Refleksi : Seruannya ini  asal omong saja, karena kalau  punya politik harga  
pangan, paling tidak sudah bisa diperkirakan sebelumnya berapa besar kebutuhan 
dan perseciapannya yang memada guna mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka 
waktu paling kurang 5 tahun ke depan dan dengan begitu kestabilan harga bisa 
dikuasi, jadi bukan tergantung dari permainan penawaran dan permintaan sesuai 
kebutuhan spekulasi pasar. 

http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=82156:presiden-lakukan-langkah-atasi-kenaikan-harga-pangan&catid=3:nasional&Itemid=128



      Presiden: Lakukan Langkah Atasi Kenaikan Harga Pangan        
      Jakarta, (Analisa)

      Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran pemerintah segera 
melakukan langkah-langkah mengatasi kenaikan harga pangan dan energi.

      Dalam arahan penutup pada rapat kerja dengan para kepala daerah di 
Jakarta Convention Center, Senin, Presiden menyatakan pemerintah tetap 
berkewajiban menstabilisasi harga pangan dan energi. "Kewajiban kita 
stabilisasi harga, utamanya pangan, dan harus kita lanjutkan," ujarnya.

      Untuk itu, Kepala Negara meminta agar tidak ada lagi konflik di antara 
menteri terkait dan kepala daerah dalam pelaksanaan operasi pasar agar harga 
pangan bisa distabilkan. Dalam keadaan tertentu, lanjut Presiden, menteri 
terkait juga bisa mengeluarkan insentif fiskal untuk mencegah meroketnya 
harga-harga. Dalam arahannya, Presiden juga mengingatkan agar stok pangan tetap 
cukup tersedia dan agar produksi nasional, utamanya beras, ditingkatkan mulai 
2011.

      Selain itu, Presiden juga mengingatkan agar dipersiapkan rencana darurat 
bagi kaum yang terpukul oleh kenaikan harga-harga pangan apabila kenaikan harga 
pangan dan energi dunia terus terjadi. Untuk itu, Presiden meminta agar 
kemandirian pangan betul-betul diwujudkan dengan sasaran yang semakin berani 
mulai 2011. "Kemarin menteri pertanian melaporkan perkiraan cadangan beras pada 
2011 lima sekian juta ton, saya katakan belum cukup untuk penduduk sebesar 237 
juta dengan golongan menengah yang semakin meningkat, maka kita perlukan dua 
kali jumlah itu," tuturnya.

      Presiden berharap pada 2014 semua komoditas pangan dapat diamankan dan 
untuk itu diperlukan langkah terpadu secara nasional untuk mengatasi persoalan 
lahan, produktivitas, hama, benih, dan sebagainya.
      "Meskipun dalam sistem perdagangan kita bisa membeli atau menjual, tetapi 
untuk pangan kita harus menuju kemandirian," ujarnya. Apalagi, lanjutnya, saat 
ini mayoritas negara penghasil pangan cenderung menahan produksinya dengan 
tidak mengekspor ke negara lain. "Kita harus mandiri. Melihat tanah air kita, 
tidak ada alasan tidak ada kemandirian pangan," ujar Presiden.

      Optimis Pembangunan Berhasil

      Pada bagian lain Presiden menegaskan bahwa Indonesia patut bersikap 
optimis bahwa pembangunan pada 2011 akan berhasil dan bahkan lebih baik 
daripada tahun sebelumnya. "Untuk 2011 kita patut bersikap optimis bahwa 
pembangunan di tahun ini akan berhasil atau lebih berhasil...ada empat faktor 
yang bisa mendorong pembangunan tahun ini lebih berhasil," kata Presiden. 
Keempat faktor tersebut, menurut Presiden adalah pertama, Indonesia saat ini 
memiliki momentum untuk tumbuh dan bisa mencapai yang lebih baik lagi.

      Kedua, kata Kepala Negara, dari berbagai sudut pandang dan penilaian 
Indonesia saat ini memiliki potensi yang besar untuk tumbuh menjadi negara yang 
maju. Faktor ketiga, lanjut Presiden, ketika dunia mengalami krisis pada 2008 
dan 2009, ternyata Indonesia berhasil mengatasinya "Ketika dunia mengalami 
krisis belum lama 2008 dan 2009 Alhamdulillah Indonesia selamat dan 2010 telah 
tumbuh kembali," katanya.

      Kemudian faktor keempat adalah kepercayaan jika Indonesia mampu mengatasi 
permasalahan, hambatan dan tantangan. "Di negeri kita masih banyak 
permasalahan, hambatan dan tantangan . Tapi saya percaya bahwa hambatan dan 
permasalahan dapat kita atasi sebaik-baiknya," ujarnya. Menurut Presiden, 
dengan empat faktor tersebut tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak 
bersikap optimis pada keberhasilan pembangunan 2011. (Ant) 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke