu pula diketahui kinerja Presiden SBY sepanjang 2010 
diapresiasi baik oleh masyarakat kawasan Indonesia Timur. Setidaknya 79%  
masyarakat di Indonesia Timur menyatakan puas dengan kinerja SBY-Boediono. "Di 
Indonesia Timur kepuasan mencapai 79 persen untuk SBY,  sementara Boediono 72 
persen," kata Kuskridho Ambardi.

Sementara berdasarkan wilayah, kepuasan terhadap kinerja SBY-Boediono paling 
rendah di wilayah Jawa-Bali. "Di Jawa dan Bali tingkat kepuasan hanya 59 
persen, dan itu terendah," katanya.

Dikatakannya, tingkat kepuasan ini memang berbeda dengan kondisi objektif, 
karena ini hanyalah persepsi. Banyak yang mengatakan kawasan Indonesia Timur 
memang masih memiliki 'lubang kemiskinan', tapi mengapa mereka puas dengan 
kinerja SBY?

Menurut Kuskridho, data proporsi kepuasan di kawasan timur melihat indikator 
ekonomi. "Di wilayah tersebut pembangunan memang sedang berkembang, jadi 
masyarakat melihat dengan penjualan harga semen yang tinggi, harga kardus yang 
tinggi membuat persepsi masyarakat bagus, dan kita lihat Demokrat memang menang 
telak di sana," kata Kuskridho.

Berdasarkan survei yang dilakukan LSI, tingkat kepuasan kalangan masyarakat 
berpendidikan SD terhadap kinerja SBY juga tinggi, sebesar 65%. Kemudian 
diikuti SLTP dan SLTA sebesar 60%. Namun kepuasan terhadap kinerja SBY dan 
Boediono pada kalangan terpelajar cenderung lebih rendah. Survei LSI, 
masyarakat yang berpendidikan perguruan tinggi, sebesar 51%  tak puas dengan 
kinerja SBY.

Menurut Kuskridho kecilnya tingkat kepuasan masyarakat terpelajar terhadap SBY, 
dilatari banyaknya informasi yang diperolehnya. "Kalau di tingkat kalangan 
terpelajar informasi-informasi yang masuk melalui media lebih banyak. Sehingga 
mereka bisa lebih kritis terhadap pemerintahan SBY," terangnya.

Yang menarik dalam survei ini adalah menurunnya kepuasan terhadap kinerja SBY 
dan Boediono di kalangan pemilih partai politik Gerindra, PKS, dan PDIP. 
Pemilih partai-partai tersebut tak puas dengan kinerja SBY. 

Batas Normal

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengungkapkan naik turun 
popularitas Presiden SBY berdasarkan jajak pendapat LSI masih dalam batas 
normal . "Kalaupun ada fluktuasi atau perubahan ini tentu saja dalam batasan 
yang normal belum ekstrem," ujar Julian.

Meski demikian Julian mengaku belum bisa mengomentari lebih jauh hasil jajak 
pendapat itu karena belum dipelajari. "Saya sudah mendengar informasi (hasil 
survei) itu. Itu adalah informasi yang baru, jadi terus terang saya belum 
membaca secara lengkap hasil yang di-publish atau diumumkan LSI," ungkap Julian.

Kantor Kepresidenan menyatakan apresiasinya atas survei tingkat popularitas 
Presiden SBY yang dilakukan LSI. Survei yang menempatkan tingkat popularitas 
SBY pada angka 66%  atau turun 19%  dari tahun sebelumnya akan menjadi pelecut 
bagi pemerintah lebih bekerja keras. Demikian dikatakan Staf khusus Presiden 
Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief.

Menurut alumnus Fisipol UGM itu, naik turunnya popularitas presiden merupakan 
hal biasa dan tak perlu disikapi berlebihan. Bila dibandingkan survei LSI 
terakhir pada Januari 2010 yang memperlihatkan popularitas presiden di angka 
70%, berarti saat ini terjadi penurunan sekitar 4%. "Tapi, saya optimistis  
kinerja pemerintah di tahun kedua akan lebih positif sehingga popularitas 
presiden akan meningkat kembali," kata Andi.

Andi Arief menambahkan, pengalaman naik turunnya popularitas presiden telah 
dialami sejak zaman pemerintahan SBY jilid pertama (2004-2009). Penurunan 
popularitas sempat terjadi tatkala pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. 
Namun, popularitas yang sempat anjlok itu dapat diperbaiki. Bahkan meningkat 
jauh lebih tinggi ketika pemerintah berhasil mengimplementasikan 
kebijakan-kebijakan populis seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), BOS (bantuan 
Operasional Sekolah), dan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Meskipun demikian, Andi tak menampik hasil survei merupakan cermin dinamika 
publik yang substansinya harus ditangkap para pengambil kebijakan. Hasil survei 
LSI pada Agustus 2010, kata Andi, menunjukkan harapan yang tinggi dari publik 
agar Kabinet SBY-Boediono dapat langsung tancap gas di tahun pertama 
pemerintahannya. Namun, berbagai persoalan politik seperti reperkusi kasus 
Century telah mengurangi energi Kabinet untuk fokus pada pelaksanaan 
program-program pro-rakyat.

Karena itu, Andi berharap di tahun kedua pemerintahan, anggota-anggota Kabinet 
Indonesia Bersatu (KIB) II dapat memberikan konsentrasi penuh. Yakni dalam 
menyukseskan pelaksanaan program-program kerakyatan, serta lebih peka pada rasa 
keadilan masyarakat. 




Evaluasi Kinerja Pemerintah SBY-Boediono 

( Berdasar Survei LSI)

Tingkat kepuasan publik atas kinerja SBY     : 63% (puas)

Tingkat kepuasan publik atas kinerja Boediono : 52% (puas)

Demografi

-Kinerja Presiden SBY sepanjang 2010 diapresiasi baik oleh masyarakat kawasan 
Indonesia Timur, 79% menyatakan puas.

-Kepuasan paling rendah di wilayah Jawa-Bali, hanya 59% .

Pendidikan

- Tingkat kepuasan kalangan masyarakat berpendidikan SD cukup besar, mencapai 
65%. Selanjutnya kepuasan warga berpendidikan SMP dan SMA sebesar 60% dan 
perguruan tinggi 51%.



Ket: Survei dilakukan terakhir pada 18-30 Desesember 2010,  menggunakan sampel 
sekitar 1.229 responden melalui wawancara tatap muka.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke